BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Hal tersebut diterapkan MTs Negeri 2 Kebumen melalui program “Kebun Madrasahku”, yang mengajak siswa terlibat langsung dalam kegiatan berkebun dan merawat lingkungan madrasah.
Program tersebut menjadi pengalaman menarik bagi para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran secara teori, tetapi juga belajar melalui aktivitas langsung di lingkungan sekolah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan siswa adalah membuat taman gantung. Pagar dan tembok madrasah dimanfaatkan sebagai media untuk menata berbagai tanaman sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih hijau dan tertata.
Selain tanaman hias, siswa juga menanam tanaman obat keluarga (TOGA).
Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan kepada murid mengenai pemanfaatan tanaman di lingkungan sekitar serta pentingnya menjaga dan merawatnya secara rutin.
Kegiatan “Kebun Madrasahku” juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama.
Mereka terlibat dalam proses penataan tanaman, merawat kebun, hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman.
Salah satu siswa MTs Negeri 2 Kebumen, Cinta Aisya Anandini, mengaku antusias mengikuti program “Kebun Madrasahku”.
Menurut Cinta, kegiatan berkebun memberikan pengalaman baru yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.
Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat memahami secara langsung pentingnya menjaga lingkungan.
Ia juga menilai aktivitas berkebun dapat membangun rasa tanggung jawab. Tanaman yang sudah ditanam membutuhkan perawatan secara rutin agar dapat tumbuh dengan baik.
“Kegiatan ini mengajarkan kami untuk bekerja sama dan bertanggung jawab,” ujar Cinta, kemarin (9/9).
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam merawat tanaman membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan.
Para siswa juga dapat belajar membagi tugas dan saling membantu ketika melakukan aktivitas di kebun madrasah.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti selama program berlangsung. Kebiasaan merawat tanaman dan menjaga kebersihan lingkungan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu daya tarik program “Kebun Madrasahku” adalah pembuatan taman gantung.
Konsep tersebut memungkinkan area pagar dan tembok madrasah dimanfaatkan sebagai ruang untuk menempatkan tanaman.
Pemanfaatan ruang secara kreatif membuat area madrasah yang sebelumnya tidak digunakan sebagai lahan tanam dapat memiliki fungsi baru.
Tanaman yang ditata juga membuat suasana lingkungan sekolah terlihat lebih hijau dan asri.
Tidak hanya memperindah lingkungan, keberadaan tanaman juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Siswa dapat mengamati pertumbuhan tanaman sekaligus memahami bahwa lingkungan membutuhkan perawatan secara berkelanjutan.
Jenis tanaman yang ditanam juga tidak hanya tanaman hias. Siswa turut menanam TOGA sehingga kegiatan tersebut memiliki nilai edukasi tambahan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka juga belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui langkah sederhana, salah satunya dengan menanam dan merawat tanaman.
Kepala MTs Negeri 2 Kebumen, Muhdir MPdI, mengapresiasi pelaksanaan program “Kebun Madrasahku”.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
Ia menyebut pembelajaran kolaboratif melalui kegiatan berkebun dapat membantu menumbuhkan sejumlah karakter positif pada diri murid.
“Kegiatan pembelajaran kolaboratif dengan tema ‘Kebun Madrasahku’ menjadi pembelajaran nyata untuk menumbuhkan kepedulian murid dalam cinta lingkungan, tanggung jawab, kreativitas, dan gotong royong,” kata Muhdir.
Menurutnya, kegiatan berkebun tidak hanya berkaitan dengan upaya membuat lingkungan madrasah menjadi lebih hijau.
Lebih dari itu, aktivitas tersebut dapat menjadi media untuk membangun karakter siswa.
Ketika bekerja bersama merawat tanaman, siswa belajar menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Mereka juga belajar berkomunikasi, bekerja dalam kelompok, serta menyelesaikan tugas secara bersama-sama.
Nilai gotong royong yang muncul dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan madrasah.
Muhdir berharap kegiatan perawatan kebun dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, hasil dari program “Kebun Madrasahku” tidak hanya terlihat ketika kegiatan berlangsung, tetapi dapat terus dirasakan oleh seluruh warga madrasah.
Perawatan rutin diperlukan agar tanaman yang sudah ditanam dapat tumbuh dan lingkungan madrasah tetap terjaga.
Para siswa pun diharapkan memiliki rasa memiliki terhadap taman dan tanaman yang mereka rawat bersama.
Keberlanjutan program juga diharapkan dapat menjadikan lingkungan MTs Negeri 2 Kebumen semakin hijau dan asri.
Area yang dipenuhi tanaman sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa.
“Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 2 Kebumen berupaya menciptakan lingkungan belajar yang hijau sekaligus menanamkan karakter positif kepada seluruh murid,” ujar Muhdir.
Program Kebun Madrasahku MTs Negeri 2 Kebumen pada akhirnya tidak hanya menghadirkan taman di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang menggabungkan pembelajaran, kepedulian lingkungan, kreativitas, tanggung jawab, dan gotong royong.
Dengan keterlibatan siswa sejak proses menanam hingga merawat tanaman, madrasah berharap kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi bagian dari keseharian para murid. (cah/stch/dda)














