Iklan

Pedro Acosta Tinggalkan KTM demi Ducati, Akui Tak Mau Buang Waktu Kejar Gelar MotoGP

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, MOTOGP – Pedro Acosta akhirnya mengungkap alasan utama di balik keputusannya meninggalkan KTM dan bergabung dengan Ducati mulai musim MotoGP 2027.

Pembalap muda asal Spanyol tersebut menegaskan ingin segera memiliki motor yang mampu membawanya bersaing memperebutkan gelar juara dunia, sehingga tidak ingin kehilangan waktu menunggu perkembangan performa KTM.

Keputusan Acosta bergabung dengan Ducati menjadi salah satu kabar terbesar di bursa transfer MotoGP.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya serius sang pembalap untuk meningkatkan peluang meraih kemenangan secara konsisten sekaligus mewujudkan ambisi menjadi juara dunia MotoGP.

Acosta mengungkapkan bahwa sejak menandatangani kontrak bersama tim pabrikan KTM, dirinya hanya memiliki satu harapan.

Ia meminta motor yang mampu bersaing di barisan depan dan cukup kompetitif untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Namun, hingga beberapa musim berlalu, harapan tersebut belum mampu diwujudkan oleh KTM.

Meski proyek pengembangan terus berjalan, performa RC16 dinilai masih tertinggal dari para pesaing utamanya, terutama Ducati yang dalam beberapa musim terakhir mendominasi ajang MotoGP.

“Hal-hal memang bisa terjadi seperti itu. Saya sudah mengatakan saat menandatangani kontrak pabrik bahwa satu-satunya yang saya inginkan adalah motor untuk memenangkan kejuaraan. Jelas bahwa motor itu belum datang,” ujar Acosta dalam wawancara dengan media setempat.

Pembalap berusia muda itu mengaku keputusan menerima tawaran Ducati bukanlah hal yang sulit.

Menurutnya, Ducati saat ini memiliki paket motor terbaik di MotoGP dan menawarkan tantangan baru yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan kariernya.

“Sejujurnya, saya tidak punya waktu lagi untuk disia-siakan. Saya mendapatkan banyak pengalaman di KTM, tetapi saya juga merasa bahwa Ducati adalah tantangan yang saya butuhkan untuk karier saya,” lanjutnya.

Selama membela KTM, Acosta memang menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.

Sejak naik ke kelas utama MotoGP, ia mampu tampil konsisten dan beberapa kali bersaing di posisi depan.

Namun, konsistensi tersebut belum berhasil diubah menjadi kemenangan grand prix.

Salah satu penyebabnya adalah performa KTM RC16 yang masih belum mampu menyamai kecepatan Ducati GP26 maupun Aprilia RS-GP.

Walaupun motor KTM mengalami peningkatan, khususnya dalam pengelolaan degradasi ban dan kestabilan saat balapan, kecepatannya masih dianggap belum cukup kompetitif untuk menantang kemenangan secara rutin.

Situasi itu membuat Acosta harus puas bersaing di papan atas tanpa mampu berdiri di podium tertinggi.

Kondisi tersebut juga memperpanjang penantian KTM untuk kembali meraih kemenangan pada balapan utama MotoGP.

Terakhir kali KTM memenangkan grand prix hari Minggu terjadi pada MotoGP Thailand 2022, ketika Miguel Oliveira tampil sebagai juara dalam balapan yang berlangsung di lintasan basah.

Sejak saat itu, pabrikan asal Austria tersebut belum mampu mengulang hasil serupa meski terus melakukan pengembangan motor.

Keputusan Acosta bergabung dengan Ducati dipandang sebagai langkah strategis untuk memperbesar peluang meraih gelar juara dunia.

Ducati saat ini masih menjadi tolok ukur performa di MotoGP berkat motor yang kompetitif, stabil, dan mampu tampil cepat di berbagai karakter sirkuit.

Dengan bergabung mulai musim MotoGP 2027, Acosta berharap dapat memanfaatkan performa motor Ducati untuk bersaing memperebutkan kemenangan di setiap seri.

Target utamanya bukan sekadar meraih podium, melainkan menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.

Transfer ini juga menjadi sinyal bahwa Acosta ingin memasuki fase baru dalam kariernya.

Setelah memperoleh banyak pengalaman bersama KTM, ia kini memilih tantangan bersama Ducati dengan harapan dapat mengubah potensinya menjadi prestasi besar di MotoGP.

Apabila adaptasinya berjalan lancar, kehadiran Pedro Acosta di Ducati diperkirakan akan semakin memperketat persaingan di papan atas MotoGP mulai musim 2027.

Banyak pihak menilai kombinasi bakat Acosta dengan motor Ducati berpotensi melahirkan salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara dunia beberapa musim mendatang. (*/stch/dda)

Iklan