BANYUMASEKSPRES.ID, Penyakit jantung bawaan pada anak merupakan kondisi kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang sudah terbentuk sejak bayi berada di dalam kandungan.
Kondisi ini dapat ditemukan sejak lahir, tetapi pada sebagian anak gejalanya baru terlihat ketika memasuki usia tertentu.
Mengenali tanda penyakit jantung bawaan sejak dini penting dilakukan karena gejalanya dapat berbeda pada setiap anak.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua antara lain bibir atau kulit tampak kebiruan, sesak napas, kesulitan menyusu, hingga berat badan yang sulit bertambah.
Menurut dokter spesialis jantung anak, tingkat keparahan dan jenis kelainan jantung dapat menentukan gejala yang muncul.
Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan apabila anak menunjukkan tanda yang tidak biasa atau mengalami keluhan berulang.
Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi
Pada bayi, penyakit jantung bawaan dapat ditandai dengan sejumlah perubahan pada kondisi fisik maupun aktivitas sehari-hari.
Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah perubahan warna kebiruan pada bibir, kulit, jari tangan, atau jari kaki.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Selain itu, beberapa bayi dapat mengalami sesak napas atau terlihat kesulitan ketika menyusu.
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah berat badan lahir rendah atau pertumbuhan berat badan yang tidak sesuai dengan perkembangan yang diharapkan.
Bayi dengan gangguan fungsi jantung dapat membutuhkan energi lebih besar ketika menyusu sehingga mudah lelah. Selain itu, terdapat dokter yang mengungkapkan gejala jantung dapat diketahui sejak trimester pertama.
Namun, munculnya satu gejala tidak serta-merta berarti seorang anak mengalami penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Anak yang Lebih Besar
Gejala penyakit jantung bawaan dapat berubah seiring pertumbuhan anak. Pada usia yang lebih besar, tanda-tanda tertentu mungkin lebih mudah terlihat ketika anak melakukan aktivitas fisik.
Beberapa gejala yang dapat menjadi perhatian orang tua meliputi:
- Anak cepat lelah ketika bermain atau berolahraga.
- Aktivitas fisik anak lebih terbatas dibandingkan teman seusianya.
- Anak mengalami sesak napas.
- Muncul keluhan jantung berdebar.
- Anak mengeluhkan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
- Pertumbuhan fisik atau berat badan tidak sesuai dengan perkembangannya.
Gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh penyakit jantung. Kelelahan, sesak napas, atau nyeri dada pada anak dapat memiliki berbagai penyebab sehingga perlu dievaluasi berdasarkan kondisi masing-masing.
Jenis Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
Penyakit jantung bawaan terdiri atas berbagai jenis dengan karakteristik yang berbeda. Salah satu kelompok yang cukup dikenal adalah kelainan berupa lubang pada sekat jantung.
Atrial Septal Defect (ASD) merupakan lubang pada sekat yang memisahkan ruang atas jantung, sedangkan Ventricular Septal Defect (VSD) terjadi pada sekat antara ruang bawah jantung.
Lubang tersebut dapat menyebabkan perubahan aliran darah di dalam jantung dan menuju paru-paru. Selain itu, terdapat stenosis atau penyempitan katup jantung.
Pulmonary Stenosis (PS), misalnya, berkaitan dengan penyempitan pada katup atau jalur menuju arteri pulmonalis.
Sementara Aortic Stenosis (AS) berkaitan dengan penyempitan pada katup aorta yang dapat menghambat aliran darah dari jantung.
Jenis lainnya adalah Tetralogy of Fallot, yaitu kelainan jantung bawaan kompleks yang terdiri atas beberapa masalah struktural.
Salah satu tanda yang dapat muncul adalah warna kulit atau bibir kebiruan akibat kadar oksigen dalam darah yang rendah.
Bagaimana Penyakit Jantung Bawaan Ditangani?
Penanganan penyakit jantung bawaan tidak sama untuk setiap anak. Dokter akan menentukan tindakan berdasarkan jenis kelainan, tingkat keparahan, usia, kondisi kesehatan, serta dampaknya terhadap fungsi jantung.
Beberapa anak dengan kelainan tertentu mungkin hanya membutuhkan pemantauan secara berkala. Pada kondisi lain, dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengendalikan gejala atau fungsi jantung.
Tindakan medis juga dapat dilakukan melalui kateterisasi jantung. Prosedur ini memungkinkan dokter menangani jenis kelainan tertentu tanpa operasi terbuka.
Sementara itu, kasus dengan kondisi yang lebih kompleks dapat membutuhkan prosedur pembedahan. Dengan demikian, anggapan bahwa seluruh penyakit jantung bawaan pada anak harus langsung diatasi melalui operasi tidak tepat.
Pentingnya Deteksi dan Pemeriksaan Sejak Dini
Deteksi dini menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan dapat membantu dokter mengetahui jenis kelainan dan menentukan pemantauan atau terapi yang sesuai.
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tanda seperti bibir kebiruan, sesak napas berulang, kesulitan menyusu, pertumbuhan yang tidak optimal, atau anak mudah lelah ketika melakukan aktivitas.
Pemeriksaan rutin juga dapat membantu memantau perkembangan kondisi anak. Jenis pemeriksaan yang digunakan akan disesuaikan dengan dugaan kondisi dan kebutuhan medis pasien.
Kemajuan diagnosis dan terapi membuat banyak anak dengan penyakit jantung bawaan dapat memperoleh penanganan yang sesuai dan menjalani proses tumbuh kembang dengan pemantauan medis yang diperlukan.
Karena setiap kasus berbeda, keputusan mengenai pemeriksaan dan terapi sebaiknya dilakukan bersama dokter spesialis berdasarkan kondisi masing-masing anak. (*/nds)