BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Prestasi membanggakan ditorehkan dua siswa SMPN 2 Kutowinangun dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026.
M. Restu Syahruli dan Ahmad Zaki Al Bukhori berhasil menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Kebumen yang meraih medali di tingkat provinsi.
Keduanya tampil pada cabang olahraga atletik dan memberikan kontribusi berupa satu medali emas serta dua medali perak bagi Kabupaten Kebumen.
M. Restu Syahruli tampil impresif pada nomor lari 400 meter putra. Ia berhasil menjadi yang terbaik dan membawa pulang medali emas.
Tidak berhenti pada satu nomor, Restu kembali meraih medali melalui nomor estafet 4×100 meter putra.
Dalam nomor beregu tersebut, Restu berjuang bersama Ahmad Zaki Al Bukhori serta dua atlet pelajar lainnya dalam tim Kebumen.
Mereka berhasil mengamankan medali perak. Dengan demikian, Restu menyumbangkan satu emas dan satu perak, sementara Zaki turut membawa pulang satu perak.
Penampilan Restu di Stadion Jatidiri Semarang menjadi salah satu catatan penting bagi kontingen Kebumen pada Popda Jateng 2026.
Pada nomor lari 400 meter putra, siswa SMPN 2 Kutowinangun tersebut mampu menyelesaikan perlombaan dengan hasil terbaik sehingga berhak atas medali emas.
Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan Restu dalam bersaing pada ajang olahraga pelajar tingkat Jawa Tengah.
Keberhasilan itu juga menjadi kebanggaan bagi sekolah karena hasil yang diraih tidak hanya membawa nama SMPN 2 Kutowinangun, tetapi turut memberikan tambahan medali untuk Kabupaten Kebumen.
Setelah meraih emas di nomor individu, Restu kembali tampil dalam nomor estafet 4×100 meter putra.
Pada nomor tersebut, persaingan berlangsung secara beregu. Restu tidak berjuang sendirian karena bergabung bersama Ahmad Zaki Al Bukhori dan dua atlet pelajar lainnya dari kontingen Kebumen.
Hasilnya, tim estafet Kebumen berhasil meraih medali perak. Restu pun menambah koleksi medalinya menjadi satu emas dan satu perak dalam Popda Jateng 2026.
Bagi Ahmad Zaki Al Bukhori, keberhasilan meraih medali perak datang dari nomor estafet 4×100 meter putra.
Zaki menjadi salah satu anggota tim yang tampil bersama Restu. Keduanya yang sama-sama berasal dari SMPN 2 Kutowinangun mampu berkolaborasi dengan atlet pelajar lainnya hingga membawa tim Kebumen meraih posisi kedua.
Dengan hasil tersebut, dua siswa SMPN 2 Kutowinangun secara keseluruhan menyumbangkan tiga keping medali untuk kontingen Kebumen, yakni satu emas dan dua perak.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di lingkungan sekolah dapat memberikan hasil ketika didukung latihan yang konsisten dan kedisiplinan siswa.
Keberhasilan Restu dan Zaki di Popda Jateng 2026 tidak datang secara tiba-tiba. Sebelum mengikuti kompetisi tingkat provinsi, keduanya menjalani latihan rutin di bawah pembinaan atletik SMPN 2 Kutowinangun.
Pembina atletik sekolah, Arnindra, S.Pd., memberikan latihan secara terstruktur kepada para siswa.
Latihan dilakukan setiap sore setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Program latihan mencakup sejumlah aspek penting dalam atletik.
Mulai dari perbaikan teknik lari, peningkatan daya tahan fisik, hingga penguatan mental saat menghadapi pertandingan.
Latihan yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Bagi atlet pelajar, kemampuan fisik saja tidak cukup. Teknik, kedisiplinan menjalani latihan, serta kesiapan mental juga menjadi bagian yang perlu dibangun secara bertahap.
Pembinaan tersebut kemudian mendapatkan hasil ketika Restu mampu meraih medali emas pada nomor 400 meter dan kembali membantu tim estafet meraih perak.
Kepala SMPN 2 Kutowinangun, Akhmad Mitrawan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua siswanya.
Menurutnya, keberhasilan Restu dan Zaki menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, serta dukungan sekolah dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Prestasi ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan penuh dari sekolah, anak-anak kita mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di level provinsi,” katanya.
Akhmad berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi pribadi bagi Restu dan Zaki.
Ia ingin keberhasilan keduanya menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.
“Semoga prestasi ini menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi,” pungkasnya.
Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet pelajar.
Selain memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti latihan, sekolah juga memiliki peran dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pengembangan bakat di bidang olahraga.
Raihan tiga medali tersebut menjadi catatan membanggakan bagi keluarga besar SMPN 2 Kutowinangun.
Restu dan Zaki tidak hanya berhasil menunjukkan kemampuan mereka sebagai atlet pelajar, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kontingen Kabupaten Kebumen di ajang Popda Jawa Tengah 2026.
Bagi Restu, medali emas lari 400 meter menjadi pencapaian utama dalam kompetisi tersebut.
Sementara medali perak dari estafet 4×100 meter menunjukkan kemampuannya bekerja dalam tim.
Adapun bagi Zaki, medali perak menjadi hasil dari perjuangannya bersama tim estafet Kebumen.
Keberhasilan dua siswa tersebut juga memperlihatkan pentingnya pembinaan olahraga secara berkelanjutan di sekolah.
Latihan yang dilakukan setiap sore, ditambah dukungan pembina dan sekolah, menjadi bagian dari proses panjang sebelum akhirnya mereka tampil di kompetisi tingkat provinsi.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa SMPN 2 Kutowinangun lainnya untuk mengembangkan potensi masing-masing, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Dengan satu medali emas dan dua medali perak yang disumbangkan melalui cabang atletik, Restu dan Zaki turut mengharumkan nama SMPN 2 Kutowinangun sekaligus Kabupaten Kebumen di ajang Popda Jawa Tengah 2026.
Pencapaian itu menjadi hasil dari perpaduan antara ketekunan siswa, latihan yang terarah, pembinaan pelatih, serta dukungan lingkungan sekolah. (cah/stch/dda)