Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
RAPBD Cilacap 2027 Defisit 272,74 Miliar, Belanja Diproyeksi 3,14 Triliun
Wabup Banjarnegara Tekankan Disiplin dan Integritas ASN untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Wabup Banjarnegara Tekankan Disiplin dan Integritas ASN untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Wabup Banjarnegara Ingatkan Disiplin dan Integritas ASN Tak Boleh KendurWabup Banjarnegara Ingatkan Disiplin dan Integritas ASN Tak Boleh Kendur
PENGUATAN KEROHANIAN: Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali saat ceramah penguatan kerohanian bagi ASN

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menekankan pentingnya disiplin, integritas, karakter, dan spiritualitas bagi aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, kualitas pelayanan publik tidak cukup hanya ditopang kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan aparatur yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Pesan tersebut disampaikan Wakhid Jumali saat memberikan ceramah dalam Pengajian Rutin Kamisan bagi ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), Mal Pelayanan Publik (MPP), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banjarnegara di Aula Sasana Bhakti, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Banjarnegara memperkuat pembinaan kerohanian sekaligus membangun budaya kerja ASN yang lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dalam ceramahnya, Wakhid mengatakan ASN memiliki posisi penting sebagai pelayan masyarakat.

Karena itu, peningkatan kompetensi aparatur harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penguatan spiritualitas.

Menurut Wakhid, pemerintah daerah membutuhkan sumber daya manusia yang semakin baik, bukan hanya dari sisi kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi juga dari sikap dan karakter ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang kami butuhkan adalah bagaimana SDM ini lebih baik. Terlepas dari itu, tentu kita ikhtiar untuk melayani masyarakat, bagaimana menyejahterakan masyarakat,” kata Wakhid.

Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara rutin dapat menjadi pengingat bagi ASN sebelum menjalankan tugas.

Dengan demikian, pekerjaan pemerintahan tidak hanya dipandang sebagai rutinitas administratif, tetapi sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Wakhid juga mengajak ASN untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Menurutnya, nilai spiritual dapat menjadi landasan dalam menjaga integritas dan mendorong aparatur untuk memberikan pelayanan secara lebih baik.

“Mudah-mudahan dapat meningkatkan keislaman, ketakwaan, spiritualitas, dan integritas kita, agar pelayanan kita kepada masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Wakhid menegaskan kegiatan pembinaan kerohanian tetap harus ditempatkan secara proporsional.

Pengajian rutin bagi ASN tidak boleh mengganggu tugas utama aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, kegiatan tersebut dikemas secara singkat sehingga ASN tetap dapat mengikuti pembinaan sekaligus menjalankan pekerjaan sesuai tanggung jawab masing-masing.

“Pengajian tidak akan lama-lama. Kalau saya panjang-panjang nanti mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” lanjut Wakhid.

Penekanan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan spiritual dan pelayanan publik diharapkan dapat berjalan beriringan.

ASN tetap memiliki kewajiban memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, baik, dan profesional.

Bagi Pemkab Banjarnegara, penguatan karakter aparatur menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemerintahan.

Disiplin diperlukan agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai aturan dan waktu, sedangkan integritas menjadi dasar agar ASN menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab.

Selain mengingatkan pentingnya disiplin dan integritas, Wakhid mengajak ASN membangun kebiasaan positif sebelum memulai pekerjaan.

Salah satunya melalui doa dan pembiasaan menghayati Asmaul Husna secara istiqamah.

Ia berharap kebiasaan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan ASN merupakan bagian dari amanah pelayanan kepada masyarakat.

Pengajian Kamisan pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan keagamaan semata.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat melayani.

Pemkab Banjarnegara menyebut pengajian rutin tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap penguatan kerohanian ASN.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, aparatur diharapkan memiliki keseimbangan antara profesionalitas dalam bekerja dan karakter dalam menjalankan tugas.

Pengajian Rutin Kamisan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, para Kepala Bagian Setda, serta ASN dari lingkungan Sekretariat Daerah, MPP, dan Dinkominfo Banjarnegara.

Kehadiran jajaran pejabat dan ASN dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya integritas aparatur.

Pelayanan publik menjadi salah satu wajah utama pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat.

Karena itu, kualitas aparatur menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Disiplin, profesionalitas, integritas, dan spiritualitas diharapkan dapat menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaan tugas ASN.

Dengan begitu, aparatur tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan secara administratif, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memberikan pelayanan yang bertanggung jawab.

Pesan Wakhid tersebut juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan proses yang menyeluruh.

Kompetensi teknis tetap diperlukan, tetapi harus diperkuat dengan karakter dan etika kerja.

Melalui pengajian rutin, Pemkab Banjarnegara berharap ASN semakin memahami kedudukannya sebagai pelayan masyarakat.

Pada akhirnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur diharapkan dapat bermuara pada pelayanan publik yang semakin baik serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banjarnegara. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
RAPBD Cilacap Tahun 2027 Defisit

RAPBD Cilacap 2027 Defisit 272,74 Miliar, Belanja Diproyeksi 3,14 Triliun