Iklan

Harga Oli Pertamina Naik Dua Kali dalam 2 Bulan, Prima XP Kini Tembus Rp70 Ribu per Liter

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam dua bulan terakhir, harga oli kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Beberapa jenis oli bahkan telah mengalami penyesuaian harga sebanyak dua kali sejak Mei 2026.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para pemilik kendaraan yang bergantung pada kualitas oli untuk menjaga performa mesin mereka.

Asisten Supervisor SPBU Kota Banjarnegara, Nandar Bayu, menjelaskan bahwa kenaikan harga oli ini terjadi hampir merata pada berbagai produk yang dipasarkan oleh Pertamina.

“Dalam dua bulan ini memang sudah naik dua kali. Yang pertama di bulan Mei, kemudian terakhir naik lagi di 4 Juni,” ungkap Nandar.

Kenaikan harga ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi pasar oli, seperti fluktuasi harga bahan baku dan permintaan yang tinggi.

Pada penyesuaian pertama, harga oli rata-rata bertambah antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per liter.

Sementara itu, pada penyesuaian terbaru, kenaikannya berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu per liter.

Produk oli Prima XP menjadi salah satu yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

Sebelum terjadi penyesuaian harga, produk tersebut dijual sekitar Rp 54 ribu per liter.

“Saat naik pertama, harganya menjadi Rp 59 ribu, kemudian sekarang sudah Rp 69 ribu per liter, hampir Rp 70 ribu,” jelas Nandar.

Kendati harga terus meningkat, minat konsumen terhadap produk oli tertentu tetap terjaga dengan baik.

Dalam pengamatan Nandar, ketika stok sempat kosong, sebagian pelanggan lebih memilih untuk menunggu ketersediaan produk tersebut dibandingkan beralih ke merek atau jenis lain.

“Peminat sejauh ini masih ada. Kemarin sempat kosong untuk jenis yang sama, lalu kami arahkan ke produk lain, tapi mereka tidak mau. Mungkin karena sudah cocok atau ada preferensi tertentu,” katanya.

Tren kenaikan harga saat ini bukan hanya terjadi pada satu atau dua jenis oli saja, tetapi hampir semua jenis oli yang dijual di SPBU mengalami hal serupa.

Hal ini tentu berdampak pada konsumen yang harus menyesuaikan kebutuhan perawatan kendaraan mereka dengan kondisi harga yang berlaku saat ini.

Kenaikan harga oli ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor eksternal dan internal yang berpengaruh pada industri otomotif dan pengolahan minyak.

Di tengah tingginya permintaan akan oli berkualitas untuk kendaraan bermotor, produsen harus mempertimbangkan biaya produksi dan distribusi yang kerap mengalami peningkatan akibat inflasi dan fluktuasi nilai tukar mata uang.

Dari sudut pandang konsumen, situasi ini membawa tantangan tersendiri dalam hal pengelolaan anggaran untuk perawatan kendaraan.

Masyarakat kini dituntut untuk lebih bijaksana dalam memilih produk dan memperhatikan kualitas oli yang digunakan agar tidak mengorbankan performa mesin kendaraan mereka.

Menyadari fakta tersebut, banyak pemilik kendaraan mulai mencari informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi oli yang tepat untuk kendaraan mereka agar dapat memaksimalkan penggunaan tanpa harus mengganti terlalu sering akibat kualitas oli yang tidak sesuai.

Selain itu, sebagian konsumen juga mulai mempertimbangkan alternatif produk lain meskipun ada kecenderungan untuk tetap setia pada merek tertentu yang telah terbukti memberikan performa terbaik.

Pentingnya edukasi mengenai perawatan kendaraan menjadi semakin relevan dalam konteks ini.

Dengan memahami manfaat masing-masing jenis oli serta bagaimana cara perawatannya dapat membantu pemilik kendaraan membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih produk sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. (far/stch/dda)

Iklan