BANYUMASEKSPRES.ID, Film Colony sukses mencatatkan prestasi gemilang di pasar internasional, termasuk Indonesia. Film terbaru ini memberikan premis menarik terkait genre zombi.
Karya terbaru sutradara Yeon Sang-ho, yang dikenal lewat film fenomenal Train to Busan, berhasil menarik perhatian pencinta film Korea berkat perpaduan aksi, horor, dan ketegangan bertema zombi.
Meski kabar pencapaiannya telah diumumkan beberapa waktu lalu, performa Colony masih menjadi salah satu pencapaian terbesar perfilman Korea Selatan di pasar Asia.
Di Indonesia, film ini berhasil menembus lebih dari 1 juta penonton, menjadikannya salah satu film Korea paling sukses yang pernah tayang di bioskop Tanah Air.
Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap film Korea, terutama yang mengusung genre thriller dan survival.
Colony Masuk Daftar Film Korea Terlaris di Indonesia
Berdasarkan laporan kantor berita Yonhap yang mengutip data distributor Showbox, Colony berhasil mengumpulkan 1.062.394 penonton selama masa penayangannya di Indonesia.
Perolehan tersebut menempatkan Colony sebagai film Korea terlaris kedua sepanjang masa di Indonesia. Selain itu, terdapat film Teach You a Lesson yang berhasil bertahan di puncak global Netflix.
Posisi pertama masih ditempati oleh Exhuma, film horor supranatural yang mencetak lebih dari 2 juta penonton sejak dirilis di bioskop Indonesia.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pasar film Korea di Indonesia terus berkembang. Tidak hanya drama romantis, film bergenre horor, aksi, hingga thriller kini juga memiliki basis penggemar yang sangat besar.
Kesuksesan Colony bahkan berhasil melampaui banyak judul populer lainnya yang sebelumnya sempat mendominasi layar lebar Indonesia.
Sukses Besar di Berbagai Negara Asia
Tidak hanya meraih hasil positif di Indonesia, Colony juga menunjukkan performa impresif di sejumlah negara Asia lainnya.
Malaysia menjadi pasar internasional terbesar bagi film tersebut. Hingga akhir masa penayangannya, Colony berhasil menarik sekitar 1,5 juta penonton.
Hal ini sekaligus mencatat sejarah sebagai film Korea dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa di Malaysia.
Pencapaian tersebut bahkan melampaui dua film zombi populer karya Yeon Sang-ho sebelumnya, yakni Train to Busan (2016) dan Peninsula (2020) yang selama bertahun-tahun mendominasi box office Malaysia.
Di Filipina, film ini juga berhasil menduduki posisi kedua sebagai film Korea terlaris dengan raihan sekitar 347 ribu penonton.
Sementara itu, di Singapura, Taiwan, dan Thailand, Colony masuk dalam jajaran lima besar film Korea dengan jumlah penonton tertinggi.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa popularitas film ini tidak hanya bergantung pada satu pasar, tetapi diterima luas oleh penonton di berbagai negara.
Mengangkat Kisah Bertahan Hidup dari Wabah Zombi
Colony menghadirkan cerita menegangkan tentang seorang profesor bioteknologi bernama Se-jeong, yang diperankan oleh Jun Ji-hyun.
Awalnya, Se-jeong menghadiri sebuah acara yang mempertemukan para ilmuwan di sebuah gedung pusat bisnis. Namun situasi berubah menjadi kacau ketika virus misterius menyebar secara tiba-tiba.
Orang-orang yang terinfeksi berubah menjadi makhluk menyerupai mayat hidup dan menyerang siapa saja yang berada di sekitarnya.
Gedung tempat acara berlangsung pun terisolasi sehingga para penyintas harus mencari cara untuk keluar sambil bertahan hidup dari serangan zombi.
Konsep cerita yang berlangsung di ruang terbatas menghadirkan ketegangan yang terus meningkat sepanjang film.
Penonton disuguhkan aksi penuh adrenalin sekaligus konflik antarmanusia ketika menghadapi situasi darurat.
Diperkuat Deretan Aktor dan Aktris Ternama
Selain mengandalkan cerita yang intens, Colony juga diperkuat jajaran pemain papan atas Korea Selatan.
Jun Ji-hyun tampil sebagai tokoh utama yang berusaha menyelamatkan diri sekaligus mencari jalan keluar dari wabah mematikan.
Sementara itu, Koo Kyo-hwan memerankan seorang peneliti dengan kemampuan unik dalam menghadapi para zombi.
Film ini juga dibintangi oleh Ji Chang-wook dan Kim Shin-rok, yang berperan sebagai bagian dari kelompok penyintas.
Interaksi para karakter tersebut menjadi salah satu kekuatan utama film karena menghadirkan dinamika emosional di tengah situasi yang penuh ancaman.
Di balik layar, Yeon Sang-ho kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam meramu ketegangan, sesuatu yang sebelumnya membuat Train to Busan menjadi salah satu film zombi paling berpengaruh di Asia.
Performa Kuat di Korea Selatan
Selain sukses di pasar internasional, Colony juga memperoleh sambutan positif di negara asalnya. Film ini berhasil melampaui 5 juta penonton di Korea Selatan selama masa penayangannya di bioskop.
Capaian tersebut menjadikan Colony sebagai salah satu film Korea dengan performa box office terbaik pada tahun perilisannya.
Kesuksesan ini sekaligus memperkuat posisi Yeon Sang-ho sebagai salah satu sutradara Korea Selatan yang konsisten menghadirkan film bergenre thriller dan horor dengan daya tarik global.
Meski masa penayangan bioskopnya telah berakhir di banyak negara, pencapaian Colony masih menjadi bukti kuat bahwa film Korea terus memiliki tempat istimewa di hati penonton internasional, termasuk di Indonesia.
Keberhasilan meraih lebih dari satu juta penonton di Tanah Air menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan film ini di pasar Asia. (*/nds)