Iklan

250 Tablet Pintar dan Kacamata AI Disalurkan untuk Siswa Banjarnegara, Dukung Pendidikan di Daerah Terpencil

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerataan akses pendidikan terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar.

Di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sebanyak 250 unit tablet pintar dan sejumlah kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) disalurkan kepada para siswa, khususnya yang berada di daerah terpencil, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan penglihatan.

Program bantuan ini diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar bagi seluruh siswa tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur maupun kondisi fisik.

Kehadiran perangkat berbasis teknologi tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi pendidikan digital yang lebih inklusif dan merata.

Ketua Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko menjelaskan bahwa tablet pintar diprioritaskan untuk siswa Sekolah Dasar kelas I hingga kelas III yang bersekolah di daerah yang belum memiliki akses internet.

Perangkat tersebut juga diberikan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil agar para siswa tetap dapat memperoleh materi pembelajaran berkualitas.

Menurut Teguh, tablet pintar tersebut telah dilengkapi berbagai materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum dan jenjang pendidikan masing-masing.

Seluruh materi dapat diakses secara offline sehingga siswa tetap bisa belajar meski belum tersedia jaringan internet di daerah tempat tinggal mereka.

Dengan sistem pembelajaran yang tidak bergantung pada koneksi internet, tablet pintar diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Teknologi ini juga membantu guru dan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak secara lebih mudah.

Selain membagikan tablet pintar, Gerakan Solidaritas Nasional juga memberikan bantuan berupa kacamata pintar berbasis Artificial Intelligence kepada anak-anak penyandang tunanetra maupun siswa yang mengalami gangguan penglihatan berat.

Perangkat tersebut dirancang untuk membantu aktivitas belajar sekaligus meningkatkan kemandirian penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.

Kacamata pintar ini memiliki berbagai fitur canggih, mulai dari mengenali objek di sekitar pengguna, membaca tulisan secara otomatis, mengenali nominal uang, hingga mengidentifikasi wajah seseorang melalui teknologi suara.

Saat diarahkan ke sebuah buku atau dokumen, perangkat tersebut mampu membacakan isi tulisan hanya dalam waktu satu hingga dua detik sehingga pengguna dapat mendengarkan materi tanpa harus melihat teks secara langsung.

Inovasi ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif.

Anak-anak penyandang disabilitas kini memiliki peluang yang lebih besar untuk mengikuti kegiatan belajar dengan lebih mandiri dan percaya diri.

Teguh berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima.

Menurutnya, penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa memandang kondisi geografis maupun keterbatasan fisik.

Salah satu penerima manfaat adalah keluarga Suwarno, warga Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.

Putranya yang mengalami gangguan penglihatan akibat toksoplasmosis menerima bantuan kacamata pintar tersebut menjelang tahun ajaran baru.

Suwarno mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterima keluarganya.

Ia berharap perangkat berbasis AI tersebut dapat membantu anaknya belajar dengan lebih mudah ketika mulai bersekolah tahun ini.

Menurutnya, kehadiran teknologi seperti kacamata pintar memberikan harapan baru bagi anak-anak penyandang disabilitas agar dapat mengikuti proses pendidikan seperti siswa lainnya.

Bantuan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.

Melalui penyaluran tablet pintar dan kacamata berbasis AI ini, Banjarnegara menunjukkan komitmen dalam mendorong pemerataan pendidikan digital.

Pemanfaatan teknologi modern diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan pendidikan di daerah terpencil sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih cerdas, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan era digital. (far/stch/dda)

Iklan