BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam persiapan menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap telah melaksanakan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026.
Pelatihan ini dimulai pada tanggal 2 dan akan berlanjut hingga tanggal 14 Juni 2026.
Kegiatan ini diharapkan mampu mempersiapkan petugas sensus dengan baik sebelum mereka terjun ke lapangan, sekaligus memastikan kualitas data yang akan dihasilkan.
Sebanyak 2.077 peserta terdaftar untuk mengikuti pelatihan ini, yang dibagi menjadi empat gelombang dan dilaksanakan di lima lokasi berbeda, yaitu Hotel NS, Hotel Dafam, Hotel Sindoro, Hotel Noola, dan Hotel Azana.
Setiap gelombang terdiri dari 22 kelas yang dilaksanakan secara paralel. Hal ini bertujuan agar semua petugas dapat memperoleh pemahaman yang cukup mengenai konsep, metodologi, serta penggunaan instrumen yang digunakan dalam Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kabupaten Cilacap, Suswandi, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah krusial dalam memastikan kualitas data yang dihasilkan dalam Sensus Ekonomi 2026.
“Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 merupakan tahapan strategis untuk membekali petugas dengan pemahaman konsep, metodologi, serta teknik pendataan yang benar guna menghasilkan data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan dapat dipercaya sebagai dasar perencanaan pembangunan,” ungkapnya.
Dalam sesi pelatihan ini, para peserta diberikan pengetahuan mendalam mengenai berbagai aspek penting terkait sensus.
Materi yang diajarkan mencakup konsep dasar sensus ekonomi, klasifikasi usaha, teknik wawancara yang efektif, etika pengumpulan data serta penggunaan aplikasi pendataan modern yang akan diterapkan di lapangan.
M. Anwar Solichin, Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Cilacap menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran proses pelatihan ini, BPS melibatkan total 28 narasumber dan instruktur.
“Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 18 orang dari BPS Kabupaten Cilacap sendiri, ditambah 4 orang dari BPS Provinsi Jawa Tengah serta 6 orang dari BPS Pusat,” lanjutnya.
Keberadaan narasumber ini sangat penting karena mereka tidak hanya memberikan materi tetapi juga melakukan pendampingan praktik guna meningkatkan kompetensi petugas sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.
Sensus Ekonomi adalah kegiatan statistik berskala nasional yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS.
Melalui kegiatan ini, hasil sensus akan menjadi sumber data penting yang menggambarkan struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia.
Data tersebut akan menjadi dasar bagi penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah.
Dengan kata lain, hasil Sensus Ekonomi bukan hanya sekadar angka-angka statistik tetapi juga mencerminkan kondisi nyata perekonomian masyarakat Indonesia. (*/stch/dda)