Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
50 Pekerja Industri Rokok Banjarnegara Ikuti Pelatihan Blending Tembakau Selama 11 Hari
Bupati Purbalingga Ajak Perusahaan Optimalkan Program Magang Nasional untuk Kurangi Pengangguran

Bupati Purbalingga Ajak Perusahaan Optimalkan Program Magang Nasional untuk Kurangi Pengangguran

Pengangguran Terbuka Capai 4,83 PersenPengangguran Terbuka Capai 4,83 Persen
PROGRAM MAGANG : Bupati Purbalingga membuka Sosialisasi Program Magang Nasional di Pendapa Dipokusumo, Rabu (8/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berupaya menekan angka pengangguran dengan mendorong dunia usaha memanfaatkan Program Magang Nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Program ini dinilai mampu menjadi solusi bagi lulusan baru yang membutuhkan pengalaman kerja sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja berkualitas.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, saat membuka Sosialisasi Program Magang Nasional di Pendapa Dipokusumo, Rabu (8/7).

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Purbalingga masih menghadapi tantangan di sektor ketenagakerjaan.

Berdasarkan data tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah tersebut masih berada pada angka 4,83 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan.

Di sisi lain, lulusan SMK maupun perguruan tinggi juga masih menghadapi kesulitan memasuki dunia kerja karena minimnya pengalaman.

Sementara itu, banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, namun sering kali terbentur biaya perekrutan dan pelatihan tenaga kerja baru.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Purbalingga untuk memanfaatkan Program Magang Nasional sebagai salah satu solusi yang saling menguntungkan.

“Program ini tidak ada negatifnya. Justru memberikan benefit bagi peserta maupun perusahaan. Ini menjadi solusi untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan yang kita hadapi,” ujar Fahmi Muhammad Hanif.

Ia menjelaskan, melalui Program Magang Nasional, peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan di perusahaan yang menjadi mitra pemerintah.

Selama mengikuti program tersebut, peserta memperoleh uang saku sebesar Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang seluruhnya dibayarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Dengan skema tersebut, perusahaan dapat memperoleh tambahan tenaga kerja tanpa harus menanggung biaya gaji selama masa magang berlangsung.

“Dalam enam bulan, uang saku mereka ditanggung Kementerian Ketenagakerjaan. Ini tentu menjadi keuntungan bagi perusahaan,” katanya.

Bupati juga meminta seluruh perusahaan di Purbalingga untuk menginput sebanyak mungkin kebutuhan tenaga kerja melalui platform resmi Program Magang Nasional agar peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka.

Selain itu, ia berharap perusahaan memprioritaskan warga Kabupaten Purbalingga yang memenuhi persyaratan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat lokal.

“Tahun ini tersedia 150 ribu kuota secara nasional. Harapan kami Purbalingga bisa memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Herry Nugraha, menjelaskan bahwa pemerintah pada tahun 2026 menyediakan 150 ribu kuota Program Magang Nasional yang akan dilaksanakan dalam tiga tahap.

Selain memperoleh uang saku setara UMK, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Fasilitas tersebut meliputi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, pendampingan dari mentor profesional di perusahaan, sertifikat pemagangan, hingga sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis.

Program Magang Nasional diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri sehingga lulusan baru memiliki pengalaman kerja yang relevan sebelum memasuki pasar kerja secara penuh.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkab Purbalingga optimistis Program Magang Nasional mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi angka pengangguran terbuka, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
50 Pekerja Ikuti Pelatihan Blending Tembakau

50 Pekerja Industri Rokok Banjarnegara Ikuti Pelatihan Blending Tembakau Selama 11 Hari