BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Selebgram Leona Kanza mengungkap dugaan percakapan bernada seksual yang disebut dikirim oleh seorang dokter OBGYN atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi.
Leona membagikan tangkapan layar percakapan tersebut melalui akun Instagram pribadinya hingga kemudian menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam tangkapan layar yang diunggah, terlihat sejumlah pesan yang dinilai bernada seksual dan merendahkan.
Salah satu pesan yang ditampilkan berbunyi, “Nen*nnya bagus, minta nomornya beb.”
Leona menyebut pesan bernada serupa tidak hanya dikirim satu kali. Menurut pengakuannya, percakapan tersebut terjadi lebih dari sekali dan pada waktu yang berbeda.
Unggahan Leona kemudian mendapatkan perhatian luas dari warganet.
Perdebatan muncul di media sosial mengenai dugaan perilaku tersebut serta bagaimana pihak yang disebut dalam percakapan memberikan klarifikasi.
Setelah unggahannya menjadi viral, Leona mengaku mendapatkan tindakan pemblokiran dari akun Instagram dokter yang disebut dalam unggahannya.
Leona juga mengatakan telah berupaya menghubungi rumah sakit dan klinik tempat dokter tersebut bertugas.
Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut belum mendapatkan tanggapan.
“Aku malah diblokir. Ngechat ke RSUD dan klinik tempat dia kerja enggak dibalas,” ujar Leona.
Tindakan pemblokiran tersebut kemudian dipertanyakan oleh Leona. Ia menilai seharusnya terdapat penjelasan apabila dokter tersebut merasa tidak pernah mengirimkan pesan sebagaimana yang beredar di media sosial.
Leona menyampaikan kemungkinan bahwa akun yang disebut mengirim pesan tersebut dapat saja diretas apabila dokter terkait memang merasa tidak pernah melakukan percakapan tersebut.
“Kalau memang dia tidak merasa mengirim chat itu, mungkin bisa klarifikasi bahwa akunnya di-hack mungkin. Kalau sampai dia memblokir dan tutup akun berarti apa ya?” imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Leona setelah tangkapan layar percakapan yang diunggahnya menyebar luas.
Meski demikian, dugaan mengenai pengirim pesan tersebut masih menjadi persoalan yang perlu diklarifikasi.
Tangkapan layar yang beredar di media sosial tidak dengan sendirinya membuktikan siapa pengirim pesan atau bagaimana percakapan tersebut terjadi.
Karena itu, klarifikasi dari pihak dokter menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk memberikan penjelasan mengenai dugaan chat tersebut.
Di tengah ramainya dugaan chat cabul dokter OBGYN, Kirana Clinic turut memberikan pernyataan mengenai dokter yang disebut dalam kasus tersebut.
Manajemen Kirana Clinic membenarkan bahwa dokter yang bersangkutan merupakan salah satu dokter yang bertugas di klinik tersebut.
Dalam pernyataan resminya, manajemen menyampaikan tiga sikap terkait persoalan yang tengah ramai diperbincangkan.
Pertama, Kirana Clinic menyebut persoalan percakapan tersebut sebagai persoalan pribadi yang terjadi di luar lingkungan profesi dokter yang bersangkutan.
Kedua, sebagai bentuk tanggung jawab profesi, manajemen meminta dokter tersebut memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai persoalan yang muncul.
Klinik berharap klarifikasi tersebut dapat membantu menyelesaikan persoalan dengan baik sekaligus memberikan kejelasan kepada masyarakat.
Sikap ketiga yang diambil Kirana Clinic adalah menonaktifkan penugasan dokter tersebut.
Manajemen menyatakan penugasan dokter yang bersangkutan di Kirana Clinic dinonaktifkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan tersebut diambil di tengah perhatian publik yang semakin besar terhadap dugaan percakapan bernada seksual yang beredar.
Kirana Clinic juga menyampaikan permintaan maaf kepada Leona Kanza dan masyarakat atas persoalan yang kemudian berkembang luas di media sosial.
Langkah penonaktifan tersebut menjadi bagian dari respons manajemen terhadap kontroversi yang melibatkan salah satu dokter yang bertugas di klinik tersebut.
Kasus dugaan chat cabul dokter OBGYN tersebut tidak hanya memicu perdebatan mengenai percakapan yang diunggah Leona Kanza.
Sejumlah warganet mengaku ikut merasa khawatir ketika harus menjalani pemeriksaan ke dokter kandungan setelah melihat kasus tersebut ramai dibicarakan.
Kekhawatiran tersebut muncul karena pemeriksaan obstetri dan ginekologi berkaitan dengan kondisi kesehatan reproduksi yang membutuhkan interaksi profesional antara dokter dan pasien.
Namun, penting untuk membedakan antara dugaan perilaku individu dengan profesi dokter secara keseluruhan.
Kasus yang sedang menjadi perhatian publik ini masih berkaitan dengan dugaan percakapan seorang individu dan perlu diselesaikan berdasarkan klarifikasi serta pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kirana Clinic melalui pernyataannya telah meminta dokter terkait memberikan klarifikasi secara terbuka.
Manajemen juga mengambil langkah menonaktifkan penugasan dokter tersebut untuk sementara waktu.
Sementara itu, Leona Kanza tetap mempertanyakan dugaan percakapan yang diunggahnya dan berharap terdapat penjelasan mengenai asal-usul pesan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan komunikasi bernada seksual yang dikaitkan dengan seorang tenaga medis.
Di sisi lain, publik juga masih menunggu penjelasan dari dokter yang disebut dalam unggahan tersebut untuk memastikan konteks dan keaslian percakapan.
Hingga terdapat klarifikasi lebih lanjut, informasi mengenai dugaan chat tersebut perlu dipandang sebagai klaim yang masih memerlukan verifikasi, bukan sebagai fakta yang telah terbukti.
Perkembangan kasus tersebut masih menjadi perhatian publik, sementara langkah Kirana Clinic menonaktifkan dokter terkait dan meminta klarifikasi menjadi respons resmi yang telah disampaikan sejauh ini. (*/stch/dda)