BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) di MTsN 1 Banyumas mendapat perhatian dari Ombudsman Republik Indonesia.
Tim Ombudsman RI melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan PMBM untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedatangan Tim Ombudsman RI disambut langsung oleh Kepala MTsN 1 Banyumas, Ali Nurdin, bersama Ketua Komite Madrasah Mahruri, serta jajaran guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 1 Banyumas, Ali Nurdin, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan PMBM sekaligus memberikan klarifikasi atas sejumlah isu yang sempat berkembang di masyarakat terkait proses penerimaan peserta didik baru.
Menurutnya, pihak madrasah menegaskan bahwa seluruh peserta yang dinyatakan lolos seleksi diterima berdasarkan kemampuan akademik dan kompetensi yang dimiliki, bukan karena adanya praktik titip-menitip.
“Kami tidak menutup mata dengan budaya titip-menitip yang sepenuhnya belum hilang. Kuncinya di nilai TKA dan Baca Tulis Al-Quran (BTA). Ketika nilai keduanya tinggi tak perlu titip-menitip,” kata Ali Nurdin, Senin (27/7).
Ia menegaskan bahwa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) menjadi indikator utama dalam proses seleksi.
Dengan sistem tersebut, setiap calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk diterima sesuai hasil yang diperoleh.
Ali mengungkapkan, minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di MTsN 1 Banyumas masih sangat tinggi. Tingginya antusiasme terlihat hingga pelaksanaan PMBM gelombang kedua.
Pada tahap tersebut, madrasah menyediakan kuota tambahan untuk sejumlah program unggulan, meliputi 10 kursi kelas sains, delapan kursi kelas bahasa, 19 kursi kelas digital, serta 120 kursi kelas reguler.
Meski kuota tambahan terbatas, jumlah pendaftar pada gelombang kedua mencapai lebih dari 400 calon peserta didik.
Persaingan yang cukup ketat menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di MTsN 1 Banyumas.
“Jumlah keseluruhan murid baru yang diterima 10 kelas. Di gelombang satu sudah terisi separuh lebih,” jelasnya.
Ali menambahkan, tingginya jumlah pendaftar menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan seluruh proses penerimaan dilakukan secara profesional dan objektif.
Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menanggapi mulai dibukanya pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas yang diawali melalui sekolah transisi.
Menurutnya, MTsN 1 Banyumas mendukung seluruh kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan.
Ia menilai kehadiran program baru, termasuk Sekolah Rakyat (SR) maupun SNT, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
“Baik Sekolah Rakyat (SR) maupun SNT demi mutu pendidikan ke depan yang semakin baik kami setuju,” ujarnya.
Meski demikian, hingga Senin (27/7) siang, pihak madrasah belum menerima laporan adanya peserta didik baru MTsN 1 Banyumas yang mengundurkan diri atau berpindah untuk mengikuti program SNT.
Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan Ombudsman RI, diharapkan pelaksanaan PMBM di MTsN 1 Banyumas dapat menjadi contoh penerimaan peserta didik yang mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas.
Pengawasan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi di lembaga pendidikan, sekaligus memastikan setiap calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki. (yda/ads/stch/dda)