BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026, ketersediaan air bagi petani padi di Kabupaten Cilacap tetap terjaga dengan baik.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, yang menegaskan bahwa pasokan air untuk lahan sawah yang sudah ditanami padi berada dalam kondisi yang aman.
Menurut Sigit, tanaman padi tidak selalu membutuhkan pasokan air dalam jumlah banyak selama proses pertumbuhannya.
Pada fase-fase tertentu dalam siklus pertumbuhannya, kebutuhan air tanaman padi justru lebih sedikit, sehingga kondisi saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Untuk tanaman padi yang sudah tanam, kebutuhan air tidak terus-menerus banyak. Ada fase-fase tertentu yang kebutuhan airnya lebih sedikit, sehingga saat ini masih aman,” ungkapnya pada Sabtu (20/6).
Sigit juga menambahkan bahwa Komisi Irigasi telah melakukan langkah antisipatif dengan menyusun jadwal penutupan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Menganti dan DI Serayu.
Penjadwalan ini dilakukan dengan mempertimbangkan pola tanam yang diterapkan oleh para petani setempat.
“Dengan pengaturan irigasi tersebut, kebutuhan air untuk tanaman padi tetap dapat terpenuhi meski musim kemarau terus berlangsung,” lanjutnya.
Dari penjelasan Sigit, terlihat bahwa pengelolaan irigasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Pihak Dinas Pertanian juga terus memonitor perkembangan cuaca serta kondisi ketersediaan air di berbagai daerah irigasi.
Pemantauan ini bertujuan agar langkah-langkah antisipatif dapat segera diambil apabila terdapat penurunan debit air.
“Hal ini sangat penting agar petani dapat terus melakukan aktivitas pertanian tanpa hambatan dari kekurangan air,” katanya tegas.
Sigit juga mengimbau kepada para petani untuk berkoordinasi dengan petugas pengairan dan penyuluh pertanian jika mereka menemukan kendala terkait irigasi.
Dengan komunikasi yang baik antara petani dan pihak-pihak terkait, distribusi air dapat berlangsung secara merata dan memenuhi kebutuhan lahan pertanian di setiap wilayah. (jul/stch/dda)