Iklan

80 Murid SNT II Banyumas Kini Naik Bus Sekolah, Ada 3 Koridor Wangon-Ajibarang-Somagede

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Layanan antar jemput bagi 80 murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas mulai menggunakan sistem tiga koridor setelah para siswa menempati sekolah transisi di gedung eks SMP Negeri 1 Kalibagor, Selasa (18/8).

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas menyiapkan tiga armada bus medium eks pariwisata untuk mendukung mobilitas para siswa selama menjalani kegiatan belajar di sekolah transisi tersebut.

Tiga koridor yang disiapkan meliputi Wangon, Ajibarang, dan Somagede. Pembagian jalur tersebut dilakukan untuk menyesuaikan lokasi penjemputan dan tujuan pengantaran para murid setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Skema transportasi tersebut mulai diterapkan bersamaan dengan dimulainya aktivitas belajar 80 murid SNT II Banyumas di gedung eks SMP Negeri 1 Kalibagor setelah sebelumnya kembali dari Semarang.

Pantauan di lapangan pada Selasa (18/8) pagi menunjukkan layanan antar jemput murid SNT II Banyumas telah berjalan.

Tiga bus medium eks pariwisata milik Dinas Perhubungan Banyumas digunakan untuk melayani perjalanan siswa.

Masing-masing armada memiliki koridor yang telah ditentukan sehingga perjalanan siswa dapat lebih terorganisasi.

Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan Banyumas, Muhamad Soleh Wibowo, menjelaskan bahwa ketiga armada tersebut masing-masing ditugaskan untuk melayani wilayah Wangon, Ajibarang, dan Somagede.

Ketiga wilayah tersebut menjadi titik keberangkatan awal bagi layanan penjemputan murid.

“Titik keberangkatan awal penjemputan dari tiga tempat tersebut,” kata Soleh.

Dengan pembagian tersebut, para siswa tidak harus menggunakan satu jalur yang sama.

Setiap bus akan bergerak berdasarkan koridor masing-masing sehingga sistem transportasi dapat disesuaikan dengan wilayah tempat tinggal siswa.

Tidak hanya digunakan untuk perjalanan menuju sekolah, armada yang disiapkan Dishub Banyumas juga melayani pengantaran siswa setelah kegiatan belajar selesai.

Soleh menjelaskan, setelah pembelajaran berakhir, para murid terlebih dahulu berkumpul di SNT II Banyumas.

Selanjutnya, mereka akan diarahkan menuju bus sesuai koridor masing-masing.

Dari sekolah transisi di gedung eks SMP Negeri 1 Kalibagor, armada kemudian bergerak menuju tiga titik tujuan, yakni Wangon, Ajibarang, dan Somagede.

Bus sekolah juga disiagakan di sekitar sekolah transisi untuk mendukung kelancaran layanan antar jemput.

Keberadaan armada tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas para murid selama sekolah transisi SNT II Banyumas masih digunakan.

Meski layanan antar jemput telah berjalan, Dinas Perhubungan Banyumas belum dapat memastikan waktu pasti para murid tiba di rumah masing-masing.

Hal tersebut karena waktu perjalanan sangat bergantung pada kondisi lalu lintas di sepanjang rute pengantaran.

“Sampainya di ketiga titik tersebut tergantung kondisi lalu lintas saat pengantaran pulang,” terang Soleh.

Dengan demikian, orang tua murid perlu menyesuaikan waktu penjemputan berdasarkan kondisi perjalanan bus.

Pembagian tiga koridor menjadi langkah awal dalam mengatur sistem transportasi siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah transisi.

Sistem tersebut juga memungkinkan perjalanan murid lebih terarah karena setiap armada memiliki wilayah pelayanan yang telah ditentukan.

Terkait persoalan layanan antar jemput bagi salah satu murid SNT II Banyumas yang berasal dari SMA Negeri 1 Kemangkon, Soleh menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak masuk dalam ranah teknis Dinas Perhubungan Banyumas.

Menurutnya, tugas Dishub dalam skema tersebut adalah menyediakan kendaraan untuk melayani tiga koridor yang sudah ditetapkan.

“Tugas kami sebatas menyiapkan unit bus medium eks pariwisata untuk tiga koridor,” pungkasnya.

Dengan demikian, Dishub Banyumas saat ini berfokus memastikan ketersediaan dan operasional tiga armada yang digunakan untuk mendukung transportasi siswa.

Penggunaan sekolah transisi membuat kebutuhan transportasi bagi siswa menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Jarak antara tempat tinggal siswa dengan lokasi sekolah dapat berbeda-beda sehingga diperlukan sistem antar jemput yang terorganisasi.

Penerapan tiga koridor Wangon, Ajibarang, dan Somagede menjadi pola awal yang diterapkan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan 80 murid SNT II Banyumas.

Dengan adanya bus sekolah, siswa diharapkan dapat menjalani kegiatan belajar dengan lebih nyaman tanpa harus menghadapi persoalan transportasi secara mandiri.

Ke depan, efektivitas sistem tersebut dapat menjadi bahan evaluasi, terutama terkait waktu tempuh, kepadatan lalu lintas, kebutuhan armada, serta kesesuaian titik penjemputan dan pengantaran.

Untuk saat ini, tiga bus medium eks pariwisata milik Dishub Banyumas menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas SNT II Banyumas di sekolah transisi eks SMP Negeri 1 Kalibagor. (yda/stch/dda)

Iklan