BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa konsep rumah layak huni di Indonesia kini tidak hanya diukur dari tersedianya listrik, air bersih, sanitasi, dan akses jalan.
Memasuki era transformasi digital, akses internet juga menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus tersedia di setiap kawasan permukiman.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan massal akad rumah dalam Program 3 Juta Rumah.
Kegiatan tersebut berlangsung serentak di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi.
Menurut Meutya, pembangunan kawasan perumahan tidak lagi cukup hanya menyediakan tempat tinggal yang nyaman.
Hunian masa kini harus mampu mendukung aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital.
“Program pembangunan rumah rakyat harus diikuti dengan hadirnya konektivitas digital. Kami pastikan konektivitas aman di hunian baru,” ujar Meutya, dikutip Minggu (2/8).
Meutya menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah kebutuhan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Internet kini menjadi sarana utama untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha, hingga mengakses berbagai layanan publik secara daring.
Karena itu, setiap kawasan perumahan baru diharapkan dirancang sebagai lingkungan yang terhubung dengan ekosistem digital.
Dengan koneksi internet yang memadai, penghuni dapat menjalankan berbagai aktivitas tanpa harus berpindah lokasi.
Menurutnya, pembangunan rumah yang terintegrasi dengan infrastruktur digital akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.
Untuk mendukung visi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus memperluas pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Meutya menyebut, hingga saat ini cakupan layanan 4G di kawasan permukiman Indonesia telah mencapai sekitar 97,45 persen.
Selain itu, pemerintah juga terus memperluas layanan fixed broadband agar masyarakat memperoleh akses internet yang lebih stabil dan berkualitas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur digital berjalan beriringan dengan pembangunan fisik, termasuk sektor perumahan.
“Visi Presiden Prabowo membangun Indonesia tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga kehidupan yang lebih produktif. Karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan digital harus berjalan bersama,” kata Meutya.
Menurut Meutya, kehadiran internet di kawasan hunian baru akan membuka lebih banyak peluang ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Dengan konektivitas yang baik, warga dapat bekerja secara jarak jauh (remote working), mengembangkan usaha berbasis rumah, memanfaatkan platform digital untuk pemasaran produk UMKM, hingga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan secara online.
Transformasi tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan ekonomi digital hingga ke kawasan permukiman baru.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, keberadaan internet juga menjadi pendukung penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di masa depan.
Pemerintah berharap Program 3 Juta Rumah tidak hanya mampu mengurangi kebutuhan rumah layak bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan kawasan permukiman yang siap menghadapi tantangan era digital.
Konsep hunian modern yang dikembangkan pemerintah mengedepankan integrasi antara pembangunan fisik dan infrastruktur digital sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai layanan berbasis teknologi secara lebih mudah.
Melalui perluasan jaringan internet dan peningkatan kualitas konektivitas nasional, pemerintah optimistis kawasan perumahan baru akan menjadi ruang hidup yang lebih produktif, inklusif, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, rumah tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal, melainkan juga pusat aktivitas belajar, bekerja, berwirausaha, dan mengakses layanan publik secara digital.
Pemerintah pun menargetkan pembangunan perumahan di masa depan mampu mendorong transformasi digital yang merata di seluruh Indonesia. (*/stch/dda)