BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS RAYA– Puncak musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air bersih di wilayah Banyumas Raya.
Ribuan warga di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga kini harus mengandalkan bantuan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jutaan liter air telah didistribusikan oleh pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, hingga relawan ke berbagai wilayah yang sumber airnya mulai mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman krisis air bersih saat musim kemarau masih menjadi persoalan yang harus diantisipasi.
Distribusi air terus dilakukan berdasarkan laporan dan permintaan dari desa-desa yang mengalami kekurangan pasokan air.
Di Kabupaten Banyumas, hingga Selasa (18/8/2026) pagi, dampak kekeringan telah menjangkau 39 desa dan kelurahan di 15 kecamatan.
Sebanyak 8.499 kepala keluarga atau 28.689 jiwa tercatat berada di wilayah yang terdampak kekurangan air bersih.
Kabid Darurat dan Logistik BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan, distribusi air bersih masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hingga saat ini, total air yang telah dikirimkan ke wilayah terdampak mencapai 1.528.000 liter dengan jumlah 313 ritase.
“Per pagi ini, air bersih yang sudah terkirim mencapai 1.528.000 liter. Tercatat ada 39 desa terdampak di 15 kecamatan, dengan 8.499 KK atau 28.689 jiwa,” ujarnya.
Penyaluran air bersih di Banyumas tidak hanya dilakukan oleh BPBD. Sejumlah lembaga dan organisasi turut membantu, antara lain BPJS Kesehatan, PDAM, PMI, Dompet Dhuafa, MDMC, BBWS Serayu, dan sejumlah pihak lainnya.
Seluruh bantuan yang disalurkan tetap dilaporkan melalui BPBD agar distribusi dapat tercatat dengan baik dan penanganan kekeringan berjalan secara terkoordinasi.
Menurut Abdul, kebutuhan air bersih masih cukup tinggi karena Agustus telah memasuki puncak musim kemarau.
“Agustus ini memang sudah memasuki puncak kemarau, sehingga kebutuhan air bersih masih cukup tinggi. Kami tetap melakukan dropping sesuai laporan dan permintaan dari wilayah terdampak,” katanya.
Meluasnya dampak kekeringan juga terlihat dari perbandingan data BPBD Banyumas.
Pada 5 Agustus 2026, tercatat sebanyak 33 desa di 14 kecamatan mengalami dampak kekeringan.
Dalam waktu kurang dari dua pekan, jumlah tersebut bertambah menjadi 39 desa dan kelurahan di 15 kecamatan.
Beberapa wilayah yang baru masuk daftar terdampak antara lain Desa Tlaga, Randegan, Gumelar Lor, Banter, Plana, dan Banjarparakan.
BPBD Banyumas pun terus menjadwalkan pengiriman air ke sejumlah wilayah berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Kondisi kekurangan air bersih juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara.
Hingga Senin (17/8/2026), sebanyak 32 desa dan enam kelurahan di 11 kecamatan tercatat mengalami krisis air bersih.
BPBD Banjarnegara mencatat sebanyak 6.156 kepala keluarga telah menerima bantuan air bersih. Total air yang telah didistribusikan mencapai 4.072.800 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan distribusi air masih terus dilakukan karena kebutuhan masyarakat belum berhenti.
“Total yang sudah kami distribusikan kepada masyarakat sekitar 4.072.800 liter air bersih dengan menyasar 6.156 kepala keluarga,” kata Aji, Selasa (18/8/2026).
Penyaluran dilakukan bersama PMI Banjarnegara dan relawan dengan menggunakan tujuh armada.
Kendaraan tersebut berasal dari BPBD, PMI, Dinas PUPR, serta kendaraan bak terbuka. Wilayah yang mengalami krisis air tersebar cukup luas.
Di antaranya Kecamatan Punggelan, Wanadadi, Purwareja Klampok, Susukan, Mandiraja, Purwanegara, Bawang, Pagedongan, Sigaluh, Banjarnegara, dan Madukara.
Pada Selasa (18/8/2026), distribusi kembali dijadwalkan menuju sejumlah desa, termasuk Gemuruh, Kebondalem, Majalengka, Wanadri, dan Serang di Kecamatan Bawang.
Pasokan juga diarahkan ke Desa Panerusan Kulon dan Derik di Kecamatan Susukan.
Sementara itu, penanganan kekeringan di Purbalingga telah memasuki hari ke-42.
Total air bersih yang telah disalurkan mencapai 2.487.000 liter atau setara 524 tangki.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon H melalui Sekretaris BPBD Kabupaten Purbalingga Aris Mulyanto mengatakan distribusi masih terus dilakukan ke wilayah terdampak.
“Hingga hari ke-42, total air bersih yang didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan sudah mencapai 2.487.000 liter,” katanya.
Distribusi air tersebut melibatkan 17 lembaga pengirim, mulai dari Pemkab Purbalingga, Kodim 0702 Purbalingga, BPJS Kesehatan Purwokerto, kepolisian, Kokam, Lazis Jateng, MDMC, Baznas, BBWSO, pemerintah desa, hingga sejumlah relawan.
Pemkab Purbalingga menjadi pihak dengan kontribusi distribusi terbesar, yakni 280 tangki atau sekitar 1,4 juta liter air.
Sementara Pemdes Sinduraja telah mengirimkan 85 tangki atau sekitar 340 ribu liter, sedangkan Relawan Pandansari mendistribusikan 55 tangki atau sekitar 275 ribu liter.
11.379 Warga Purbalingga Terdampak
Meski distribusi air terus dilakukan, BPBD Purbalingga mencatat belum terdapat tambahan wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Saat ini, wilayah terdampak masih tercatat sebanyak 26 desa di 11 kecamatan.
Jumlah warga yang terdampak mencapai 11.379 jiwa atau 3.102 KK.
Kekurangan air bersih bahkan turut dirasakan sejumlah fasilitas pendidikan. BPBD mencatat terdapat dua sekolah dan satu pondok pesantren yang terdampak.
Pada Selasa (18/8/2026), bantuan air kembali disalurkan ke enam desa, yakni Desa Karangasem Kecamatan Kertanegara, Karangjengkol Kecamatan Kutadsari, Sidareja Kecamatan Kaligondang, Tetel Kecamatan Pengadegan, Sangkanayu Kecamatan Mrebet, serta Kejobong Kecamatan Kejobong.
Kondisi kekeringan di tiga kabupaten tersebut menjadi perhatian karena puncak musim kemarau masih berlangsung.
Distribusi air bersih menjadi solusi sementara untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, sembari pemerintah dan berbagai pihak memantau perkembangan kondisi sumber air serta kemungkinan meluasnya wilayah terdampak.
Dengan meningkatnya kebutuhan air bersih, masyarakat di wilayah rawan kekeringan diimbau menggunakan air secara bijak.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama BPBD, lembaga sosial, relawan, dan pihak terkait terus berkoordinasi agar bantuan air bersih dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan. (zet/jud/tya/stch/dda)