BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung hingga September.
Salah satu upaya yang telah disiapkan adalah penyediaan 100 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami krisis air akibat kekeringan.
Persiapan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak musim kemarau yang setiap tahun berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih, terutama di sejumlah desa yang selama ini menjadi daerah langganan kekeringan.
Dengan adanya cadangan air tersebut, BPBD berharap proses distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat ketika kebutuhan masyarakat mulai meningkat.
Humas BPBD Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, menjelaskan bahwa penyediaan 100 tangki air bersih berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggaran tersebut disiapkan khusus untuk mendukung penanganan darurat apabila terjadi kekeringan di berbagai wilayah Kabupaten Kebumen.
Menurut Heri, jumlah tersebut merupakan tahap awal dari upaya penanganan.
Apabila kondisi kekeringan berkembang lebih luas dibandingkan perkiraan awal, BPBD akan memperkuat pasokan air bersih melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun dukungan dari pihak ketiga.
Kolaborasi dengan sektor swasta dinilai penting untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi apabila jumlah wilayah terdampak terus bertambah selama musim kemarau berlangsung.
Dengan demikian, distribusi air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung hingga bulan September.
BPBD menjadikan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya sebagai dasar dalam menyusun strategi penanganan kekeringan.
Pada tahun 2024, Kabupaten Kebumen mengalami salah satu musim kemarau paling berat dalam beberapa tahun terakhir.
Saat itu sebanyak 57 desa yang tersebar di 14 kecamatan mengalami krisis air bersih.
Dampaknya dirasakan oleh sekitar 11.923 kepala keluarga atau hampir 48 ribu jiwa yang membutuhkan bantuan air bersih dari pemerintah.
Sementara itu, kondisi pada musim kemarau tahun 2025 relatif lebih baik.
Berdasarkan data BPBD, hanya dua desa di dua kecamatan yang mengalami kekeringan sehingga kebutuhan distribusi air bersih dapat ditangani dengan lebih mudah.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kekeringan sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan curah hujan setiap tahunnya.
Meski distribusi air bersih belum dimulai, BPBD mengungkapkan bahwa sejumlah desa sudah mengajukan permohonan bantuan.
Pengajuan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan verifikasi sekaligus menyusun prioritas wilayah yang akan menerima bantuan apabila kondisi kekeringan semakin memburuk.
Sebagai bagian dari persiapan, BPBD telah menurunkan tim untuk melakukan survei langsung ke desa-desa yang mengajukan bantuan.
Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa proses pendistribusian air nantinya dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Survei lapangan meliputi pemeriksaan akses jalan menuju lokasi, kesiapan tempat penampungan air bersih, hingga perhitungan kebutuhan riil masyarakat berdasarkan jumlah penduduk dan kondisi sumber air di masing-masing desa.
Data tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan jumlah distribusi air bersih agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Apabila seluruh tahapan persiapan telah selesai, BPBD menargetkan penyaluran bantuan air bersih mulai dilakukan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Jadwal tersebut tetap bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca serta tingkat kekeringan di lapangan.
BPBD Kabupaten Kebumen juga mengimbau masyarakat untuk mulai menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung.
Penghematan penggunaan air, menjaga sumber mata air, serta melaporkan kondisi kekeringan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih menjadi langkah penting dalam menghadapi musim kemarau.
Dengan persiapan yang matang, dukungan anggaran daerah, serta kolaborasi bersama berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat tetap terpenuhi sehingga dampak kekeringan terhadap aktivitas sehari-hari dapat diminimalkan selama musim kemarau 2026. (mam/stch/dda)