Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Peringati HUT ke-53, KNPI Banjarnegara Fokus pada Kaderisasi dan Ketahanan Pangan
China dan Rusia Uji Coba Kereta Wisata Lintas Negara, Hubungkan Vladivostok-Suifenhe

China dan Rusia Uji Coba Kereta Wisata Lintas Negara, Hubungkan Vladivostok-Suifenhe

China Rusia Uji Kereta Wisata Lintas NegaraChina Rusia Uji Kereta Wisata Lintas Negara
PERJALANAN: Kereta rute China ke Rusia

BANYUMASEKSPRES.ID, China dan Rusia resmi memulai uji coba layanan kereta wisata lintas negara yang menghubungkan Kota Vladivostok di Rusia dengan Kota Suifenhe di Provinsi Heilongjiang, China.

Jalur baru tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata kedua negara sekaligus memberikan pilihan transportasi yang lebih praktis, nyaman, dan efisien bagi wisatawan.

Perjalanan perdana kereta wisata internasional itu berlangsung pada Minggu (18/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, rombongan pertama wisatawan asal Rusia tiba di Suifenhe untuk mengikuti paket wisata selama empat hari di China.

Sementara itu, sebanyak 180 wisatawan asal China berangkat menuju Vladivostok menggunakan rangkaian kereta yang sama.

Layanan kereta lintas negara ini menawarkan waktu tempuh sekitar delapan jam.

Kehadiran jalur baru tersebut dinilai menjadi solusi transportasi yang lebih sederhana karena wisatawan tidak lagi harus berganti moda transportasi atau melakukan perjalanan dengan beberapa kali transit saat melintasi perbatasan kedua negara.

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, operator menyediakan beberapa pilihan kelas perjalanan.

Kereta dilengkapi kursi reguler bagi penumpang jarak pendek, tempat tidur bertingkat berkonsep terbuka, hingga kabin soft sleeper yang dilengkapi kamar mandi dan fasilitas shower.

Beragam pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi wisatawan sesuai kebutuhan dan anggaran perjalanan.

Salah seorang wisatawan asal China, Gao Hailong, mengaku rela menempuh perjalanan lebih dari 2.000 kilometer dari Provinsi Zhejiang hanya untuk merasakan pengalaman menggunakan layanan kereta wisata internasional tersebut.

“Saya terbang lebih dari 2.000 kilometer dari Provinsi Zhejiang hanya untuk mencoba kereta ini. Sekarang saya benar-benar tidak sabar untuk segera naik,” ujarnya.

Menurut Wakil Direktur Biro Kebudayaan, Olahraga, Radio, Televisi, dan Pariwisata Kota Mudanjiang, Cong Yunhong, layanan kereta wisata ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperkuat hubungan pariwisata antara China dan Rusia.

Ia menjelaskan, wisatawan kini dapat melakukan perjalanan lintas negara hanya dengan satu moda transportasi tanpa perlu berganti kereta atau kendaraan lain.

Selain memangkas waktu perjalanan, layanan tersebut juga dinilai mampu mengurangi biaya perjalanan internasional secara signifikan.

“Wisatawan dari kedua negara kini bisa bepergian dengan kereta dan tiba di tujuan dalam satu perjalanan tanpa transit, sekaligus memangkas biaya perjalanan lintas negara secara signifikan,” katanya.

Peningkatan kerja sama di sektor pariwisata ini juga didukung kebijakan bebas visa yang mulai diberlakukan China bagi wisatawan Rusia sejak September 2025.

Kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan dan mendorong pertumbuhan kunjungan wisata.

Data pada paruh pertama 2026 menunjukkan Pelabuhan Darat Suifenhe mencatat lebih dari 310 ribu perlintasan keluar-masuk wisatawan dan pelaku perjalanan.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 30,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan tingginya aktivitas lintas batas setelah kebijakan tersebut diterapkan.

Selain mendukung sektor pariwisata, jalur kereta wisata Vladivostok–Suifenhe juga diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Kemudahan akses transportasi diproyeksikan meningkatkan aktivitas perdagangan, bisnis, serta mendorong pertumbuhan usaha di kawasan perbatasan kedua negara.

Keberhasilan uji coba layanan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah China dan Rusia untuk mempertimbangkan pengoperasian secara reguler di masa mendatang.

Jika mendapat respons positif dari masyarakat, jalur kereta wisata lintas negara tersebut berpotensi menjadi salah satu moda transportasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan darat dengan nyaman sambil menikmati pemandangan sepanjang rute perbatasan China dan Rusia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tanam Harapan Lewat Pembagian Bibit

Peringati HUT ke-53, KNPI Banjarnegara Fokus pada Kaderisasi dan Ketahanan Pangan