Iklan

BMKG Prediksi Gempa Susulan Flores Masih Berlangsung 3-4 Minggu ke Depan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, FLORES  – Aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa utama magnitudo M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih terus berlangsung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan terjadi setelah gempa utama tersebut.

Hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 08.00 WIB, jumlah gempa susulan atau aftershock telah mencapai 5.089 kejadian.

BMKG memperkirakan aktivitas seismik tersebut belum akan segera berakhir. Rangkaian gempa susulan diprediksi masih dapat berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. mengatakan rangkaian gempa susulan Flores diperkirakan masih berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

“Kami memprediksi rangkaian gempa susulan (aftershock) ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan,” ungkap Wijayanto dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut Wijayanto, fase awal gempa susulan masih menunjukkan pola temporal yang cukup kompleks. Aktivitas gempa belum memperlihatkan pola peluruhan yang konsisten.

Kondisi tersebut membuat aktivitas seismik di wilayah terdampak masih perlu dipantau secara intensif.

Data monitoring BMKG menunjukkan aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama setelah gempa utama masih tergolong tinggi.

Pada hari pertama, tercatat 704 gempa dalam 24 jam. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua.

Selanjutnya, aktivitas gempa tercatat sebanyak 668 kejadian pada hari ketiga, 649 kejadian pada hari keempat, dan 627 kejadian pada hari kelima.

Namun, jumlah gempa kembali meningkat pada hari keenam hingga mencapai 802 kejadian dalam 24 jam.

Menurut BMKG, pola tersebut menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan masih bersifat dinamis dan belum sepenuhnya memasuki fase penurunan yang stabil.

Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, BMKG mendeteksi gempa dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

Sejumlah gempa susulan bahkan menimbulkan guncangan yang cukup kuat dan dirasakan masyarakat dengan intensitas IV hingga VI MMI.

Guncangan signifikan antara lain terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan M5,6.

Kemudian pada 20 Agustus pukul 05.45 WIB terjadi gempa berkekuatan M5,8. Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 09.47 WIB, Flores kembali diguncang gempa dengan kekuatan M5,8.

Rangkaian guncangan tersebut menimbulkan dampak lanjutan di sejumlah wilayah terdampak gempa utama.

Guncangan susulan yang cukup kuat menyebabkan kerusakan tambahan pada sejumlah bangunan dan jembatan yang sebelumnya telah terdampak gempa utama.

Selain itu, aktivitas gempa juga memicu tanah longsor di beberapa titik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat di wilayah terdampak masih menghadapi situasi pascabencana.

Gempa susulan dengan kekuatan signifikan dapat meningkatkan risiko terhadap bangunan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan.

Karena itu, pemantauan aktivitas seismik dan kondisi infrastruktur tetap diperlukan selama rangkaian gempa susulan berlangsung.

Gempa susulan kembali terjadi pada Sabtu (22/8/2026) pukul 08.31.01 WIB.

BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo M5,1 dengan kedalaman 16 kilometer. Gempa terjadi akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Lokasi gempa berada sekitar 64 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Hasil pemantauan BMKG juga menunjukkan adanya perubahan pola persebaran aktivitas gempa susulan.

Pada hari pertama hingga keempat, gempa bumi tercatat menyebar relatif merata di seluruh klaster dari wilayah timur hingga barat.

Namun, memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas seismik mulai lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat.

Sementara itu, aktivitas pada klaster bagian timur mulai menunjukkan penurunan intensitas secara bertahap.

Wijayanto mengatakan pergerakan fokus aktivitas tersebut menunjukkan bahwa rangkaian gempa susulan masih mengalami dinamika.

Dengan prediksi gempa susulan yang dapat berlangsung hingga empat minggu ke depan, pemantauan BMKG terhadap aktivitas seismik Flores akan terus dilakukan.

Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap waspada, terutama terhadap kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan akibat gempa utama maupun gempa susulan. (*/stch/dda)

Iklan