Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Jadwal Siaran Langsung Kanada vs Bosnia dan Herzegovina Piala Dunia 2026 Malam Ini
Tradisi Asok Glondong Pangareng Areng di Cilacap, Warga Lunas PBB 143 Juta dalam Sehari

Tradisi Asok Glondong Pangareng Areng di Cilacap, Warga Lunas PBB 143 Juta dalam Sehari

Kepudang Lunas PBB dalam SehariKepudang Lunas PBB dalam Sehari
TRADISI : Penyerahan pajak PBB - P2 Desa Kepudang dikemas seperti penyerahan upeti kepada Raja dalam tradisi Asok Glondong Pangareng Areng

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Warga Desa Kepudang, Kecamatan Binangun, kembali menggelar tradisi unik yang dikenal sebagai Asok Glondong Pangareng Areng.

Tradisi ini merupakan bagian dari upaya pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dilaksanakan dengan semangat kolektif oleh masyarakat setempat.

Dalam prosesi yang penuh makna ini, warga yang berasal dari 15 RT yang tergabung dalam empat RW, berpartisipasi dengan mengarak uang pajak yang telah mereka kumpulkan menggunakan jolen, atau tandu tradisional.

Prosesi ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi simbol komitmen masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Uang pajak yang dikumpulkan dibungkus dengan kain putih, sebagai representasi dari kesucian dan penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

Kepala Desa Kepudang, Kasno, menegaskan pentingnya tradisi ini dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kewajiban membayar pajak.

“Tradisi ini kami lestarikan agar masyarakat lebih antusias dalam memenuhi kewajiban membayar pajak. Alhamdulillah, setiap tahun mendapat dukungan dari warga,” ungkapnya pada Kamis (11/6).

Realitas dari pelaksanaan tradisi ini menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Melalui kegiatan tersebut, realisasi PBB-P2 Desa Kepudang tahun 2026 berhasil mencapai angka total Rp 143.951.975, dan semua itu dapat lunas 100 persen hanya dalam satu hari.

Dana yang telah terkumpul tersebut langsung disetorkan melalui Bank Jateng, memastikan bahwa proses administrasi berjalan dengan baik dan transparan.

Namun, acara ini tidak hanya berfokus pada aspek pembayaran pajak semata.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tari yang ditampilkan oleh ibu-ibu PKK setempat.

Pertunjukan ini tidak hanya memberikan hiburan kepada warga, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kekompakan di antara mereka.

Melalui kombinasi antara budaya dan kewajiban finansial seperti ini, Desa Kepudang berhasil menciptakan nuansa positif dalam melaksanakan tugas perpajakan.

Camat Binangun, AKH Budi Santoso, hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kepudang.

Menurutnya, tradisi Asok Glondong Pangareng Areng menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kewajiban membayar pajak.

“Ini merupakan inovasi yang baik karena mampu mendorong kepatuhan pajak masyarakat sekaligus menjaga tradisi yang ada di desa,” ujarnya.

Budi pun memberikan pandangan lebih luas mengenai metode “setor upeti” yang diterapkan oleh Desa Kepudang ini.

Ia menyatakan bahwa konsep ini sangat layak untuk dicontoh oleh desa-desa lain di wilayah Kecamatan Binangun maupun daerah lain di Indonesia.

“Kemasan pembayaran PBB dengan tradisi ini bisa menjadi percontohan agar target realisasi pajak bisa tercapai dengan cepat dan tepat waktu,” pungkasnya.

Tradisi Asok Glondong Pangareng Areng bukan hanya sekadar ritual tahunan bagi warga Desa Kepudang tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya peran serta mereka dalam pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.

Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan ini, diharapkan akan muncul rasa tanggung jawab kolektif untuk turut serta membangun desa mereka demi masa depan yang lebih baik. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Duet Les Rouges Mengancam

Jadwal Siaran Langsung Kanada vs Bosnia dan Herzegovina Piala Dunia 2026 Malam Ini