BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Destinasi Wisata Arsip Ramah Anak, yang lebih dikenal dengan nama Dewi Asrama, telah menjadi tempat yang menarik untuk belajar bagi para pelajar di Kabupaten Cilacap.
Pada Rabu (10/6), kegiatan ini dimulai dengan melibatkan siswa-siswi dari SDN Sidanegara 02 dan SDN Gumilir 06.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut akan diikuti oleh perwakilan siswa dari sekolah dasar lainnya, serta siswa SMP yang berada di wilayah kota Cilacap dan para finalis Mas dan Mbak Cilacap.
Achmad Fauzi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program yang direncanakan berlangsung hingga Juli 2026.
“Peserta mengikuti kegiatan edukasi yang mengenalkan sejarah dan arsip Kabupaten Cilacap dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya pada Kamis (11/6).
Fauzi menambahkan bahwa melalui program Dewi Asrama, para peserta diajak untuk mengenal berbagai arsip kuno yang berkaitan erat dengan sejarah Kabupaten Cilacap.
Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan film animasi dokumenter sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan lebih mudah dipahami.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar bahwa sejarah adalah cerita yang perlu dikenang, sementara arsip menjadi jendela untuk memahami masa lalu,” lanjutnya.
Pentingnya pendidikan sejarah tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam konteks ini, arsip tidak hanya dipandang sebagai dokumen yang disimpan, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang sejarah daerahnya.
Oleh karena itu, kehadiran Dewi Asrama sangat penting untuk menghidupkan arsip menjadi media belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Kami juga ingin menumbuhkan budaya literasi melalui pengalaman belajar yang menarik,” tandas Fauzi.
Dengan pendekatan interaktif ini, diharapkan para peserta dapat lebih mengenal sejarah daerahnya sekaligus menumbuhkan minat baca serta budaya literasi sejak usia dini.
Pendidikan literasi sangat krusial dalam membentuk karakter anak-anak dan membantu mereka memahami dunia di sekitar mereka.
Program ini juga memiliki tujuan lain yaitu mendekatkan layanan kearsipan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Dengan cara ini, kami berharap dapat membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya arsip dan sejarah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Achmad Fauzi.
Kegiatan edukatif seperti ini merupakan langkah positif dalam memupuk rasa cinta tanah air dan kesadaran sejarah di kalangan pelajar.
Melalui pengenalan langsung terhadap arsip-arsip kuno, anak-anak tidak hanya belajar tentang fakta-fakta sejarah tetapi juga tentang nilai-nilai yang terkandung dalam setiap dokumen tersebut.
Salah satu aspek menarik dari program ini adalah bagaimana film animasi dokumenter digunakan sebagai alat bantu ajar.
Film animasi memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak, sehingga mereka lebih tertarik untuk menyimak informasi yang disampaikan.
Dengan cara ini, proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan tidak monoton.
Melihat antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung tentu memberikan harapan besar bagi keberlangsungan program ini ke depannya.
Tidak hanya bagi pelajar dari sekolah-sekolah tertentu saja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Cilacap yang ingin mengenal lebih dekat sejarah daerahnya.
Dengan adanya program seperti Dewi Asrama, diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki rasa cinta terhadap budaya dan sejarah bangsanya. (jul/stch/dda)