BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan madrasah dan sekolah di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Cilacap.
Kontingen Cilacap berhasil membawa pulang 72 medali dalam Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV Tahun 2026 tingkat Jawa Tengah.
Capaian tersebut terdiri atas 9 medali emas, 21 medali perak, dan 42 medali perunggu.
Raihan tersebut menjadi gambaran kemampuan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Cilacap dalam berkompetisi di tingkat provinsi.
Ketua LP Ma’arif NU Cilacap, H. Ali Sodiqin SAg MPdI, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah berjuang dalam ajang OSKANU IV 2026.
Ia juga memberikan penghargaan kepada guru, madrasah, sekolah, orang tua, serta berbagai pihak yang turut mendukung persiapan para peserta.
“Alhamdulillah, perolehan 72 medali dalam OSKANU IV Tahun 2026 menjadi kebanggaan bersama bagi keluarga besar LP Ma’arif NU Cilacap. Capaian ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu berkompetisi di tingkat Jawa Tengah,” kata Ali Sodiqin.
Dari total 72 medali yang berhasil diperoleh kontingen Cilacap, kontribusi terbesar berasal dari jenjang SD/MI.
Peserta didik SD/MI di lingkungan LP Ma’arif NU Cilacap berhasil mengumpulkan sebanyak 51 medali, dengan rincian 5 emas, 14 perak, dan 32 perunggu.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi sekaligus potensi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar.
Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan sebelum mengikuti kompetisi.
Prestasi pada tingkat SD/MI menjadi modal penting dalam membangun budaya kompetisi akademik sejak usia dini.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten, kemampuan peserta didik diharapkan dapat terus berkembang sehingga mampu mengikuti berbagai kompetisi pada jenjang berikutnya.
LP Ma’arif NU Cilacap juga menilai prestasi tersebut sebagai hasil kerja bersama antara peserta didik dan satuan pendidikan.
Sementara itu, jenjang SMP/MTs berhasil menyumbangkan 14 medali untuk kontingen Cilacap.
Perolehan tersebut terdiri atas 3 medali emas, 3 medali perak, dan 8 medali perunggu.
Capaian ini memperlihatkan bahwa pembinaan prestasi akademik tidak berhenti pada pendidikan dasar.
Peserta didik di jenjang SMP/MTs juga mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam ajang OSKANU tingkat Jawa Tengah.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting agar peserta didik memiliki kesiapan menghadapi kompetisi.
Selain penguasaan materi, pengalaman mengikuti perlombaan juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan dan kepercayaan diri siswa.
Kontribusi berikutnya berasal dari jenjang SMA/MA/SMK/MAK. Para peserta dari jenjang pendidikan menengah tersebut berhasil memperoleh 7 medali.
Rinciannya adalah 1 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Meskipun jumlahnya lebih kecil dibandingkan jenjang SD/MI dan SMP/MTs, capaian tersebut tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan kontingen Cilacap dalam OSKANU IV 2026.
Prestasi dari berbagai jenjang pendidikan menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan peserta didik dilakukan secara berkelanjutan.
Mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah, siswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi dan mengukur kemampuan melalui kompetisi.
Ali Sodiqin mengatakan keberhasilan meraih 72 medali bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi penyemangat bagi keluarga besar LP Ma’arif NU Cilacap untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menegaskan bahwa LP Ma’arif NU Cilacap akan terus mendorong terwujudnya pendidikan yang unggul dalam bidang akademik sekaligus memiliki kekuatan karakter.
Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan yang dikembangkan di lingkungan LP Ma’arif NU Cilacap.
“Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah berjuang. Mari kita jadikan capaian OSKANU IV ini sebagai penyemangat untuk terus bergerak, berprestasi, dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti pada satu ajang kompetisi.
Peserta didik diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan dan menjadikan pengalaman mengikuti OSKANU sebagai bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Sekretaris LP Ma’arif NU Cilacap, Ngadino, menilai capaian 72 medali tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh satuan pendidikan.
Menurut dia, prestasi dalam kompetisi akademik tidak dapat diperoleh secara instan.
Ada proses panjang yang harus dilalui sejak peserta didik mulai ditemukan memiliki potensi tertentu hingga mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
“Prestasi ini tentu tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang dilakukan oleh satuan pendidikan, mulai dari menemukan potensi siswa, melakukan pembinaan, mempersiapkan materi, hingga memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” kata Ngadino.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung prestasi siswa.
Guru dan sekolah tidak hanya berperan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, tetapi juga membantu mengarahkan peserta didik yang memiliki minat dan kemampuan di bidang tertentu.
Dengan pola pembinaan tersebut, potensi siswa dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Pengalaman mengikuti kompetisi juga dapat membantu peserta didik memahami bagaimana menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari dalam situasi perlombaan.
Ngadino berharap keberhasilan kontingen Cilacap dalam OSKANU IV 2026 dapat menjadi motivasi bagi satuan pendidikan untuk meningkatkan pembinaan prestasi.
Ia juga mendorong agar semakin banyak peserta didik diberi kesempatan mengikuti kompetisi akademik maupun kegiatan lain yang sesuai dengan potensi mereka.
Menurutnya, semakin banyak siswa yang mendapatkan kesempatan berkompetisi, semakin terbuka pula peluang untuk menemukan talenta-talenta baru dari berbagai satuan pendidikan di bawah LP Ma’arif NU Cilacap.
Raihan 72 medali dalam OSKANU IV 2026 akhirnya menjadi catatan positif bagi dunia pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Cilacap.
Sebanyak 9 emas, 21 perak, dan 42 perunggu yang diraih peserta didik menunjukkan bahwa potensi akademik siswa terus berkembang.
Ke depan, capaian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat pembinaan prestasi.
Dengan dukungan sekolah, guru, orang tua, dan LP Ma’arif NU Cilacap, para peserta didik diharapkan mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya. (wln/stch/dda)