Iklan

Aryna Sabalenka Rela Kehilangan Nomor 1 Dunia demi Three-Peat US Open 2026

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, NEW YORK – Aryna Sabalenka menunjukkan ambisi besar untuk mempertahankan gelar US Open 2026.

Petenis Belarus tersebut bahkan mengaku rela kehilangan posisi nomor satu dunia asalkan mampu merebut gelar Grand Slam di Flushing Meadows untuk kali ketiga secara beruntun.

Ambisi tersebut tetap terbuka setelah Sabalenka memastikan tiket ke semifinal US Open 2026.

Ia harus melewati pertarungan ketat melawan Linda Noskova pada babak perempat final sebelum akhirnya menang dalam pertandingan tiga set.

Sabalenka mengalahkan Noskova dengan skor 7-6(1), 3-6, 7-6(7). Kemenangan tersebut sekaligus membawa petenis unggulan pertama itu ke semifinal US Open untuk keenam kalinya secara beruntun.

Di babak empat besar, Sabalenka akan menghadapi petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu duel paling menarik karena keduanya sudah beberapa kali bertemu di fase akhir US Open.

Posisi nomor satu dunia tidak lagi menjadi prioritas utama bagi Sabalenka.

Ia bahkan secara terbuka mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan kehilangan peringkat teratas jika hal tersebut berarti bisa memenangkan US Open untuk ketiga kalinya secara beruntun.

“Saya akan dengan senang hati kehilangan peringkat nomor 1 dunia dan memenangkan US Open. Itu akan luar biasa. Three-peat, kedengarannya bagus,” kata Sabalenka setelah mengalahkan Noskova.

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besarnya ambisi Sabalenka di Flushing Meadows.

Ia saat ini berstatus juara bertahan dua edisi terakhir dan memiliki kesempatan mencatatkan sejarah baru dalam kariernya.

Sabalenka memang sudah menguasai posisi puncak ranking WTA dalam waktu yang panjang.

Namun, peluangnya untuk mempertahankan posisi tersebut berakhir setelah Elena Rybakina berhasil melaju ke semifinal.

Perubahan posisi puncak ranking WTA dipastikan setelah Elena Rybakina mengalahkan Qinwen Zheng pada babak perempat final.

Rybakina bangkit setelah kehilangan set pertama dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 3-6, 6-1, 6-4.

Kemenangan tersebut memastikan petenis Kazakhstan itu menjadi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya.

Rybakina sekaligus mengakhiri dominasi Sabalenka di peringkat teratas. Sabalenka sebelumnya telah berada di posisi nomor satu dunia selama 99 pekan secara beruntun.

Dengan kondisi tersebut, Sabalenka kini bisa sepenuhnya mengalihkan perhatian pada target yang jauh lebih besar, yakni mempertahankan gelar US Open.

Bagi Sabalenka, kehilangan ranking nomor satu dunia bukan persoalan besar jika dirinya mampu menutup turnamen dengan gelar juara.

Sabalenka memiliki peluang mencatatkan three-peat US Open, yakni memenangkan turnamen yang sama selama tiga tahun berturut-turut.

Dua gelar sebelumnya diraih Sabalenka pada 2024 dan 2025. Jika kembali menjadi juara pada US Open 2026, ia akan menjadi salah satu petenis yang mampu mencatatkan prestasi tersebut dalam sejarah turnamen.

Kesempatan itu semakin terbuka setelah Sabalenka melewati perempat final dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat melawan Noskova.

Sabalenka sempat kehilangan set kedua, tetapi mampu bertahan dalam persaingan ketat pada set penentuan.

Ia akhirnya mengamankan kemenangan melalui tie-break dan memastikan tempat di semifinal.

Menurut situs resmi US Open, kemenangan atas Noskova membuat Sabalenka memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di US Open menjadi 18 pertandingan.

Target three-peat tersebut membuat Sabalenka memiliki motivasi ekstra. Ia tidak hanya berusaha mempertahankan gelar, tetapi juga berpeluang menorehkan catatan sejarah di salah satu turnamen Grand Slam paling bergengsi.

Langkah Sabalenka menuju final tidak akan mudah. Ia harus menghadapi Jessica Pegula pada babak semifinal.

Pegula lolos setelah mengalahkan rekan senegaranya, Emma Navarro, dengan skor 3-6, 6-4, 6-3.

Kemenangan tersebut membawa Pegula ke semifinal US Open untuk tahun ketiga secara beruntun.

Pertemuan Sabalenka dan Pegula juga memiliki sejarah panjang di Flushing Meadows.

Keduanya bertemu di final US Open 2024. Saat itu, Sabalenka keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Pegula 7-5, 7-5.

Setahun kemudian, keduanya kembali berhadapan, kali ini di semifinal US Open 2025.

Sabalenka kembali memenangkan pertandingan setelah bangkit dari kehilangan set pertama dengan skor 4-6, 6-3, 6-4.

Dengan demikian, duel semifinal 2026 akan menjadi pertemuan ketiga berturut-turut Sabalenka dan Pegula di semifinal atau final US Open.

Secara keseluruhan, Sabalenka juga memiliki keunggulan dalam rekor pertemuan. Ia memimpin head-to-head dengan Pegula 9-4.

Meski memiliki catatan kurang menguntungkan saat menghadapi Sabalenka di US Open, Pegula datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Petenis Amerika tersebut berhasil mencapai semifinal US Open untuk kali ketiga berturut-turut.

Ia juga sedang menjalani musim yang cukup kuat dan memiliki pengalaman menghadapi Sabalenka dalam berbagai kondisi.

Pada 2026, Pegula bahkan berhasil mengalahkan Sabalenka dalam semifinal turnamen lapangan rumput di Berlin.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Pegula menjelang pertemuan mereka di New York.

Pertandingan semifinal ini pun menjadi kesempatan bagi Pegula untuk membalas dua kekalahan sebelumnya dari Sabalenka di US Open.

Bagi Sabalenka, laga tersebut menjadi ujian penting dalam upaya mengejar gelar ketiga secara beruntun.

Sementara bagi Pegula, kemenangan akan membuka peluang meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya.

Semifinal tunggal putri US Open 2026 juga menghadirkan fakta menarik.

Untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2009, empat unggulan teratas berhasil mencapai semifinal sebuah Grand Slam.

Sabalenka sebagai unggulan pertama akan menghadapi Pegula yang menjadi unggulan ketiga.

Sementara itu, Rybakina sebagai unggulan kedua akan bertemu unggulan keempat, Coco Gauff.

Rybakina melaju setelah menyingkirkan Zheng Qinwen, sedangkan Gauff berhasil mengalahkan Mirra Andreeva melalui pertandingan sengit.

Situasi tersebut membuat persaingan menuju gelar US Open 2026 semakin menarik.

Sabalenka mengejar three-peat, Rybakina menjalani debut sebagai petenis nomor satu dunia, Pegula memburu gelar Grand Slam pertama, sedangkan Gauff berusaha kembali menjadi juara di turnamen yang pernah dimenanginya pada 2023.

Bagi Sabalenka sendiri, fokusnya sudah jelas. Posisi nomor satu dunia boleh berpindah tangan, tetapi gelar US Open masih berada dalam jangkauannya.

Jika mampu mengalahkan Pegula dan kemudian memenangkan final, Sabalenka tidak hanya mempertahankan gelar, tetapi juga mencatatkan three-peat US Open yang menjadi target utamanya di Flushing Meadows. (*/stch/dda)

Iklan