Iklan

Gubernur BI Mundur Mendadak, Rupiah Tertekan Mendekati 18.000

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hingga menyentuh level Rp 17.980 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi pada perdagangan Senin pagi, 27 Juli 2026, ketika pasar merespons sentimen pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia.

Rupiah berada di bawah tekanan setelah kabar pengunduran diri mendadak Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia mencuat menjelang perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg dan Reuters, rupiah melemah 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada sesi sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp 17.963 per dolar AS.

Pergerakan rupiah di pasar spot hingga pukul 09:30 WIB menunjukkan rentang perdagangan yang cukup lebar pada Senin pagi tersebut.

Rupiah tercatat berada pada level tertinggi Rp 17.900 per dolar AS dan level terendah Rp 17.980 per dolar AS.

Sementara itu, data terbaru dari laman resmi Bank Indonesia mencatat posisi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate pada Senin.

JISDOR Bank Indonesia tercatat berada di level Rp 17.973 per dolar AS pada Senin pagi pukul 09:30 WIB.

Pergerakan rupiah tersebut berlangsung ketika pasar menghadapi ketidakpastian baru terkait perubahan kepemimpinan bank sentral Indonesia secara mendadak tersebut.

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo telah dikonfirmasi pemerintah menjelang pembukaan perdagangan pada Senin pagi tersebut.

“Presiden Prabowo telah menerima pengunduran diri tersebut,” kata Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi.

Setelah pengunduran diri tersebut, pemerintah menunjuk Wakil Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai gubernur sementara untuk sementara.

Keputusan tersebut menjadi perhatian pasar karena terjadi ketika nilai tukar rupiah sedang berada dalam tekanan terhadap dolar AS.

Destry Damayanti menyampaikan bahwa Perry Warjiyo memilih mengundurkan diri karena alasan pribadi, berdasarkan keputusan yang telah disampaikan.

Perry Warjiyo sebelumnya memulai masa jabatan lima tahun keduanya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tahun 2023 lalu.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, tekanan terhadap Perry Warjiyo meningkat seiring tuntutan penyelarasan kebijakan moneter dengan agenda pertumbuhan pemerintah.

Tekanan tersebut muncul setelah rupiah mencapai titik terendah sepanjang masa pada Juni, sehingga perhatian terhadap kebijakan bank sentral meningkat.

Kondisi tersebut membuat kebijakan Bank Indonesia menjadi sorotan pasar, terutama terkait arah suku bunga dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Pengunduran diri Perry Warjiyo juga terjadi hanya sepekan setelah Dewan Gubernur Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.

Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen dalam keputusan terakhir Dewan Gubernur.

Keputusan mempertahankan suku bunga tersebut berbeda dengan konsensus pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan dengan total 100 basis poin sejak Mei dalam rangkaian kebijakan moneter.

Kondisi pasar kemudian kembali menjadi perhatian setelah pergantian sementara kepemimpinan Bank Indonesia diumumkan menjelang pembukaan perdagangan Senin.

Pelemahan rupiah hingga Rp 17.980 per dolar AS menunjukkan tingginya respons pasar terhadap perkembangan terbaru Bank Indonesia tersebut.

Pergerakan mata uang rupiah juga mencerminkan perhatian pelaku pasar terhadap kesinambungan kebijakan moneter setelah perubahan kepemimpinan bank sentral.

Dengan adanya gubernur sementara, arah kebijakan Bank Indonesia menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar dalam perdagangan berikutnya.

Sentimen tersebut turut membayangi rupiah ketika pasar valuta asing memantau perkembangan kebijakan ekonomi dan moneter pemerintah Indonesia secara dekat.

Pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen perdagangan rupiah pada Senin pagi tersebut.

Sementara itu, level JISDOR sebesar Rp 17.973 per dolar AS menjadi acuan tambahan dalam melihat posisi rupiah hari tersebut.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan menjadi perhatian pasar setelah pemerintah menunjuk Destry Damayanti sebagai gubernur sementara Bank Indonesia.

Keputusan tersebut berlangsung setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen meski pasar sebelumnya mengantisipasi kenaikan.

Situasi tersebut membuat perkembangan kebijakan Bank Indonesia dan stabilitas rupiah menjadi perhatian utama dalam perdagangan valuta asing berikutnya. (vip)

Iklan