BANYUMASEKSPRES.ID, MADRID – Ugo Ugochukwu berhasil merebut gelar juara FIA Formula 3 2026 setelah tampil gemilang pada seri terakhir di Madrid.
Pembalap Amerika Serikat itu sukses membalikkan keadaan setelah datang ke akhir pekan penentuan dengan tertinggal 15 poin dari Freddie Slater.
Ugochukwu yang membela Campos Racing akhirnya memastikan gelar setelah finis di posisi kedua pada balapan terakhir di sirkuit Madring, Minggu (13/9/2026).
Sementara itu, Slater yang sebelumnya menjadi pemimpin klasemen hanya mampu finis di urutan kedelapan.
Hasil tersebut membuat Ugochukwu mengakhiri musim dengan keunggulan 14 poin atas Slater.
Kesuksesan ini sekaligus mencatatkan sejarah karena Ugochukwu menjadi pembalap Amerika Serikat pertama yang menjuarai FIA Formula 3.
Persaingan gelar F3 2026 antara Ugochukwu dan Slater berlangsung ketat hingga seri terakhir.
Sebelum balapan di Madrid, Slater berada di posisi teratas klasemen dengan keunggulan 15 poin atas Ugochukwu.
FIA Formula 3 menyebut Madrid menjadi penentu dari persaingan gelar yang berlangsung sepanjang musim.
Slater memang tampil konsisten dalam sejumlah seri sebelumnya dan berhasil mengambil alih posisi puncak dari Ugochukwu setelah balapan di Budapest.
Namun, situasi berubah drastis pada akhir pekan terakhir di Madrid.
Ugochukwu mampu memanfaatkan setiap peluang, sementara Slater justru kehilangan momentum pada beberapa balapan awal.
Madrid sendiri merupakan venue baru dalam kalender FIA Formula 3 2026.
Sirkuit Madring menjadi lokasi penentuan gelar sekaligus menjadi panggung bagi Ugochukwu untuk membalikkan defisit poin yang sebelumnya dimiliki.
Harapan Slater untuk mempertahankan posisi teratas mulai mendapat tekanan setelah hasil kurang maksimal pada rangkaian balapan pertama di Madrid.
Pembalap Trident yang juga merupakan Audi Development Driver itu tidak mampu finis di zona poin pada dua balapan awal.
Salah satu hasil buruk terjadi ketika Slater gagal menyelesaikan balapan fitur setelah mengalami insiden di lintasan.
Di sisi lain, Ugochukwu tampil lebih konsisten. Pembalap Campos Racing tersebut mampu mengamankan hasil finis yang membuat jarak poin dengan Slater terpangkas secara signifikan.
Pada balapan pertama Madrid, Ugochukwu finis di posisi kesembilan dan berhasil memangkas dua poin dari Slater.
Saat itu, Slater masih memimpin dengan 141 poin, sedangkan Ugochukwu mengoleksi 128 poin.
Performa tersebut menjadi awal kebangkitan Ugochukwu pada akhir pekan penentuan.
Setelah menjalani dua balapan awal, persaingan kedua pembalap kembali semakin ketat.
Ugochukwu mampu menjaga peluang juara berkat hasil yang lebih baik dibandingkan Slater.
Situasi tersebut membuat balapan terakhir menjadi penentu mutlak. Slater tidak lagi memiliki keunggulan nyaman seperti ketika memasuki akhir pekan Madrid.
Tekanan semakin besar karena posisi start kedua pembalap juga berbeda. Ugochukwu memiliki posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan rivalnya dalam balapan penutup musim.
Ugochukwu memulai balapan terakhir dari posisi kedua. Sementara itu, Slater harus memulai lomba dari posisi kedelapan.
Kondisi tersebut membuat Ugochukwu memiliki peluang besar untuk mengamankan poin penting.
Sebaliknya, Slater membutuhkan hasil yang jauh lebih baik untuk membalikkan keadaan.
Balapan terakhir di Madrid akhirnya berjalan sesuai skenario yang menguntungkan Ugochukwu.
Tuukka Taponen berhasil meraih kemenangan pada Feature Race 2.
Ugochukwu finis di posisi kedua dan mengamankan poin yang dibutuhkan untuk memastikan gelar juara FIA Formula 3 2026.
Sementara itu, Slater tidak mampu melakukan perbaikan posisi secara signifikan.
Pembalap Inggris tersebut menyelesaikan balapan di urutan kedelapan.
Salah satu faktor yang menyulitkan Slater adalah karakteristik sirkuit Madring yang relatif sulit untuk melakukan manuver menyalip.
Dengan posisi awal yang kurang menguntungkan, Slater akhirnya tidak mampu mengejar posisi depan.
Ugochukwu sendiri mampu mempertahankan posisi kedua hingga melewati garis finis.
Restart safety car pada lap terakhir sempat menambah tekanan, tetapi pembalap Amerika tersebut berhasil menjaga posisinya.
Hasil itu memastikan Ugochukwu unggul 14 poin atas Slater dalam klasemen akhir.
Gelar F3 2026 memiliki arti khusus bagi Ugochukwu. Pembalap berusia 19 tahun tersebut menjadi pembalap Amerika Serikat pertama yang memenangkan FIA Formula 3.
Kesuksesan itu juga menjadi pencapaian penting bagi Campos Racing. Ugochukwu memberikan gelar juara pembalap F3 pertama bagi tim tersebut.
Campos sebelumnya juga telah mengamankan gelar konstruktor untuk musim 2026.
Nama Ugochukwu sebelumnya sudah cukup dikenal di dunia balap junior. Ia pernah menjadi bagian dari program junior McLaren sebelum melanjutkan kariernya di FIA Formula 3.
Kini, keberhasilannya menjadi juara F3 membuat Ugochukwu masuk dalam daftar pembalap yang menggunakan ajang tersebut sebagai salah satu tahapan menuju Formula 2 dan Formula 1.
Sejumlah juara F3 sebelumnya juga kemudian melanjutkan karier ke level tertinggi motorsport.
Nama seperti Oscar Piastri dan Gabriel Bortoleto menjadi contoh pembalap yang pernah menjuarai kategori tersebut sebelum tampil di Formula 1.
Bagi Freddie Slater, hasil di Madrid menjadi akhir yang mengecewakan setelah menjalani musim yang kompetitif.
Slater sebelumnya menunjukkan konsistensi tinggi sepanjang musim 2026. FIA Formula 3 mencatat pembalap Trident tersebut sempat meraih podium di setiap putaran sebelum memasuki seri terakhir.
Ia juga berhasil mengambil alih posisi puncak klasemen setelah seri Budapest.
Namun, performa kurang maksimal pada akhir pekan Madrid membuat keunggulan 15 poin yang dibawanya sebelum seri terakhir tidak mampu dipertahankan.
Slater akhirnya harus mengakhiri musim sebagai runner-up di belakang Ugochukwu.
Persaingan keduanya menjadi salah satu cerita utama Formula 3 2026. Ugochukwu dan Slater sama-sama menunjukkan performa kuat sepanjang musim sebelum gelar akhirnya ditentukan dalam balapan terakhir di Madrid.
Dengan kemenangan tersebut, Ugochukwu menutup musim 2026 dengan cara yang dramatis.
Ia berhasil membalikkan defisit 15 poin menjadi keunggulan 14 poin dan sekaligus mencatat sejarah sebagai juara FIA Formula 3 pertama asal Amerika Serikat. (*/stch/dda)