Iklan

Bawang Merah Brebes Diekspor ke Thailand, Pasar Petani Makin Luas

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Bawang merah asal Brebes, Jawa Tengah, mulai memperluas pasar hingga ke Thailand.

Ekspor komoditas hortikultura tersebut dilakukan setelah pemerintah memastikan kebutuhan bawang merah untuk pasar dalam negeri telah terpenuhi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas melepas pengiriman bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Brebes pada Sabtu (12/9/2026).

Ekspor tersebut menjadi langkah baru dalam memperluas pasar bawang merah Indonesia di kawasan regional.

Pemerintah berharap pembukaan pasar ekspor dapat memberikan lebih banyak pilihan pasar bagi petani sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan harga yang lebih baik.

Zulhas mengatakan ekspor bawang merah ke Thailand dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri dinilai telah terpenuhi.

Pemerintah kemudian mendorong peningkatan produksi agar petani tidak hanya bergantung pada pasar domestik.

Menurut Zulhas, perluasan pasar menjadi penting ketika produksi petani terus meningkat.

Pemerintah harus memastikan tambahan produksi tersebut memiliki saluran pemasaran sehingga tidak menyebabkan hasil panen kesulitan terserap.

“Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor,” ujar Zulhas dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).

Pengiriman ke Thailand juga menunjukkan bahwa bawang merah produksi petani Indonesia mulai memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar regional.

Selain Thailand, bawang merah asal Brebes sebelumnya telah menembus sejumlah negara lain, yakni Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses pasar bagi komoditas pertanian Indonesia.

Brebes merupakan salah satu sentra utama produksi bawang merah di Indonesia.

Kontribusinya mencapai sekitar 20 persen produksi bawang merah nasional dan sekitar 60 persen produksi bawang merah Jawa Tengah.

Luas tanam bawang merah di Kabupaten Brebes mencapai sekitar 30.000 hingga 35.000 hektare per tahun. Sementara produksi berada pada kisaran 300.000 hingga 350.000 ton per tahun.

Besarnya produksi tersebut membuat Brebes memiliki posisi penting dalam rantai pasok bawang merah nasional.

Karena itu, perkembangan pasar bawang merah Brebes tidak hanya berdampak kepada petani setempat, tetapi juga berkaitan dengan ketersediaan komoditas di tingkat nasional.

Dengan produksi yang besar, pemerintah melihat peluang pengembangan pasar ekspor sebagai salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut.

Namun, perluasan ekspor tetap harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan domestik.

Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan pasar dalam negeri menjadi dasar sebelum produksi diarahkan lebih luas ke pasar internasional.

Zulhas menekankan pentingnya kepastian pasar bagi petani. Peningkatan produksi harus diikuti dengan kemampuan menyerap hasil panen.

Menurutnya, jangan sampai petani berhasil meningkatkan produksi tetapi justru kesulitan menjual hasil panennya karena pasar terbatas.

Karena itu, pemerintah berupaya membangun keseimbangan antara pasar domestik dan ekspor.

Pasar dalam negeri tetap menjadi tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sedangkan pasar luar negeri menjadi tambahan ruang pemasaran ketika produksi mencukupi.

“Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Zulhas.

Strategi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian yang lebih baik bagi petani ketika menentukan produksi.

Dengan pasar yang semakin luas, petani memiliki peluang untuk meningkatkan skala usaha dan menjaga keberlanjutan produksi.

Selain ekspor, pemerintah juga mendorong penguatan pasar bawang merah di dalam negeri.

Salah satu saluran penyerapan yang didorong adalah kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu saluran untuk menyerap produksi petani ketika pasokan bawang merah meningkat.

Penguatan pasar domestik menjadi penting agar ekspor tidak menjadi satu-satunya pilihan ketika produksi melimpah.

Dengan adanya beberapa saluran penyerapan, fluktuasi permintaan di salah satu pasar diharapkan dapat diimbangi oleh pasar lainnya.

Pemerintah dengan demikian berupaya menjaga ekosistem bawang merah dari sisi hulu hingga hilir.

Produksi petani perlu ditingkatkan, sementara pasar harus dipersiapkan agar hasil panen dapat terserap secara optimal.

Selain memperluas pasar, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bawang merah.

Salah satu fokusnya adalah penguatan sektor perbenihan. Upaya tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bibit impor sekaligus meningkatkan ketersediaan benih berkualitas.

Penguatan perbenihan dinilai penting karena kualitas bahan tanam menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas dan kualitas hasil panen.

Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan benih bawang merah berkualitas.

Salah satu contoh dilakukan melalui produksi benih varietas Bima Brebes di sejumlah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian perbenihan.

Dengan ketersediaan benih yang lebih baik, produksi diharapkan dapat meningkat sekaligus menghasilkan komoditas yang memenuhi standar pasar ekspor.

Masuknya bawang merah Brebes ke pasar Thailand menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia.

Thailand merupakan salah satu pasar regional yang dapat membuka peluang lebih luas bagi produk hortikultura Indonesia.

Keberhasilan memasuki pasar tersebut juga dapat menjadi pengalaman bagi pelaku usaha dan petani dalam memenuhi standar serta kebutuhan pasar internasional.

Pemerintah menilai peningkatan produksi, perbaikan tata kelola, penguatan perbenihan, dan perluasan pasar merupakan faktor penting dalam mengembangkan komoditas bawang merah.

Jika produksi meningkat tanpa diikuti pasar yang memadai, petani berisiko menghadapi persoalan penyerapan.

Sebaliknya, jika akses pasar berkembang tetapi produksi dan kualitas tidak mampu memenuhi permintaan, peluang ekspor juga sulit dipertahankan.

Karena itu, pengembangan bawang merah Brebes perlu dilakukan secara terintegrasi.

Petani membutuhkan dukungan produksi dan benih, sementara pelaku usaha membutuhkan akses pasar yang lebih luas.

Ekspor bawang merah Brebes ke Thailand menjadi salah satu langkah untuk memperluas pasar komoditas pertanian Indonesia.

Setelah kebutuhan domestik dinilai terpenuhi, pemerintah mendorong produksi agar semakin kuat dan mampu memenuhi permintaan dari pasar regional.

Dengan kontribusi besar terhadap produksi bawang merah nasional dan Jawa Tengah, Brebes memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu basis pengembangan komoditas tersebut.

Pemerintah berharap perluasan pasar dapat memberikan manfaat langsung bagi petani, terutama melalui pasar yang lebih luas dan peluang harga yang lebih baik.

Ke depan, penguatan perbenihan, peningkatan produktivitas, perbaikan tata kelola, serta pengembangan pasar domestik dan ekspor akan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan bawang merah Brebes.

Ekspor ke Thailand pun menjadi sinyal bahwa bawang merah Brebes tidak hanya memiliki peran sebagai komoditas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang untuk semakin dikenal dan bersaing di pasar regional. (*/stch/dda)

Iklan