BANYUMASEKSPRES.ID, Hampir setiap orang pernah mengalami perut kembung, baik anak-anak maupun lansia. Masalah pada sistem pencernaan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan biasanya juga memicu mual hingga muntah.
Perut kembung bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Karena itu, mengenali makanan penyebab perut kembung penting dilakukan, terutama bagi Anda yang cukup sering mengalami begah, gas berlebih, atau sakit perut setelah makan.
Konsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan perut kembung pada sebagian orang.
Selain jenis makanan, kebiasaan makan terlalu banyak atau makan terlalu cepat juga dapat menghasilkan gas yang kemudian menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
Untuk itu, Anda perlu lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan mengenali jenis makanan yang berpotensi menjadi penyebab perut kembung.
Berikut beberapa makanan dan minuman yang dapat memicu kembung.
1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan memang memiliki manfaat untuk membantu mencegah berbagai penyakit.
Namun, jenis makanan ini juga termasuk salah satu makanan penyebab perut kembung karena kandungan serat di dalamnya dapat menghasilkan gas yang memicu rasa begah.
Selain serat, kebanyakan kacang mengandung gula yang disebut alpha-galactosidase. Zat tersebut termasuk dalam kelompok karbohidrat FODMAP.
FODMAP atau oligo-, di-, monosakarida dan poliol yang difermentasi merupakan karbohidrat rantai pendek yang tidak dapat dicerna.
Di dalam tubuh, karbohidrat tersebut hanya dapat difermentasi oleh bakteri yang berada di usus besar. Pada orang sehat, FODMAP dapat menjadi bahan bakar bagi bakteri pencernaan.
Namun, karbohidrat tersebut dapat memicu masalah pencernaan seperti perut kembung pada penderita iritasi usus besar.
2. Sayuran Tertentu
Tidak semua sayuran menjadi penyebab perut kembung, tetapi beberapa jenis sayuran krulcifer dapat menimbulkan kondisi tersebut pada sebagian orang.
Brokoli, kembang kol, dan kubis sebenarnya merupakan sayuran sehat yang mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk serat dan vitamin C.
Namun, sayuran tersebut juga mengandung FODMAP yang pada beberapa orang dapat menyebabkan perut kembung.
Senyawa FODMAP yang berukuran kecil dapat memberikan efek osmotik sehingga lebih banyak cairan ditarik ke dalam usus.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan jumlah cairan sekaligus gas di dalam usus besar.
Akibatnya, sebagian orang dapat merasakan sensasi perut kembung hingga sakit perut setelah mengonsumsi sayuran tertentu.
3. Susu dan Produk Olahan Susu
Susu dan produk olahan susu juga dapat menjadi makanan penyebab perut kembung yang cukup sering dikonsumsi sehari-hari.
Salah satu kondisi yang berkaitan dengan masalah tersebut adalah intoleransi laktosa.
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna laktosa, yaitu kandungan gula yang terdapat dalam produk olahan susu.
Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan enzim alami yang disebut laktase. Enzim laktase berfungsi memecah laktosa atau gula susu agar lebih mudah diserap oleh tubuh.
Ketika laktosa tidak tercerna dengan baik, zat tersebut dapat menghasilkan gas yang kemudian mengakibatkan perut kembung dan diare.
Karena itu, susu dan berbagai produk olahan susu dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsinya.
4. Apel
Siapa sangka apel juga termasuk salah satu makanan yang dapat menyebabkan perut kembung.
Padahal, apel dikenal kaya akan vitamin C dan antioksidan. Namun, buah ini menghasilkan fruktosa dan sorbitol yang dikenal dapat menghasilkan gas berlebih karena termasuk dalam FODMAP.
Selain apel, buah seperti pir dan buah persik juga mengandung zat yang dapat memicu perut kembung. Meski begitu, apel tetap baik untuk dikonsumsi karena dapat membantu menghindari penyakit jantung.
Dengan demikian, apel tetap menjadi bagian dari makanan yang dapat dikonsumsi, meskipun pada sebagian orang kandungannya bisa berkaitan dengan munculnya kembung.
5. Bawang
Bawang juga dapat menjadi salah satu makanan penyebab perut kembung yang mungkin selama ini tidak disadari. Masalah pencernaan tersebut berkaitan dengan kandungan fruktan yang terdapat dalam bawang.
Fruktan merupakan serat larut yang dapat memicu perut kembung. Kandungan fruktan tidak hanya ditemukan pada bawang biasa.
Zat tersebut juga dapat dijumpai pada bawang putih, daun bawang, dan gandum. Selain kandungan fruktan, beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap bawang putih atau bawang merah.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya perut kembung, sendawa, dan gas. Sebagai alternatif penyedap masakan, bawang dapat diganti dengan daun bawang atau daun kemangi.
6. Minuman Bersoda
Terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda juga dapat menyebabkan perut kembung. Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida yang dapat menghasilkan gas di dalam tubuh.
Gas tersebut kemudian masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan perut kembung.
Selain dapat menimbulkan masalah berupa kembung, konsumsi minuman bersoda secara berlebihan juga dapat memicu masalah kesehatan lainnya, seperti obesitas dan diabetes.
Oleh sebab itu, memilih jenis minuman yang lebih sehat dapat dilakukan untuk menghindari risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan konsumsi minuman bersoda secara berlebihan.
7. Alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan juga termasuk hal yang dapat menyebabkan perut kembung.
Alkohol merupakan salah satu senyawa peradangan yang cenderung menyebabkan pembengkakan pada tubuh, termasuk di bagian perut.
Efek peradangan tersebut dapat menjadi semakin parah ketika alkohol sering dicampur dengan minuman berkarbonasi.
Tidak mengherankan jika perut terasa kembung setelah seseorang meminum minuman keras.
Pembengkakan akibat konsumsi minuman keras juga tidak hanya terjadi pada bagian perut.
Wajah juga dapat mengalami pembengkakan yang disertai kemerahan karena minuman keras menyebabkan dehidrasi.
Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kulit dan organ vital berusaha menahan air sebanyak mungkin sehingga wajah dapat membengkak.
8. Gandum
Gandum menjadi salah satu makanan yang cukup sering diperdebatkan karena diklaim sebagai makanan penyebab perut kembung.
Hal tersebut berkaitan dengan kandungan protein bernama gluten. Bagi pasien penyakit celiac yang sensitif terhadap gluten, konsumsi gandum dapat memicu masalah pencernaan.
Masalah yang dapat muncul termasuk perut kembung, gas, diare, dan sakit perut. Selain kandungan gluten, gandum juga merupakan sumber FODMAP yang dapat memproduksi gas berlebih.
Meski demikian, gandum masih banyak digunakan dalam berbagai makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Gandum dapat ditemukan dalam makanan seperti pasta, roti, hingga kue.
9. Makanan Berlemak
Di antara zat gizi makro lainnya, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein, lemak merupakan zat gizi yang paling lambat dicerna.
Karena proses pencernaannya lebih lambat, makanan berminyak yang mengandung banyak lemak dapat berada lebih lama di dalam perut sehingga memperlambat pengosongan perut.
Kondisi tersebut membuat makanan berlemak seperti pizza atau junk food dapat menjadi penyebab perut kembung, mual, dan berbagai gejala masalah pencernaan lainnya.
Bagi penderita sindrom iritasi usus besar atau IBS maupun pankreatitis kronis, makanan berlemak juga dapat memicu sakit perut dan diare.
Karena itu, makanan berlemak menjadi salah satu jenis makanan yang perlu diperhatikan, khususnya bagi orang yang memiliki kondisi pencernaan tertentu.
Sebenarnya, masih ada banyak makanan yang dapat menyebabkan kembung. Namun, efek setelah mengonsumsi makanan tersebut biasanya baru akan terasa pada pasien dengan penyakit tertentu.
Artinya, makanan yang memicu perut kembung pada satu orang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lainnya.
Karena itu, penting untuk memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu, terutama jika keluhan seperti perut kembung, gas, mual, diare, atau sakit perut sering muncul.
Selalu diskusikan dengan dokter atau ahli gizi ketika berkaitan dengan jenis makanan yang diperbolehkan, terutama apabila Anda menderita penyakit pencernaan.(taa)
















