Iklan

Via Vallen Murka Usai Dihujat Soal Berat Badan, Tegaskan Baru 3 Bulan Melahirkan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, Pedangdut Via Vallen baru-baru ini meluapkan kekesalannya terkait komentar negatif yang diterimanya dari warganet mengenai perubahan bentuk tubuhnya.

Komentar tersebut muncul tiga bulan setelah pelantun lagu “Sayang” ini melahirkan anak keduanya.

Dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan pada Senin (8/6), Via Vallen mengekspresikan rasa tidak puasnya terhadap fenomena body shaming yang ditujukan kepada para ibu pasca melahirkan, termasuk dirinya.

“Akupun masih speechless sama orang-orang yang sempat-sempatnya body shaming sama ibu yang baru 3 bulan lalu melahirkan,” ujarnya dengan nada kesal.

Melalui pernyataannya, Via Vallen berusaha menekankan bahwa perubahan fisik setelah melahirkan adalah sesuatu yang sangat alami dan wajar bagi seorang ibu.

Selain itu, dia menekankan pentingnya kesehatan dan asupan gizi untuk anak-anaknya, terutama mengingat saat ini ia sedang menyusui dua anak sekaligus.

Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi Via Vallen untuk menolak melakukan diet ketat demi mendapatkan kembali bentuk tubuh idealnya.

“Kalau diet, asupan ASI-ku bisa berkurang. Bahkan mungkin mampet. Terus anakku makan dari mana kalau ASI-nya enggak mampu mencukupi kebutuhannya?” ungkapnya, menunjukkan betapa pentingnya perannya sebagai seorang ibu dalam memberikan nutrisi terbaik bagi buah hatinya.

Dalam dunia media sosial yang kini semakin dikritisi, komentar negatif memang kerap kali menyerang para publik figur seperti Via Vallen.

Taktik bullying di dunia maya menjadi isu serius yang mengganggu banyak orang, terutama bagi mereka yang baru saja menjalani pengalaman besar dalam hidup seperti melahirkan.

Melalui cuitan dan unggahan di media sosial, Via Vallen memberikan sindiran tajam kepada warganet yang terlibat dalam body shaming dirinya.

Ia merasa terkejut bahwa di tengah euforia dan kebahagiaannya dalam mengurus anak-anak, masih ada orang yang tega melontarkan kalimat-kalimat menyakitkan tanpa mempertimbangkan perasaan seorang ibu.

“Heraaan, pada jahat-jahat banget cangkemnya ya,” tegas Via Vallen.

Dari sudut pandang psikologis, pengalaman Via Vallen ini mencerminkan tantangan emosional yang dihadapi banyak ibu setelah melahirkan.

Tidak hanya menghadapi perubahan fisik secara langsung, tetapi juga tekanan mental akibat standar kecantikan dan ekspektasi sosial yang seringkali tidak realistis.

Ibu-ibu sering kali merasa harus memenuhi kriteria tertentu terkait penampilan fisik setelah melahirkan, padahal fokus utama seharusnya adalah menjaga kesehatan diri dan bayi.

Masyarakat perlu lebih peka terhadap isu ini dan berhenti berpartisipasi dalam praktik body shaming terhadap para ibu.

Komentar negatif dapat memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi individu yang mengalaminya.

Melihat dari perspektif Via Vallen, kita seharusnya lebih memahami perjalanan setiap ibu, menghormati proses pemulihan mereka setelah melahirkan serta mendukung mereka dalam menjalani peran sebagai orang tua.

Selain itu, kita juga perlu menggali lebih dalam mengenai apa yang terjadi di balik layar kehidupan para selebriti seperti Via Vallen.

Meskipun mereka mungkin terlihat kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan, mereka tetap manusia biasa dengan perasaan dan emosi.

Menerima dukungan dari keluarga dan penggemar sangatlah penting bagi mereka untuk melewati masa-masa sulit ini.

Perlu juga ditekankan bahwa penampilan fisik bukanlah satu-satunya hal yang mendefinisikan seseorang.

Bagi Via Vallen dan banyak perempuan lainnya, keberhasilan sebagai seorang ibu jauh lebih berarti daripada sekadar ukuran tubuh atau bentuk fisik.

Kesehatan mental dan emosional harus menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan positif baik bagi sang ibu maupun anak-anak mereka.

Dengan berbagi pengalaman pribadinya melalui platform media sosial, Via Vallen tidak hanya membela dirinya tetapi juga mewakili suara banyak perempuan lainnya yang mungkin mengalami situasi serupa. (*/stch/dda)

Iklan