BANYUMASEKSPRES.ID, Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, Museum Geologi Bandung di Jalan Diponegoro kini menjadi magnet wisata keluarga saat libur sekolah.
Bangunan bersejarah dengan nuansa klasik tersebut bertransformasi menjadi ruang kelas raksasa terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah bumi.
Museum ini menghadirkan pengalaman edukatif melalui koleksi geologi dan peninggalan masa lalu yang tersimpan secara menarik untuk para pengunjung.
Kunjungan detikJabar belum lama ini memperlihatkan suasana museum yang hidup dengan kehadiran keluarga dan anak-anak penuh rasa penasaran.
Setiap sudut museum memberikan pengalaman berbeda ketika pengunjung mencoba memahami berbagai cerita bumi melalui koleksi yang tersedia.
Langkah kaki pengunjung terasa seperti perjalanan menuju lorong waktu saat memasuki ruang pameran utama yang tertata dengan rapi.
Museum Geologi Bandung memiliki beberapa ruang pameran yang menyajikan informasi mengenai pembentukan bumi hingga perkembangan kehidupan makhluk hidup.
Perjalanan pengunjung dimulai dari Ruang Geologi Indonesia dengan berbagai batuan dan mineral pembentuk wilayah Nusantara.
Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai proses panjang pembentukan Indonesia melalui perubahan geologi selama jutaan tahun.
Setelah itu, pengunjung dapat memasuki Ruang Kebencanaan Geologi yang memberikan edukasi mengenai kondisi alam Indonesia.
Ruang tersebut mengajarkan masyarakat agar memahami risiko bencana serta pentingnya hidup berdampingan dengan lingkungan.
“Jadi Museum Geologi ini tidak terlepas dari penyelidikan geologi di Indonesia. Itu dimulainya dari tahun 1850-an. Nah, tahun 1920-an hasil penelitian itu semakin banyak tapi belum punya tempat khusus memang untuk menyimpan atau misalnya memamerkan dan juga laboratorium. Maka pada tahun 1928 dibangun gedung yang sekarang menjadi Museum Geologi. Nah, itu diresmikan pada tanggal 16 Mei 1929,” kata Humas Museum Geologi Anita.
Daya tarik utama Museum Geologi Bandung juga hadir melalui Ruang Sejarah Kehidupan yang membawa pengunjung mengenal masa lampau.
Di ruangan tersebut, terdapat rekonstruksi gajah purba Blora yang menjadi salah satu koleksi menarik bagi wisatawan.
Hewan purba tersebut seolah mengajak pengunjung membayangkan kehidupan satwa Indonesia pada masa jutaan tahun sebelumnya.
“Ini sebenarnya replika, replika dari fosil gajah Blora. Jadi nama latinnya adalah Elephas hysudrindicus. Ditemukan tahun 2009 di Blora. Kami buatkan replikanya karena yang fosil aslinya masih kami simpan, masih di ruang storage dan itu cukup lengkap,” ungkap Anita.
“Fosil ini termasuk penemuan fosil spektakuler. Karena dari satu individu gajah yang sama ditemukan kurang lebih 95%. Dan ini juga penemuannya hasil dari para peneliti dari Museum Geologi sendiri,” tambahnya.
Selain gajah purba, Museum Geologi juga menyimpan fosil badak, harimau Jawa, serta babi purba endemik Sulawesi.
Berbagai koleksi tersebut menjadi pengingat mengenai kekayaan hayati Indonesia yang pernah berkembang pada masa lampau.
“Babi purba yang dilihat sekarang ini adalah babi purba endemik hanya di daerah Sulawesi Selatan aja. Taringnya empat makanya disebut Celebochoerus hekereni, itu salah satu cirinya itu. Jadi selain punya taring yang mengarah ke atas, ada juga juga yang di bawahnya,” tuturnya.
Tidak hanya fosil daratan, museum juga menampilkan jejak kehidupan laut purba melalui berbagai temuan menarik. Salah satunya berupa kerang raksasa dari Padalarang yang menunjukkan perubahan kondisi wilayah Indonesia.
“Jadi ruangan ini tentang Moluska, juga Foraminifera. Nah, ini yang cukup menarik di ruangan ini ada kerang raksasa. Ini ditemukan di Padalarang,” ujarnya.
Museum Geologi Bandung menjadi pilihan wisata edukasi bagi keluarga yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda saat berlibur.
Anak-anak tidak hanya melihat koleksi sejarah, tetapi juga belajar memahami ilmu pengetahuan secara langsung. Pengunjung diajak menghargai keberadaan fosil dan situs sejarah agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Pesan mengenai perlindungan fosil disampaikan melalui berbagai koleksi yang terdapat di ruang pameran museum.
Museum juga mengingatkan pengunjung agar tidak menjadikan peninggalan sejarah sebagai komoditas maupun benda mistis.
Jejak manusia purba dari situs Sangiran menjadi salah satu contoh penting mengenai perjalanan kehidupan manusia.
Bagi warga Bandung dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Kembang, Museum Geologi menawarkan pengalaman ilmiah.
Destinasi ini menjadi tempat yang menggabungkan rekreasi, edukasi, serta pembelajaran mengenai sejarah alam Indonesia.
Dengan berbagai koleksi unik, Museum Geologi Bandung tetap menjadi tujuan wisata keluarga yang menarik sepanjang waktu.
Liburan sekolah dapat menjadi lebih bermakna ketika keluarga mengenal bumi melalui cara yang menyenangkan.
Museum Geologi Bandung membuktikan bahwa sejarah dan ilmu pengetahuan dapat dipelajari dengan pengalaman yang lebih dekat. (vip)