BANYUMASEKSPRES.ID, Aktor sekaligus presenter Rizky Billar mengungkap dugaan kasus penggelapan dana senilai Rp3,1 miliar yang disebut melibatkan orang terdekat yang selama ini dipercaya mengelola sebagian urusan keuangannya.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah suami penyanyi Lesti Kejora itu menyampaikan kekecewaannya melalui unggahan di media sosial.
Dalam unggahan di Instagram Stories pribadinya, Rizky Billar mengaku merasa sangat kecewa karena dugaan penyalahgunaan dana tersebut dilakukan oleh sosok yang selama ini memiliki hubungan dekat dengannya.
Menurutnya, nilai kerugian yang dialami tidak hanya menyangkut uang pribadinya, tetapi juga dana milik istri serta anak-anak mereka.
Kasus dugaan penggelapan dana ini disebut telah berlangsung cukup lama.
Namun, Rizky Billar mengaku baru mengetahui adanya dugaan penyimpangan tersebut setelah tim manajemennya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi keuangan.
Ia mengatakan, dugaan tindakan tersebut selama ini berhasil disembunyikan sehingga baru terungkap setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam terhadap aliran dana.
“Kita baru tahu, tapi ternyata ini sudah lama disembunyikan. Temuan ini baru, baru kita ketahui,” tutur Rizky Billar.
Setelah mengetahui adanya dugaan kerugian hingga miliaran rupiah, Rizky Billar langsung meminta pihak yang diduga bertanggung jawab untuk menunjukkan iktikad baik.
Meski mengaku kecewa, ia masih membuka kesempatan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus berlanjut ke proses hukum.
Menurut Billar, penyelesaian secara damai masih memungkinkan selama pihak yang bersangkutan bersedia bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh dana yang diduga telah diselewengkan.
“Ya kita tunggu aja iktikad baiknya. Kalau memang tidak ada tindakan yang menjadi iktikad baik, tidak ada tindakan penyelesaian, ya mau gak mau kita harus bikin laporan,” kata Rizky Billar.
Meski demikian, ayah tiga anak tersebut menegaskan bahwa kesempatan itu memiliki batas waktu.
Apabila tidak ada penyelesaian yang jelas dalam waktu dekat, ia memastikan akan melaporkan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum.
Rizky Billar juga menolak apabila pengembalian dana dilakukan secara bertahap atau dicicil.
Menurutnya, dugaan penggelapan telah berlangsung selama berbulan-bulan sehingga tidak ada alasan bagi pihak terduga pelaku untuk meminta keringanan pembayaran.
“Udah berbulan-bulan kok ternyata. Masa, masa mau dicicil? Ya harus langsung lunas lah,” ujarnya.
Sikap tegas tersebut diambil karena dana yang diduga digelapkan bukan hanya miliknya secara pribadi, tetapi juga menyangkut kepentingan keluarga, termasuk masa depan anak-anaknya.
Oleh sebab itu, Billar menginginkan seluruh kerugian dapat dipulihkan secepat mungkin. Kekecewaan yang sama juga dirasakan sang istri, Lesti Kejora.
Menurut Rizky Billar, Lesti sangat terpukul setelah mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan dana tersebut karena uang itu merupakan bagian dari aset keluarga yang dipersiapkan untuk masa depan.
“Dia tuh pasti lebih kesal daripada saya tuh. Ya iyalah, apalagi perempuan,” ungkap Rizky Billar.
Hingga saat ini, pihak Rizky Billar masih melakukan komunikasi dengan pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Proses tersebut dilakukan sebagai bentuk kesempatan terakhir sebelum persoalan dibawa ke jalur hukum.
Apabila tidak ada itikad baik maupun kepastian mengenai pengembalian dana senilai Rp3,1 miliar, Rizky Billar memastikan akan segera membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian agar kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah hukum dinilai menjadi pilihan terakhir apabila penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.
Rizky Billar berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kerugian yang dialami keluarganya dapat dipulihkan.
Kasus dugaan penggelapan dana yang menimpa Rizky Billar pun menjadi perhatian publik karena melibatkan nilai kerugian yang cukup besar.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga terlibat terkait tuduhan tersebut.
Sementara itu, pihak Rizky Billar masih menunggu perkembangan komunikasi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. (*/stch/dda)