BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Suara benturan pelindung tubuh, teriakan dukungan dari pinggir arena, serta gerakan cepat para taekwondoin menjadi bagian yang akrab bagi Alifa Bilqis Fadilah.
Bagi siswi kelas 7E SMP Negeri 1 Banjarnegara tersebut, arena pertandingan bukan sekadar tempat mengejar medali.
Setiap pertandingan menjadi ruang untuk mengukur hasil latihan sekaligus menguji keberanian dan kemampuan menghadapi lawan.
Setelah hampir tiga tahun menekuni taekwondo, Alifa akhirnya berhasil mencapai podium tertinggi.
Alifa meraih juara pertama Olympia Indonesia Taekwondo Challenge Piala KONI Pusat yang berlangsung di GOR Satria Purwokerto pada akhir Agustus 2026.
Ia tampil pada kategori Kyorugi Pra Cadet Putri Under 50 kilogram dan berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya.
Medali emas tersebut menjadi pencapaian terbaru sekaligus buah dari perjalanan panjang yang dimulai Alifa sejak 2023.
Langkah Alifa di dunia taekwondo bermula pada September 2023. Saat itu, ia memberanikan diri mengikuti Purbalingga Open.
Debut tersebut langsung memberikan pengalaman penting. Alifa berhasil meraih juara tiga kategori Kyorugi Pemula Pra Cadet B Putri Under 39 kilogram.
Medali perunggu memang belum menjadi pencapaian tertinggi. Namun, dari podium itulah perjalanan Alifa sebagai atlet muda mulai menemukan arah.
Setelah pertandingan pertamanya, latihan rutin menjadi bagian dari kesehariannya.
Teknik terus diasah, kondisi fisik dijaga, dan keberanian menghadapi lawan dibangun melalui latihan maupun pertandingan.
Bagi seorang atlet muda, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses perkembangan.
Setiap pertandingan memberikan pelajaran berbeda, termasuk bagaimana menghadapi tekanan, menjaga konsentrasi, serta menerapkan teknik yang telah dipelajari selama latihan.
Alifa pun terus menjalani proses tersebut.
Perjalanan Alifa tidak berhenti setelah meraih medali di Purbalingga. Ia terus berlatih dan menambah pengalaman bertanding.
Pada Juni 2026, Alifa kembali naik podium dalam International Gelora Taekwondo Championship di Yogyakarta. Kali ini, ia meraih medali perunggu pada kategori Kyorugi Cadet U47 Female.
Hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Alifa. Dua pengalaman podium dalam rentang perjalanan kariernya menunjukkan bahwa proses latihan mulai memberikan hasil.
Tidak lama berselang, pencapaian yang lebih tinggi akhirnya datang.
Pada akhir Agustus 2026, Alifa tampil dalam Olympia Indonesia Taekwondo Challenge Piala KONI Pusat di GOR Satria Purwokerto.
Di kategori Kyorugi Pra Cadet Putri Under 50 kilogram, ia mampu melewati persaingan dan merebut posisi pertama.
Perjalanan dari juara tiga pada 2023 hingga juara satu pada 2026 menjadi gambaran perkembangan Alifa dalam menekuni olahraga taekwondo.
Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Parakancanggah, Banjarnegara, Alifa mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.
Medali emas yang diraihnya tidak membuatnya ingin berhenti berlatih. Sebaliknya, prestasi tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Alhamdulillah, semua ini juga berkat dukungan sekolah, pembina dan pelatih dan pastinya orang tua. Saya sungguh terima kasih. Ke depannya, saya ingin terus mengembangkan bakat dan berharap bisa meraih prestasi lebih tinggi. Maka saya terus latihan,” kata Alifa.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa bagi Alifa, kemenangan bukanlah tujuan akhir. Medali justru menjadi bagian dari proses panjang untuk mencapai target berikutnya.
Ia masih berada pada tahap awal perjalanan sebagai atlet. Karena itu, konsistensi latihan dan pengalaman bertanding menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya.
Di balik pencapaian Alifa, terdapat dukungan keluarga yang terus diberikan sejak awal dirinya menekuni taekwondo.
Ayah Alifa, Alif Rachman Maulana, mengatakan orang tua berusaha mendukung pilihan putrinya selama dijalani dengan serius dan tetap memperhatikan tanggung jawab sebagai pelajar.
Menurutnya, disiplin latihan menjadi salah satu hal yang terus dijaga. Dukungan keluarga diberikan agar Alifa dapat mengembangkan kemampuan di bidang olahraga tanpa mengesampingkan pendidikan.
“Sebagai orang tua, kami selalu mendukung. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu anak kami,” ujar Alif.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet muda.
Selain membutuhkan latihan yang konsisten, seorang pelajar yang menekuni olahraga prestasi juga harus mampu membagi waktu antara pendidikan dan latihan.
Dukungan terhadap prestasi Alifa juga datang dari SMP Negeri 1 Banjarnegara.
Bagi Alifa, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang pelajaran.
Kepala SMP Negeri 1 Banjarnegara, Purnomo, mengatakan sekolah mendorong siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Prestasi Alifa diharapkan tidak hanya menjadi catatan pribadi. Keberhasilannya juga dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani menemukan dan mengembangkan bakat yang mereka miliki.
“ tentunya sekolah ikut bangga. Keberhasilan Alifa Bilqis ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung bakat dan minat siswa,” pungkas Purnomo.
Perjalanan Alifa Bilqis Fadilah memperlihatkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kemenangan pertama.
Perjalanannya justru dimulai dari keberanian untuk mencoba. Pada September 2023, ia turun dalam Purbalingga Open dan membawa pulang medali perunggu.
Tiga tahun kemudian, Alifa berhasil mencapai podium tertinggi dalam ajang Olympia Indonesia Taekwondo Challenge Piala KONI Pusat.
Jarak antara dua pencapaian tersebut ditempuh melalui latihan, pertandingan, pengalaman, serta dukungan dari keluarga, sekolah, pembina dan pelatih.
Medali emas di GOR Satria Purwokerto kini menjadi pencapaian baru bagi Alifa. Namun, prestasi tersebut sekaligus menghadirkan tantangan berikutnya.
Alifa masih memiliki perjalanan panjang untuk menjaga konsistensi, meningkatkan kemampuan, dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Sebab, ketika suara pertandingan telah berhenti dan medali sudah dibawa pulang, satu hal kembali menunggunya: latihan. (jud/stch/dda)