Iklan

Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kebumen, 0,4 Hektare di Karanggayam Terbakar

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kebumen di tengah puncak musim kemarau.

Kali ini, kebakaran melanda lahan seluas sekitar 0,4 hektare di Dukuh Situ, Desa/Kecamatan Karanggayam, Rabu malam (9/9/2026).

Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena kondisi kemarau membuat vegetasi dan lahan relatif kering sehingga api berpotensi lebih mudah meluas.

Beruntung, petugas gabungan berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke area lainnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil juga dilaporkan nihil.

Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak sampai mengancam rumah penduduk.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Budi Yuwono, petugas Perhutani yang juga menjabat Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Karanggayam.

Saat melakukan pemantauan, Budi melihat kepulan asap yang berasal dari lahan milik Tirta Wijaya, 70, warga Desa Karanggayam.

Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Karanggayam sekitar pukul 20.00 WIB.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel gabungan menuju lokasi.

Tim yang terlibat antara lain personel Polsek Karanggayam, Pamapta Polres Kebumen, Sat Samapta Polres Kebumen, Perhutani, serta Koramil 05/Karanggayam.

Kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Lokasi lahan yang terbakar sulit dijangkau kendaraan sehingga petugas harus berjalan kaki untuk mencapai titik kebakaran.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman secara manual.

Penanganan dilakukan bersama-sama agar api tidak meluas ke bagian lahan lainnya.

Medan yang sulit dilalui kendaraan membuat petugas tidak dapat mengandalkan akses kendaraan pemadam.

Karena itu, proses pemadaman dilakukan langsung oleh personel yang berada di lokasi.

Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan keberhasilan pemadaman tersebut membuat kebakaran tidak sampai meluas dan sulit dikendalikan.

“Lokasi lahan yang terbakar berada jauh dari permukiman penduduk. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil juga dilaporkan nihil,” ujar Kapolres, Kamis (10/9/2026).

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran tidak berdampak terhadap permukiman warga.

Meski demikian, petugas tetap bergerak cepat karena kebakaran lahan pada musim kemarau berpotensi berkembang apabila tidak segera ditangani.

Kebakaran lahan di Karanggayam menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran masih tinggi selama musim kemarau.

Kapolres Kebumen mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel di tingkat Polsek hingga Polres untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi potensi kebakaran.

Pemantauan diperlukan terutama di wilayah yang memiliki lahan kering dan kawasan yang rawan terjadi kebakaran.

Respons cepat juga menjadi penting agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Kebumen, kebakaran hutan dan lahan termasuk salah satu ancaman dengan kelas risiko tinggi.

Sejumlah kawasan di wilayah Kebumen, termasuk Karanggayam, memiliki area hutan dan lahan yang membutuhkan perhatian selama musim kemarau.

Karanggayam juga termasuk wilayah yang memiliki kawasan hutan produksi. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama ketika kondisi cuaca kering.

Selain mengandalkan kesiapsiagaan petugas, Kapolres Kebumen meminta masyarakat ikut berperan dalam mencegah kebakaran.

Warga diminta tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan kering.

Api dari aktivitas pembakaran yang tidak diawasi berpotensi menyebar ke lahan di sekitarnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk memastikan tungku maupun kompor sudah benar-benar dimatikan ketika meninggalkan rumah.

Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dari pencegahan kebakaran di tingkat masyarakat.

Kewaspadaan warga diperlukan karena petugas tidak mungkin memantau setiap titik secara terus-menerus.

Kapolres juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun mengalami kejadian kebakaran.

“Bila melihat atau mengalami kebakaran, kami imbau warga agar segera melaporkan kepada petugas agar bisa segera diatasi,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Kebakaran seluas sekitar 0,4 hektare di Dukuh Situ menunjukkan bahwa potensi karhutla masih perlu diwaspadai di Kebumen.

Penanganan yang cepat membuat api dapat dipadamkan sebelum merambat lebih luas.

Namun, kondisi musim kemarau tetap menjadi tantangan bagi petugas maupun masyarakat.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah yang tidak kalah penting dibandingkan pemadaman.

Masyarakat dapat membantu dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama di sekitar lahan kering dan kawasan hutan.

Koordinasi antara masyarakat, kepolisian, Perhutani, TNI, pemerintah daerah, serta unsur terkait juga diperlukan untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran.

Peristiwa di Karanggayam kali ini tidak menimbulkan korban maupun kerugian materiil.

Meski demikian, kejadian tersebut menjadi pengingat agar kewaspadaan tetap ditingkatkan selama musim kemarau belum berakhir.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan, potensi kebakaran diharapkan dapat ditekan.

Setiap laporan mengenai titik api juga perlu segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (cah/stch/dda)

Iklan