Iklan

PAD Cilacap 2026 Capai 540 Miliar, Bapenda Optimistis Lampaui Target 1,1 Triliun

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cilacap hingga pertengahan Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp540 miliar.

Angka tersebut mendekati 50 persen dari target PAD tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp1,1 triliun.

Capaian tersebut menjadi modal positif bagi Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mengejar target pendapatan hingga akhir tahun.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pun optimistis target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi juga berpotensi terlampaui apabila tren penerimaan tetap terjaga.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cilacap, Luhur Satrio Muchsin, menjelaskan bahwa realisasi PAD berasal dari tiga sumber utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, serta pendapatan asli daerah lainnya yang sah.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah sehingga mampu menopang pencapaian PAD sepanjang tahun 2026.

“PAD yang telah terkumpul hingga pertengahan Juli berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, dan pendapatan asli daerah lainnya,” jelas Luhur.

Bapenda Cilacap menargetkan PAD tahun 2026 mencapai Rp1,1 triliun. Melihat perkembangan realisasi hingga pertengahan tahun, Luhur yakin target tersebut masih sangat realistis untuk dicapai.

Bahkan, apabila berbagai strategi peningkatan pendapatan berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin realisasi PAD akan melampaui target yang telah ditetapkan.

“Kami optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai, bahkan melampaui target,” ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, Bapenda terus meningkatkan intensifikasi pemungutan pajak daerah.

Salah satu fokus utama adalah mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan daerah.

Selain PBB, pemerintah juga terus memaksimalkan berbagai potensi pajak dan retribusi lainnya agar seluruh sumber pendapatan daerah dapat tergali secara optimal.

Selain meningkatkan penagihan pajak, Bapenda juga memperkuat koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta sejumlah lembaga terkait.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh potensi pendapatan dari berbagai sektor dapat diidentifikasi dan dioptimalkan.

Menurut Luhur, sinergi antarlembaga menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

“Langkah ini dilakukan agar potensi pendapatan di setiap sektor bisa dimaksimalkan,” katanya.

Bapenda juga terus mengajak masyarakat agar disiplin membayar pajak sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pembayaran pajak tepat waktu tidak hanya membantu menghindari tunggakan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.

Pendapatan yang berasal dari pajak akan digunakan untuk membiayai berbagai program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga program kesejahteraan masyarakat.

Luhur menegaskan bahwa semakin besar Pendapatan Asli Daerah yang berhasil dihimpun, semakin besar pula kemampuan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam membiayai pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.

Karena itu, dukungan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan daerah.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjaga agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai sesuai harapan.

“Semakin tinggi PAD yang diperoleh, semakin besar pula kemampuan daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cilacap,” pungkas Luhur. (jul/stch/dda)

Iklan