Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pemkab Cilacap Prioritaskan Perbaikan Sekolah pada 2027, Sejumlah SD di Kutawaru Butuh Perhatian
Ruth Sahanaya Comeback Lewat EP Merindu, Hadiah Spesial di Usia 60 Tahun

Ruth Sahanaya Comeback Lewat EP Merindu, Hadiah Spesial di Usia 60 Tahun

Comeback Setelah Sewindu Tak Rilis AlbumComeback Setelah Sewindu Tak Rilis Album
Ruth Sahanaya

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Diva pop Indonesia Ruth Sahanaya kembali menyapa penikmat musik Tanah Air melalui karya terbarunya.

Setelah sekitar delapan tahun tidak merilis album, penyanyi yang akrab disapa Uthe tersebut akhirnya menghadirkan mini album bertajuk Merindu.

EP Merindu resmi dirilis melalui berbagai platform digital streaming musik pada 4 September 2026.

Kehadiran karya terbaru tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier Ruth Sahanaya yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade.

Peluncuran mini album Merindu juga terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun Ruth Sahanaya yang ke-60 pada September 2026.

Bagi Uthe, karya tersebut bukan sekadar album baru. Merindu menjadi hadiah untuk dirinya sendiri sekaligus bentuk kerinduan untuk kembali menjalani proses kreatif di industri musik.

“Album ini sangat berarti buat aku, karena ini juga sebagai kado ulang tahun ku yang pada September tahun ini berusia 60 tahun. Kemudian saya juga sudah 8 tahun enggak mengeluarkan album rasanya sudah rindu sekali untuk bisa melahirkan karya baru,” kata Ruth Sahanaya, Selasa (1/9).

Pemilihan judul Merindu memiliki makna yang sangat personal bagi Ruth Sahanaya.

Setelah cukup lama tidak melahirkan album solo, Uthe mengaku merindukan berbagai proses kreatif yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya sebagai seorang musisi.

Kerinduan tersebut mencakup keinginan untuk kembali masuk ke dapur rekaman, mengolah musik, serta menghasilkan karya baru untuk dinikmati masyarakat.

Karena itu, Merindu menjadi gambaran dari perasaan Ruth yang ingin kembali aktif berkarya setelah jeda selama sekitar delapan tahun.

Kehadiran mini album tersebut sekaligus membuktikan bahwa usia bukan menjadi penghalang bagi seorang musisi untuk terus bereksplorasi dan menghasilkan karya.

Dalam EP terbarunya, Ruth Sahanaya mencoba menghadirkan warna musik yang lebih modern.

Namun, eksplorasi tersebut tidak membuatnya meninggalkan karakter yang selama ini menjadi identitasnya.

Uthe tetap mempertahankan ciri khas vokalnya yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun.

Menurutnya, unsur modern dalam musik Merindu harus tetap dipadukan dengan karakter Ruth Sahanaya yang sudah melekat sejak awal perjalanan kariernya.

“Karena itu harus tetap ada identitas aku yang dulu, itu harus tetap ada sih dalam EP Merindu,” kata Uthe.

Pendekatan tersebut membuat Merindu tidak hanya menjadi eksperimen musik baru, tetapi juga menjadi kelanjutan dari perjalanan musikal Ruth Sahanaya.

Salah satu warna yang cukup menonjol dalam mini album Merindu adalah nuansa city pop yang lekat dengan era 1980-an.

Genre tersebut kembali mendapatkan perhatian dari pendengar musik, termasuk generasi muda.

Kondisi itu menjadi kesempatan bagi Ruth Sahanaya untuk mencoba keluar dari zona nyaman sekaligus menghadirkan warna baru dalam karyanya.

Sentuhan city pop memungkinkan Uthe mengeksplorasi musik dengan pendekatan yang lebih modern tanpa harus kehilangan karakter vokal yang telah menjadi kekuatannya.

Bagi Ruth, eksplorasi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri. Setelah lebih dari 40 tahun berkarier di industri musik, ia ingin terus menemukan cara baru untuk menyampaikan karya kepada pendengar.

Memasuki usia 60 tahun, Ruth Sahanaya tidak hanya ingin membuat karya yang ditujukan bagi penggemar lama.

Ia berharap mini album Merindu dapat diterima oleh pendengar dari berbagai kelompok usia, termasuk generasi muda yang mungkin mengenal musiknya melalui karya-karya terbaru.

Keinginan tersebut menjadi salah satu alasan Uthe berani mengeksplorasi warna musik yang lebih modern.

Di sisi lain, pengalaman panjangnya di industri musik tetap menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya.

Dengan demikian, Merindu diharapkan dapat menjadi jembatan antara karakter musik Ruth Sahanaya yang telah dikenal selama puluhan tahun dengan selera musik pendengar masa kini.

Kembalinya Ruth Sahanaya melalui EP Merindu menjadi kabar yang dinantikan para penikmat musik Indonesia.

Selama sekitar delapan tahun, Uthe tidak merilis album solo sehingga kehadiran karya baru ini memiliki arti khusus dalam perjalanan kariernya.

Tidak hanya menjadi penanda comeback, Merindu juga menunjukkan konsistensi Ruth dalam mempertahankan eksistensinya di industri musik.

Di usia 60 tahun dan setelah lebih dari empat dekade berkarya, ia masih memiliki semangat untuk bereksperimen serta menghasilkan musik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Peluncuran Merindu pada 4 September 2026 pun menjadi perayaan ganda bagi Ruth Sahanaya: merayakan usia ke-60 sekaligus merayakan kembalinya semangat berkarya.

Melalui mini album tersebut, Uthe ingin menunjukkan bahwa perjalanan bermusik masih terus berlanjut.

Identitas vokal yang kuat, sentuhan musik modern, dan nuansa city pop menjadi bagian dari upayanya untuk menghadirkan karya yang dapat dinikmati lintas generasi. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
2027, Perbaikan Sekolah Jadi Prioritas

Pemkab Cilacap Prioritaskan Perbaikan Sekolah pada 2027, Sejumlah SD di Kutawaru Butuh Perhatian