Iklan

Damkar Purbalingga Evakuasi Anjing Agresif yang Melukai Pemilik dan Keluarganya

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Seekor anjing peliharaan mendadak bersikap agresif dan menyerang pemiliknya di Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Kamis (9/7/2026).

Insiden tersebut membuat pemilik mengalami beberapa luka gigitan hingga akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengevakuasi hewan tersebut.

Pemilik anjing, Raffaelo, mengaku peliharaannya yang sebelumnya jinak tiba-tiba berubah menjadi agresif. Anjing berwarna putih dan oranye itu beberapa kali menggigit dirinya di sejumlah bagian tubuh.

Kondisi tersebut juga membuat anggota keluarga lainnya merasa terancam sehingga diputuskan untuk meminta bantuan petugas.

Permohonan evakuasi disampaikan kepada Pos Damkar Purbalingga melalui layanan WhatsApp.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi untuk mengamankan anjing agar tidak kembali menyerang penghuni rumah maupun warga sekitar.

Kasatpol PP Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima laporan dari pemilik anjing.

“Pemilik anjing meminta untuk dievakuasi, karena sudah sempat melukai pemilik dan keluarganya,” katanya, Kamis (9/7).

Setibanya di lokasi, petugas menghadapi tantangan karena anjing yang agresif memilih bersembunyi di sudut kamar rumah.

Selain terus menunjukkan perilaku menyerang, anjing tersebut juga berusaha menghindari proses penangkapan sehingga petugas harus bekerja dengan sangat hati-hati.

Untuk mengurangi risiko cedera, petugas menggunakan jaring penangkap khusus saat melakukan evakuasi.

Setelah beberapa kali mencoba, anjing akhirnya berhasil diamankan meski tetap melakukan perlawanan ketika sudah berada di dalam jaring.

Petugas kemudian berupaya menenangkan kondisi hewan tersebut sebelum memindahkannya ke dalam kandang besi yang telah disiapkan oleh pemilik.

Langkah ini dilakukan agar anjing tidak kembali lepas dan membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Seluruh proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga akhirnya situasi berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban tambahan.

Menurut Raditya, tindakan cepat dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus untuk menjaga keselamatan penghuni rumah dan lingkungan sekitar.

Anjing yang menunjukkan perilaku agresif berpotensi membahayakan apabila tidak segera diamankan.

Pihak Damkar juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila memiliki hewan peliharaan yang mendadak berubah agresif atau berpotensi membahayakan.

Penanganan yang dilakukan oleh petugas diharapkan dapat meminimalkan risiko cedera serta menjaga keamanan lingkungan.

Perubahan perilaku hewan peliharaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan, stres, rasa takut, hingga gangguan lainnya.

Karena itu, pemilik disarankan segera berkonsultasi dengan dokter hewan apabila mendapati hewan peliharaannya menunjukkan tanda-tanda agresivitas yang tidak biasa.

Melalui penanganan yang cepat dan tepat, insiden seperti ini diharapkan dapat segera diatasi sehingga tidak membahayakan pemilik, keluarga, maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian. (tya/stch/dda)

Iklan