BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Transformasi digital di dunia pendidikan terus berkembang, termasuk di lingkungan madrasah.
MAN 2 Banyumas menunjukkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui penerapan konsep smart classroom yang menjadi bagian dari pengembangan kelas unggulan riset dan sains.
Inovasi tersebut diperlihatkan kepada Chief of Field Office (CFO) UNICEF Indonesia, Tubagus Arie Rukmantara, dalam kunjungan ke MAN 2 Banyumas, Jumat (24/7).
Dalam kegiatan bertajuk talkshow interaktif “Madrasahku Seru, Mimpiku Melaju”, UNICEF Indonesia melihat langsung bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Kelas digital tersebut menjadi salah satu keunggulan MAN 2 Banyumas yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Madrasah Aliyah Plus Keterampilan di Jawa Tengah.
Kepala MAN 2 Banyumas, Muhamad Siswanto, mengatakan kelas riset dan kelas sains menjadi dua program unggulan yang telah menerapkan sistem smart classroom.
Berbagai perangkat pembelajaran berbasis digital digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Dua kelas unggulan ini kami persiapkan untuk anak-anak yang mampu bersaing diterima seleksi perguruan tinggi favorit di Indonesia dan luar negeri,” kata Siswanto.
Menurutnya, penerapan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya bertujuan mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi peserta didik.
Selain mengembangkan kelas berbasis riset dan sains, MAN 2 Banyumas juga memiliki sejumlah program vokasi yang berorientasi pada keterampilan praktis atau life skill.
Program tersebut dirancang agar siswa memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, Tubagus Arie Rukmantara bersama rombongan UNICEF Indonesia meninjau berbagai kelas keterampilan yang tersedia.
Beberapa program yang dikunjungi antara lain Tata Boga, Tata Busana, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Desain dan Furniture, serta Teknik Pendingin dan Tata Udara.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi MAN 2 Banyumas untuk memperlihatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan sesuai bidang masing-masing.
“Dari CFO UNICEF Indonesia melihat langsung kompetensi murid MAN 2 Banyumas. Alhamdulillah anak-anak kami di kelas vokasi full skill di bidangnya masing-masing,” ujar Siswanto.
Ia menjelaskan, pengembangan madrasah saat ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga membangun kemampuan siswa agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, CFO UNICEF Indonesia Tubagus Arie Rukmantara menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Menurut UNICEF, sekolah dan madrasah memiliki peran besar dalam memastikan anak-anak mendapatkan ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang melindungi hak-hak anak.
Siswanto menyampaikan bahwa kunjungan UNICEF memberikan pesan penting bahwa madrasah memiliki tanggung jawab lebih luas dalam mendidik generasi muda.
“Berbicara MAN bukan hanya soal pendidikan agama. UNICEF sangat peduli pada anak-anak dan madrasah wajib jadi tempat yang aman serta nyaman bagi semua murid,” pungkasnya.
Melalui penerapan smart classroom, penguatan kelas riset, serta pengembangan program vokasi, MAN 2 Banyumas terus berupaya menghadirkan model pendidikan yang menggabungkan teknologi, keterampilan, dan nilai-nilai karakter.
Transformasi tersebut diharapkan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, baik dalam dunia pendidikan tinggi maupun dunia profesional.
Kunjungan UNICEF Indonesia menjadi bentuk perhatian terhadap upaya madrasah dalam menciptakan pendidikan yang inovatif sekaligus ramah bagi anak. (yda/ads/stch/dda)
















