BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap berencana menjadikan infrastruktur pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan pada 2027.
Rencana tersebut disiapkan menyusul masih ditemukannya sejumlah sekolah dasar yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana, termasuk beberapa sekolah di wilayah Kutawaru.
Kondisi fasilitas sekolah menjadi perhatian Pemkab Cilacap setelah sejumlah pihak sekolah menyampaikan berbagai kebutuhan saat kunjungan Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya ke wilayah tersebut, Rabu (2/9).
Ammy mengatakan, berbagai keluhan yang disampaikan pihak sekolah telah dicatat dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Pemkab Cilacap juga akan melakukan pengecekan kondisi sekolah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Curhat dari sekolah sudah saya catat. Insya Alloh pada 2027 kita fokus pada infrastruktur pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Ammy saat berada di SD Negeri Kutawaru 01.
Salah satu sekolah yang membutuhkan perhatian adalah SD Negeri Kutawaru 01.
Sejumlah bagian bangunan sekolah, seperti kusen, jendela, dan ventilasi, diketahui mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut antara lain disebabkan kondisi material yang sudah lapuk.
Perbaikan fasilitas dinilai penting untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Selain SD Negeri Kutawaru 01, kebutuhan perbaikan juga ditemukan di SD Negeri Kutawaru 03.
Sekolah tersebut masih menghadapi keterbatasan lahan sehingga belum memiliki halaman yang cukup.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sarana pendidikan di sekolah.
Tidak hanya itu, fasilitas perpustakaan SD Negeri Kutawaru 03 juga mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut terjadi setelah rangka atap baja ringan bangunan perpustakaan ambruk.
Kepala SD Negeri Kutawaru 03, Agus Setiarno, mengatakan kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana juga masih terdapat di sejumlah sekolah lain di wilayah tersebut.
Menurutnya, SD Negeri Kutawaru 02, SD Negeri Kutawaru 04, dan SD Negeri Kutawaru 05 juga masih membutuhkan perhatian terhadap fasilitas pendidikan.
Agus menilai kondisi sarana dan prasarana sekolah memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran.
Fasilitas yang memadai dapat membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.
Karena itu, kebutuhan perbaikan maupun pemenuhan sarana sekolah diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
Perbaikan fasilitas sekolah juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi siswa.
Kondisi bangunan, ruang belajar, perpustakaan, ventilasi, jendela, hingga fasilitas pendukung lainnya perlu mendapatkan perhatian secara berkala agar dapat digunakan dengan baik.
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengatakan pemerintah daerah harus melakukan penentuan prioritas dalam menangani berbagai kebutuhan pembangunan.
Keterbatasan anggaran membuat seluruh kebutuhan tidak dapat dikerjakan secara bersamaan.
Karena itu, Pemkab Cilacap akan melihat kondisi masing-masing sekolah dan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan daerah.
“Untuk kebutuhan infrastruktur pendidikan, nanti kita lihat berdasarkan kondisi di lapangan dan kemampuan anggaran,” ujarnya.
Meski demikian, sektor pendidikan tetap menjadi salah satu perhatian Pemkab Cilacap.
Selain memperbaiki infrastruktur, pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rencana tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Cilacap secara bertahap.
Dalam kunjungan ke wilayah Kutawaru tersebut, Pemkab Cilacap juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa.
Sebanyak 280 paket perlengkapan sekolah diberikan kepada siswa di wilayah Kutawaru dan Donan. Bantuan tersebut terdiri atas tas, sepatu, dan tumbler.
Sebanyak 60 siswa menerima bantuan secara langsung di SD Negeri Kutawaru 01.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan siswa, terutama dalam menunjang aktivitas mereka selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Ammy berharap bantuan perlengkapan sekolah tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan siswa sekaligus meningkatkan semangat mereka dalam mengikuti pembelajaran.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan siswa dan membuat mereka lebih semangat mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” ujar Ammy.
Pemkab Cilacap selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap berbagai kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang telah disampaikan.
Hasil pengecekan di lapangan akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan sekolah yang membutuhkan penanganan lebih dahulu.
Prioritas tersebut nantinya juga akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Dengan menjadikan infrastruktur pendidikan sebagai prioritas pembangunan 2027, Pemkab Cilacap diharapkan dapat secara bertahap memperbaiki fasilitas sekolah yang masih mengalami kerusakan maupun kekurangan sarana.
Pembenahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi siswa di Kabupaten Cilacap. (*/stch/dda)