BANYUMASEKSPRES.ID, Petarung UFC berdarah Indonesia, Bilal Hasan, memilih tidak terburu-buru mengejar sabuk juara kelas terbang.
Alih-alih langsung membidik perebutan gelar, Bilal ingin menjalani perjalanan kariernya secara bertahap hingga benar-benar siap bersaing di papan atas.
Bilal memasang target jangka panjang untuk menjadi juara UFC pada 2028.
Namun, peluang tersebut terbuka untuk datang lebih cepat apabila perkembangan kariernya bersama UFC berjalan sesuai dengan harapan.
Keputusan tersebut diambil karena Bilal masih berada pada tahap awal kariernya di UFC.
Petarung yang memegang paspor Amerika Serikat tersebut baru menjalani satu pertandingan resmi di ajang UFC.
Karena itu, Bilal merasa masih membutuhkan sejumlah pertarungan untuk membuktikan kualitas dan kemampuannya sebelum masuk dalam persaingan perebutan sabuk juara.
“Menurut saya tergantung juga oleh mereka (UFC, terkait kontrak). Seberapa cepat UFC ingin menekan saya (untuk juara). Saya mengincar (juara) di tahun 2028 atau mungkin bisa juga akhir tahun depan,” ujar Bilal.
Target menjadi juara UFC tentu menjadi ambisi besar bagi setiap petarung. Namun, Bilal memilih membangun kariernya melalui proses yang lebih terukur.
Menurutnya, terlalu cepat memasang target perebutan sabuk tanpa melewati tahapan yang diperlukan justru bukan pilihan terbaik.
Ia ingin menghadapi sejumlah lawan terlebih dahulu untuk meningkatkan pengalaman sekaligus mengukur kemampuannya di level persaingan UFC.
Dengan baru satu kali tampil secara resmi, Bilal menyadari masih banyak hal yang perlu dikembangkan.
Setiap pertarungan akan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan memperbaiki kekurangan.
Fokus tersebut membuat Bilal saat ini lebih memilih memikirkan pertarungan berikutnya daripada terlalu jauh membicarakan perebutan gelar.
Ia ingin tetap aktif bertanding agar perkembangan kemampuannya bisa terus terjaga.
Untuk pertandingan berikutnya, Bilal Hasan ternyata sudah memiliki nama lawan yang ingin dihadapinya. Ia berharap dapat bertemu dengan Andre Lima dalam duel selanjutnya.
Meski memiliki keinginan menghadapi Andre Lima, Bilal tetap menyerahkan keputusan mengenai lawan berikutnya kepada UFC.
Ia mengatakan siap menghadapi siapa pun petarung yang nantinya ditentukan oleh promotor.
“Saya ingin selanjutnya, Insya Allah mau bertanding lawan Andre Lima. Atau jika (UFC) memilih lawan lain, saya akan ladeni. Itu yang saya lakukan, untuk berkata ‘Ya’ dalam pertarungan,” ujarnya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Bilal ingin terus aktif di Octagon. Baginya, pertarungan demi pertarungan merupakan bagian penting dari proses untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun posisi di kelas terbang UFC.
Keinginan untuk segera kembali bertanding juga membuat Bilal lebih memprioritaskan latihan dan persiapan.
Jadwal pertarungan akan menjadi faktor utama yang menentukan aktivitasnya dalam beberapa bulan ke depan.
Kesibukan tersebut juga berpengaruh terhadap rencana Bilal untuk kembali ke Indonesia.
Ia sebenarnya memiliki rencana mengunjungi Jakarta dan Bogor, daerah yang memiliki hubungan dengan keluarganya.
Bilal mengatakan terdapat kemungkinan dirinya pulang ke Indonesia pada Desember.
Namun, rencana tersebut bisa berubah apabila UFC memberinya jadwal pertarungan pada periode yang sama.
“Tergantung jadwal pertarungan. Ada rencana bulan Desember ke Indonesia, tapi kalau ada pertarungan sepertinya tidak bisa. Mungkin awal tahun depan,” ucapnya.
Karena itu, fokus utama Bilal saat ini adalah menjaga kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.
Target juara UFC 2028 menjadi tujuan jangka panjang Bilal Hasan. Ia ingin mencapai ambisi tersebut melalui proses yang bertahap, bukan dengan terburu-buru mengejar kesempatan perebutan gelar.
Perjalanan menuju sabuk juara kelas terbang masih panjang. Bilal perlu membangun pengalaman, menghadapi lawan-lawan tangguh, dan membuktikan konsistensi penampilannya di UFC.
Meski demikian, Bilal tidak menutup kemungkinan target tersebut dapat tercapai lebih cepat apabila perjalanan kariernya berkembang pesat.
Saat ini, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan kapan sabuk juara akan berada di tangannya. Tantangan terdekat menjadi prioritas utama.
Dengan terus aktif bertanding, Bilal berharap dapat meningkatkan kualitasnya dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Pengalaman tersebut nantinya diharapkan menjadi modal penting ketika kesempatan untuk bersaing memperebutkan gelar juara UFC benar-benar datang.
Perjalanan Bilal juga menjadi perhatian bagi penggemar olahraga bela diri di Indonesia.
Statusnya sebagai petarung UFC berdarah Indonesia membuat kiprahnya di kelas terbang menjadi salah satu hal yang menarik untuk diikuti.
Untuk sementara, Bilal memilih menikmati setiap prosesnya. Ia ingin membuktikan diri terlebih dahulu di Octagon sebelum benar-benar mengincar puncak persaingan.
Targetnya sudah jelas: sabuk juara UFC pada 2028. Namun, sebelum sampai ke sana, Bilal Hasan ingin memastikan setiap langkah dalam perjalanan kariernya dijalani dengan matang. (*/stch/dda)