BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Cilacap terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong keterlibatan petani, peternak, dan nelayan lokal sebagai pemasok utama bahan pangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dapur-dapur MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat setempat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Cilacap, Yudha Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya mendapat arahan langsung dari Kepala Badan Gizi Nasional agar seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis mengutamakan penggunaan komoditas pangan lokal.
Dengan demikian, program pemerintah tersebut tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku usaha sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Hasil pertanian, perikanan, dan peternakan di Cilacap akan terus didorong menjadi pemasok kebutuhan program,” kata Yudha Prasetyo, Senin (27/7).
Menurutnya, Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil berbagai komoditas pangan.
Mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, telur, ayam, ikan, hingga berbagai hasil peternakan lainnya dinilai mampu memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.
Sebagai langkah awal, BGN akan menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap, khususnya Dinas Pangan dan Dinas Pertanian.
Sinergi tersebut bertujuan menyusun sistem penyaluran komoditas lokal agar dapat terserap secara optimal sesuai kebutuhan setiap dapur MBG.
“Kita akan koordinasi dengan dinas-dinas terkait sebagai langkah awal,” tandasnya.
Yudha menjelaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi hal penting karena dinas terkait memiliki data mengenai potensi produksi pangan, kelompok tani, kelompok peternak, hingga nelayan yang dapat dilibatkan dalam rantai pasok Program MBG.
Melalui kerja sama tersebut, distribusi bahan pangan diharapkan berjalan lebih efektif sehingga kebutuhan dapur MBG dapat dipenuhi secara berkelanjutan tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini sebagian komoditas lokal sebenarnya sudah mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
Namun demikian, BGN masih akan terus mendorong paguyuban mitra dan pengelola dapur agar lebih mengutamakan pembelian hasil produksi masyarakat sekitar.
Menurutnya, semakin banyak komoditas lokal yang terserap, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Tidak hanya petani yang memperoleh kepastian pasar, tetapi juga peternak, nelayan, pelaku usaha mikro, hingga penyedia jasa distribusi di daerah.
“Jadi semua bisa terserap dan terdampak positif dengan adanya dapur-dapur MBG di wilayah mereka,” tambahnya.
Yudha menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi lokal karena setiap dapur membutuhkan pasokan bahan pangan setiap hari dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut membuka peluang pasar yang stabil bagi masyarakat yang bergerak di sektor pangan.
Selain membantu meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan, pemanfaatan komoditas lokal juga dinilai mampu menjaga kesegaran bahan pangan karena jarak distribusi yang lebih pendek.
Hal itu diharapkan berdampak pada kualitas makanan bergizi yang diterima para penerima manfaat program.
BGN juga akan terus melakukan evaluasi bersama pemerintah daerah untuk memastikan penyerapan komoditas lokal berjalan sesuai kebutuhan dan kapasitas produksi masyarakat.
Pendampingan kepada kelompok tani dan pelaku usaha pangan juga akan terus dilakukan agar kualitas produk memenuhi standar yang ditetapkan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara BGN, pemerintah daerah, serta para pelaku sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Cilacap diharapkan tidak hanya berhasil meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Melalui pemanfaatan hasil produksi lokal secara berkelanjutan, manfaat program dapat dirasakan secara luas, baik oleh para penerima makanan bergizi maupun masyarakat yang menjadi pemasok bahan pangan di setiap wilayah. (jul/stch/dda)