BANYUMASEKSPRES.ID, Kawasan Candi Borobudur direncanakan terus dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu dengan konsep seperti kawasan wisata internasional di Turki. Pengembangan ini tidak hanya menitikberatkan pada candi, tetapi juga menghubungkan berbagai potensi wisata di wilayah sekitarnya.
Konsep tersebut menjadikan Borobudur sebagai pusat wisata yang mampu menggerakkan daerah penyangga di sekitar kawasan. Wisatawan nantinya diharapkan tidak hanya berkunjung untuk melihat candi, tetapi juga menikmati berbagai pengalaman wisata lain.
Pengembangan kawasan Borobudur akan melibatkan lima daerah sekitar yang memiliki potensi wisata besar. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung.
Kelima daerah itu akan dikembangkan melalui konsep kawasan terpadu Keburejo-Gelangmanggung. Kerja sama ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata yang saling mendukung antarwilayah.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai potensi seperti wisata budaya, alam, desa wisata, hingga ekonomi kreatif masyarakat akan dikembangkan bersama. Strategi ini diharapkan mampu memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di kawasan Borobudur.
Pengembangan Borobudur mengikuti pola destinasi wisata dunia yang mengandalkan kawasan pendukung di sekitarnya. Destinasi utama menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk menjelajahi berbagai lokasi menarik lainnya.
Konsep seperti ini banyak diterapkan oleh negara yang berhasil mengelola sektor pariwisata secara berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat lokal.
Pemerintah menilai Borobudur memiliki peluang besar sebagai ikon wisata dunia. Karena itu, pengembangannya tidak hanya berfokus pada kunjungan wisata, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat hubungan antarwilayah wisata. Wisatawan yang datang ke Borobudur dapat diarahkan mengunjungi desa wisata, kawasan alam, pusat budaya, dan sentra produk lokal.
Pengembangan desa wisata menjadi bagian penting dalam rencana tersebut. Masyarakat sekitar akan didorong menjadi pelaku utama melalui usaha seperti homestay, kuliner, kerajinan, dan jasa pemandu wisata.
Selain memperkuat destinasi, pemerintah juga mendorong penyusunan agenda wisata bersama antarwilayah. Langkah ini dilakukan agar setiap daerah memiliki daya tarik unggulan yang saling melengkapi.
Kawasan Borobudur juga diarahkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Konsep tersebut mengutamakan keseimbangan antara pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai warisan budaya dunia, Candi Borobudur memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Namun, kawasan di sekitarnya juga memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman wisatawan.
Kabupaten Magelang sebagai lokasi utama Borobudur menjadi pusat pengembangan kawasan wisata. Sementara daerah sekitar memiliki berbagai potensi alam, budaya, dan kuliner yang dapat dikemas menjadi paket perjalanan menarik.
Kabupaten Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Kota Magelang memiliki daya tarik yang dapat mendukung perkembangan kawasan Borobudur. Sinergi antarwilayah menjadi faktor penting agar manfaat wisata tidak hanya terkumpul di satu daerah.
Badan Otorita Borobudur juga terus mendorong pengembangan kawasan wisata terpadu di sekitar Borobudur. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan Borobudur Highland sebagai kawasan wisata berbasis alam, budaya, dan rekreasi.
Melalui pengembangan tersebut, Borobudur diharapkan tidak lagi menjadi destinasi kunjungan singkat. Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas mulai dari wisata sejarah, petualangan alam, kuliner, hingga kehidupan masyarakat lokal.
Pengembangan kawasan Borobudur juga menjadi langkah untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Destinasi ini diharapkan mampu bersaing dengan kawasan wisata dunia melalui konsep pengelolaan yang terintegrasi.
Pemerintah berharap kerja sama lima daerah dapat menjadi fondasi kuat bagi kemajuan pariwisata kawasan Borobudur. Dengan dukungan infrastruktur, promosi, dan keterlibatan masyarakat, Borobudur berpotensi menjadi pusat wisata unggulan Indonesia. (mdr)