BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dampak kekeringan di Kabupaten Purbalingga terus meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Kesulitan mendapatkan air bersih kini juga dirasakan warga Kecamatan Bobotsari.
Dengan masuknya Bobotsari sebagai wilayah terdampak, total terdapat 12 dari 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang mengalami krisis air bersih.
Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat Dusun Watugede, Desa Banjarsari, Kecamatan Bobotsari.
Warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari karena pasokan air yang tersedia semakin terbatas.
Kesulitan air bersih di wilayah tersebut terlihat dari adanya penyaluran bantuan air oleh Polsek Bobotsari pada Sabtu (8/8/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Salah satu warga Dusun Watugede, Sumeri, 75, mengatakan masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Sebagian warga terpaksa membeli air, sementara warga lainnya mencari dan mengambil air dari sumber yang masih tersedia.
“Warga sangat terbantu atas bantuan air bersih ini,” ungkap Sumeri.
Bantuan air bersih tersebut menjadi penting bagi masyarakat karena kebutuhan air harus tetap dipenuhi setiap hari.
Air digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari minum, memasak, mandi hingga mencuci.
Kapolsek Bobotsari AKP Sarno Ujianto mengatakan pihaknya menyalurkan sebanyak 2.000 liter air bersih ke Dusun Watugede.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
“Bantuan diberikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” katanya.
Masuknya Kecamatan Bobotsari ke dalam wilayah terdampak membuat sebaran krisis air bersih di Kabupaten Purbalingga semakin luas.
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, kekurangan air bersih telah terjadi di 11 kecamatan.
Sebelas kecamatan tersebut meliputi Karangreja, Karanganyar, Kejobong, Kemangkon, Mrebet, Kertanegara, Karangmoncol, Pengadegan, Kutasari, Kaligondang, dan Bojongsari.
Kini, dengan adanya laporan kesulitan air bersih di Bobotsari, jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan bertambah menjadi 12 wilayah dari total 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga.
Artinya, dua pertiga wilayah kecamatan di Kabupaten Purbalingga telah terdampak persoalan kekurangan air bersih.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak musim kemarau semakin meluas dan perlu mendapat perhatian, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Sebelumnya, BPBD Purbalingga juga mencatat kekurangan air bersih telah berdampak terhadap 23 desa, satu pondok pesantren, dan dua sekolah.
Jumlah tersebut berpotensi bertambah apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama dan sumber air masyarakat terus mengalami penurunan debit.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, bantuan dropping air bersih menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air belum kembali normal.
Namun, distribusi bantuan perlu dilakukan secara berkelanjutan apabila kondisi kekeringan terus meluas.
Kesulitan air bersih juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Warga yang tidak memiliki cadangan air harus mencari sumber air lain atau membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kondisi tersebut tentu dapat menambah beban pengeluaran masyarakat, khususnya bagi keluarga yang berada di wilayah yang paling terdampak kekeringan.
Polsek Bobotsari berharap bantuan air bersih yang disalurkan dapat meringankan beban warga Dusun Watugede selama musim kemarau.
Bantuan tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sebelum kondisi sumber air kembali membaik.
Dengan meluasnya dampak kekeringan hingga 12 kecamatan, penanganan krisis air bersih di Purbalingga menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Masyarakat berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan di wilayah yang membutuhkan, terutama apabila musim kemarau masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Kondisi di Dusun Watugede menjadi salah satu gambaran dampak kekeringan di Purbalingga pada 2026.
Dari sebelumnya 11 kecamatan, kini 12 kecamatan telah tercatat mengalami kekurangan air bersih.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (tya/stch/dda)