Iklan

Poppy Sovia Cerita Didiagnosis Bipolar Tipe 1, Anak Jadi Alasan untuk Terus Bertahan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktris Poppy Sovia membagikan cerita mengenai perjalanan hidupnya setelah didiagnosis bipolar tipe 1 pada 2019.

Dalam perjalanan tersebut, Poppy mengaku pernah berada di titik ketika dirinya merasa tidak sanggup dan ingin menyerah.

Namun, kehadiran sang anak, Lalika Airia June Gemintang, membuat pandangannya terhadap kehidupan berubah.

Poppy merasa memiliki alasan yang lebih kuat untuk terus menjalani berbagai hal dan menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapinya.

Poppy mengungkapkan bahwa perjalanan hidup setiap orang tidak selalu berjalan mulus.

Ada berbagai persoalan yang terkadang membuat seseorang merasa terpuruk, termasuk masalah yang berkaitan dengan kondisi mental.

“Pasti setiap orang punya kisah di perjalanan hidupnya nemuin kerikil, aku pernah alami mental ‘breakdance’ dari kondisi mental aku agak sedikit bermasalah,” ungkap Poppy.

Dalam kondisi tersebut, Poppy mengaku sempat merasa tidak mampu menghadapi keadaan.

Ia bahkan pernah berpikir untuk menyerah karena merasa sudah tidak sanggup menjalani semuanya.

“Aku sempat berpikiran ada di fase nyerah deh gak sanggup, tapi alhamdulillah Allah keren banget bikin aku tetap ada sampai sekarang dan punya anak yang luar biasa banget,” tuturnya.

Kehadiran anak menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Poppy. Lalika lahir pada 2 Juni 2019, bertepatan dengan tahun ketika Poppy mengungkap dirinya didiagnosis bipolar tipe 1.

Menurut Poppy, kehadiran sang anak membuat dirinya merasa lebih berharga. Perasaan tersebut menjadi kekuatan baru ketika ia menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya.

“Anak itu yang buat aku lebih berharga. Sebelumnya, kadang (merasa) biasa aja. Sedih pokoknya,” ucap Poppy sambil meneteskan air mata.

Sejak menjadi seorang ibu, Poppy merasa memiliki tanggung jawab yang membuatnya ingin terus bertahan. Ia ingin menjalani hidup dengan sebaik-baiknya demi sang anak.

Poppy juga menyebut suami dan anak sebagai support system yang memberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan.

Dukungan keluarga membuatnya tidak merasa menghadapi semuanya seorang diri.

Semangat hidupnya pun perlahan kembali tumbuh. Poppy memiliki tekad untuk menyelesaikan perjalanan hidupnya dengan baik dan tetap kuat demi anak yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

“Merasa paling beruntung, wah dia kan pasti mengidolakan ibunya kan. Alhamdulillah ketika aku punya anak di situ aku ngerasa, ‘Sampai akhir nih gue, sampai selesai nih gue, harus sampai selesai’. Iya dong, buat anak,” ujarnya.

Poppy kemudian memberikan semangat kepada orang-orang yang mungkin sedang mengalami kondisi serupa.

Menurutnya, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk bangkit meskipun sedang berada dalam masa yang berat.

“Harus kuat! Siapapun itu kalian di luar sana, lo bisa, lo kuat, harus bisa! Bisa dong! Lihat gue aja, gue bakal selesain sampai selesai! Jadi ibu itu keren,” ucapnya.

Bintang film Keramat tersebut juga mengingatkan pentingnya keberanian untuk berbicara ketika seseorang sedang menghadapi tekanan.

Menurutnya, masalah tidak seharusnya selalu dipendam sendirian.

Poppy mengajak orang yang sedang mengalami tekanan atau kondisi mental yang berat untuk mencari bantuan dan berbicara dengan orang yang dipercaya.

Menurutnya, meminta bantuan bukanlah sesuatu yang perlu dianggap sebagai kelemahan.

“Kita nggak sendiri, gue bermasalah, gue gak apa-apa, kondisi gue, kita butuh bantuan dan harus berani speak up atau curhat kalau lagi tertekan atau depresi,” pesannya.

Selain berbicara mengenai kondisi mental, Poppy juga melihat pengalaman masa lalu dari sudut pandang yang berbeda.

Ia mengaku dahulu sempat berada dalam fase penyangkalan dan menyalahkan pola asuh yang pernah diterimanya.

Namun, seiring waktu, Poppy mulai melihat pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya.

Ia mencoba mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman yang telah dilewati.

“Kalau dulu masih denial, oh gue korbannya karena pola asuh yang salah, tapi di sisi lain itu adalah pupuk,” kata Poppy.

Menurutnya, pengalaman masa lalu dapat menjadi bahan pembelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Ia berharap berbagai hal yang pernah dialaminya justru dapat menjadi bekal untuk menciptakan keluarga yang lebih harmonis.

“Justru sekarang kita banyak banget nutrisi yang kita dapatkan dari pupuk masa lalu, insyaallah kita bisa bikin keluarga yang lebih baik dan harmonis,” tukas Poppy Sovia.

Perjalanan Poppy menunjukkan bagaimana dukungan keluarga dan keberanian untuk terbuka dapat menjadi bagian penting dalam menghadapi masa sulit.

Ia pun memilih terus melangkah dan menjalani hidup bersama keluarga, sekaligus menyampaikan pesan kepada orang lain agar tidak takut mencari bantuan ketika membutuhkannya. (*/stch/dda)

Iklan