Iklan

Cilacap Waspada Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Rumput dan Sampah

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Masyarakat Kabupaten Cilacap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau panjang 2026.

Kondisi cuaca yang kering membuat rumput, sampah, serta lahan mudah terbakar sehingga aktivitas sederhana yang memicu api dapat berkembang menjadi kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Taryo, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memunculkan api, terutama di kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering.

Menurutnya, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tugas petugas penanggulangan bencana.

Masyarakat memiliki peran penting karena sebagian kebakaran dapat dicegah sejak dari lingkungan tempat tinggal.

“Selain masalah air, masyarakat juga diminta aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membakar sampah atau rumput kering sembarangan,” ujar Taryo, Minggu (23/8/2026).

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari selama musim kemarau adalah membakar sampah maupun rumput kering secara sembarangan.

Pada kondisi lahan yang kering, api dapat dengan mudah merambat ke area lain, terutama apabila terdapat angin.

Api yang awalnya berasal dari pembakaran sampah dalam skala kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan.

Karena itu, masyarakat Cilacap diminta mencari cara yang lebih aman dalam menangani sampah dan rumput kering.

Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi menghasilkan api.

Kewaspadaan semakin penting apabila aktivitas dilakukan di dekat lahan pertanian, perkebunan, kawasan hutan, semak belukar, maupun area yang dipenuhi rumput kering.

Selain pembakaran sampah dan rumput, BPBD Cilacap juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Puntung rokok yang masih memiliki bara dapat menjadi sumber api ketika dibuang ke rerumputan atau lahan yang kering.

Meski terlihat sebagai sumber api kecil, kondisi lingkungan selama musim kemarau membuat risiko penyebaran api menjadi lebih tinggi.

Masyarakat yang berada di kawasan dengan vegetasi kering perlu memastikan tidak ada sumber api yang tertinggal setelah melakukan aktivitas di luar rumah.

Hal tersebut merupakan langkah sederhana, tetapi dapat membantu mencegah kebakaran sejak dini.

BPBD Cilacap juga meminta warga segera melapor apabila melihat titik api, kepulan asap, atau indikasi kebakaran di sekitar lingkungan mereka.

Pelaporan sejak awal sangat penting karena petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api membesar dan meluas ke area lain.

Taryo menegaskan masyarakat tidak perlu menunggu sampai kebakaran menjadi besar untuk melapor.

Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan.

“Kalau ada titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar,” pungkasnya.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau panjang 2026.

Menurut Taryo, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Pemerintah dan petugas dapat melakukan pemantauan serta penanganan, tetapi masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lingkungan dan dapat membantu mencegah munculnya sumber api.

Karena itu, edukasi mengenai bahaya kebakaran perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

Orang tua dapat mengingatkan anggota keluarga agar tidak bermain api di area terbuka, membakar sampah sembarangan, maupun membuang puntung rokok di tempat yang mudah terbakar.

“Kami meminta masyarakat tidak lengah. Langkah kecil dari lingkungan keluarga sangat berarti untuk mengurangi dampak kemarau panjang ini,” kata Taryo.

Kondisi musim kemarau yang panjang membuat kewaspadaan harus dijaga secara konsisten.

Masyarakat tidak hanya diminta waspada ketika sudah terjadi kebakaran, tetapi juga aktif melakukan pencegahan.

Potensi karhutla di Cilacap selama musim kemarau 2026 menjadi perhatian karena kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penyebaran api.

Kebakaran yang tidak segera ditangani juga berpotensi menimbulkan asap dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Oleh sebab itu, kesadaran warga menjadi salah satu kunci utama dalam mengurangi risiko bencana kebakaran hutan dan lahan.

BPBD Cilacap mengajak masyarakat menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang dapat memicu api, serta segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan titik kebakaran.

Dengan kewaspadaan bersama, potensi kebakaran selama musim kemarau panjang diharapkan dapat ditekan.

Masyarakat juga diimbau tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun karena kondisi lahan kering dapat membuat api berkembang dengan cepat. (*/stch/dda)

Iklan