Iklan

Harvard Ungkap Program-Program Studi Yang Mulai Kehilangan Daya Saing

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, Memilih jurusan kuliah sering kali menjadi keputusan besar yang menentukan arah masa depan seseorang.

Selain mempertimbangkan minat dan bakat, calon mahasiswa kini juga semakin memperhatikan prospek kerja dan kemampuan suatu bidang studi untuk bertahan menghadapi perubahan zaman.

Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi, telah mengubah peta dunia kerja secara signifikan.

Banyak profesi yang mengalami transformasi, bahkan tidak sedikit yang mulai tergantikan oleh sistem digital. Kondisi ini membuat pertanyaan mengenai jurusan kuliah yang masih relevan menjadi semakin penting.

Sejumlah penelitian dari akademisi Harvard menunjukkan bahwa beberapa jurusan yang sebelumnya dianggap menjanjikan ternyata menghadapi tantangan baru.

Bukan berarti jurusan tersebut tidak lagi berguna, melainkan lulusan dituntut untuk terus memperbarui keterampilan agar tetap kompetitif.

Studi yang dilakukan ekonom ketenagakerjaan Harvard, David J. Deming dan Kadeem Noray, menyoroti bahwa nilai ekonomi dari beberapa gelar terapan tradisional dapat menurun.

Hal ini disebabkan oleh seiring waktu apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, terdapat beasiswa PNS di bawah Bawaslu berkuliah gratis di UI 2026.

Daftar Jurusan Kuliah yang Dinilai Mulai Ketinggalan Zaman

Berikut beberapa jurusan yang disebut menghadapi tantangan besar di tengah perubahan dunia kerja modern.

1. Administrasi Bisnis Umum dan MBA

Gelar bisnis masih memiliki daya tarik, tetapi persaingan kerja semakin ketat. Banyak perusahaan kini lebih mengutamakan keterampilan spesifik dibanding sekadar gelar bergengsi.

2. Ilmu Komputer

Bidang ini memang menawarkan peluang besar pada awal karier. Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat mengharuskan lulusannya terus belajar bahasa pemrograman dan teknologi baru agar tidak tertinggal.

3. Teknik Mesin

Perubahan dalam industri manufaktur, otomatisasi, hingga relokasi pabrik ke berbagai negara membuat prospek beberapa posisi tradisional di bidang ini mengalami penyesuaian.

4. Akuntansi

Kemunculan software akuntansi berbasis AI mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan administratif. Karena itu, akuntan masa kini dituntut memiliki kemampuan analisis dan konsultasi bisnis yang lebih mendalam.

5. Biokimia

Jurusan ini memiliki dasar akademik yang kuat, tetapi jalur karier langsung setelah lulus cenderung terbatas apabila tidak dilanjutkan dengan pendidikan atau spesialisasi tambahan.

6. Psikologi

Lulusan psikologi tingkat sarjana sering kali membutuhkan pendidikan lanjutan untuk memperoleh peluang karier yang lebih luas, terutama pada bidang klinis.

7. Bahasa Inggris dan Humaniora

Jurusan humaniora mengalami penurunan peminat karena dianggap tidak memiliki jalur karier yang sejelas bidang terapan. Meski demikian, kemampuan komunikasi tetap menjadi aset penting.

8. Sosiologi dan Ilmu Sosial

Tantangan serupa juga dialami jurusan ilmu sosial. Banyak lulusan perlu mengembangkan keterampilan tambahan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

9. Sejarah

Bidang ini dikenal mampu membentuk kemampuan berpikir kritis. Namun, tingkat pendapatan awal lulusan sejarah umumnya lebih rendah dibanding beberapa jurusan profesional lainnya.

10. Filsafat

Kemampuan analitis yang diajarkan dalam filsafat sangat dihargai. Sayangnya, hubungan langsung antara gelar ini dengan pekerjaan tertentu tidak selalu terlihat jelas.

Jurusan yang Dinilai Lebih Adaptif terhadap Masa Depan

Harvard menekankan pentingnya keterampilan hibrida, yaitu perpaduan antara kemampuan teknis, kreativitas, dan kecerdasan sosial.

Pendekatan tersebut dinilai lebih mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Hal inilah yang menjadi pilihan lain dari sejumlah generasi muda dalam mengambil program studi.

Beberapa bidang studi yang dapat dipertimbangkan antara lain ilmu data dan analisis, karena permintaannya terus meningkat di berbagai sektor industri.

Selain itu, bidang kesehatan juga diproyeksikan tetap membutuhkan tenaga profesional dalam jumlah besar. Ilmu lingkungan dan studi keberlanjutan mulai mendapat perhatian karena isu perubahan iklim.

Sementara itu, pemasaran digital menawarkan peluang bagi mereka yang mampu menggabungkan kreativitas dengan pemanfaatan teknologi.

Tak kalah menjanjikan, kecerdasan buatan dan machine learning menjadi salah satu bidang yang berkembang pesat.

Jurusan yang mengintegrasikan teknologi dengan inovasi bisnis, seperti kewirausahaan berbasis teknologi, juga dinilai memiliki prospek yang menarik.

Pada akhirnya, tidak ada jurusan yang benar-benar “usang”. Kesuksesan karier lebih banyak ditentukan oleh kemampuan beradaptasi, kemauan belajar sepanjang hayat, serta kesiapan menghadapi perubahan.

Memilih jurusan tetap perlu disesuaikan dengan minat pribadi, tetapi dibarengi kesadaran bahwa keterampilan harus terus diperbarui agar tetap relevan di masa depan. (*/nds)

Iklan