BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Popularitas Jalan Pandak-Sibalung di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, terus meningkat setelah kawasan tersebut ramai dikunjungi masyarakat.
Jalur yang semula hanya menjadi akses penghubung kini berkembang menjadi ruang publik baru yang dipadati warga untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati kuliner pada sore dan malam hari.
Di balik ramainya aktivitas tersebut, terdapat peran penting petugas kebersihan yang bekerja setiap hari agar kawasan tetap bersih dan nyaman.
Dua petugas kebersihan secara rutin menyapu jalan, mengangkut sampah, serta memastikan lingkungan tetap terjaga meski jumlah pengunjung terus bertambah.
Salah seorang petugas kebersihan, Poniman, mengatakan dirinya bersama seorang rekan bertugas membersihkan sampah di sepanjang ruas Jalan Pandak-Sibalung setiap malam dan pagi hari.
Jadwal tersebut dipilih agar sampah tidak menumpuk sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat yang datang ke kawasan tersebut.
Menurut Poniman, pekerjaan membersihkan sampah dilakukan ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang pada malam hari.
Waktu tersebut dinilai lebih efektif karena lalu lintas kendaraan lebih lengang sehingga proses penyapuan dan pengangkutan sampah dapat dilakukan dengan aman.
“Semalam kami sudah membersihkan sekitar tiga kandi sampah. Pagi harinya tinggal membersihkan sisa-sisa kecil seperti puntung rokok, remah makanan, dan sampah ringan lainnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, volume sampah mengalami peningkatan sejak Jalan Pandak-Sibalung menjadi viral dan ramai dikunjungi masyarakat.
Setiap pagi kawasan tersebut dipenuhi warga yang berolahraga, sedangkan pada sore hingga malam hari banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana sekaligus berbelanja di lapak para pedagang.
Meski jumlah sampah bertambah, Poniman mengaku tetap berupaya menjaga kebersihan kawasan agar masyarakat merasa nyaman saat beraktivitas.
Menurutnya, kebersihan merupakan salah satu faktor penting yang membuat ruang publik tetap diminati masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Pandak, Abbas Wahyudi, menjelaskan bahwa untuk sementara terdapat dua orang petugas yang ditugaskan menjaga kebersihan kawasan Jalan Pandak-Sibalung.
Keberadaan mereka merupakan hasil kerja sama antara para pedagang dan kalangan pemuda yang bersama-sama mengelola kebersihan kawasan.
Selain menyediakan petugas kebersihan, pengelola juga memasang berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
Salah satunya adalah pemasangan banner berisi ajakan menjaga kebersihan sekaligus larangan melakukan aksi kebut-kebutan sepeda motor.
Menariknya, setiap banner juga dilengkapi kantong sampah sehingga pengunjung dapat langsung membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang sering menjadi persoalan di ruang publik.
Abbas menjelaskan, saat ini telah dipasang sebanyak 12 banner ajakan menjaga kebersihan dan 10 banner larangan kebut-kebutan di sejumlah titik sepanjang Jalan Pandak-Sibalung.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan yang aman, tertib, sekaligus nyaman bagi seluruh pengunjung.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga memerlukan kesadaran masyarakat.
Pengunjung diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya serta mematuhi aturan yang telah dibuat bersama.
Ramainya Jalan Pandak-Sibalung memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Banyak pedagang memanfaatkan meningkatnya jumlah pengunjung untuk membuka usaha makanan, minuman, hingga berbagai produk lokal.
Karena itu, menjaga kebersihan kawasan menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya tarik lokasi tersebut.
Dengan adanya petugas kebersihan yang bekerja setiap hari, dukungan pemerintah desa, serta partisipasi masyarakat, Jalan Pandak-Sibalung diharapkan tetap menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, dan aman.
Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar kawasan yang kini menjadi salah satu destinasi favorit warga Banyumas tersebut dapat terus berkembang tanpa mengabaikan kebersihan dan kelestarian lingkungan. (fij/stch/dda)