Iklan

Penyerapan APBD Cilacap Baru 42,34 Persen, OPD Diminta Percepat Program

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mulai mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026.

Langkah ini dilakukan setelah realisasi penyerapan APBD Cilacap 2026 hingga akhir Juni masih berada di angka 42,34 persen, sehingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta bergerak lebih cepat dalam melaksanakan kegiatan.

Instruksi tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) APBD Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cilacap, Selasa (21/7/2026).

Dalam evaluasi yang dipaparkan, realisasi fisik APBD Kabupaten Cilacap hingga akhir Juni 2026 telah mencapai 53,16 persen.

Meski demikian, angka tersebut masih sedikit di bawah target yang ditetapkan sebesar 54,28 persen, sehingga terdapat deviasi sekitar 1,12 persen.

Sementara itu, dari sisi keuangan, penyerapan anggaran APBD Cilacap baru mencapai 42,34 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena waktu pelaksanaan program pembangunan pada tahun anggaran ini tinggal sekitar lima bulan.

Ammy menegaskan bahwa seluruh OPD harus mempercepat pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan administrasi pertanggungjawaban berjalan seiring dengan progres fisik di lapangan.

Dengan demikian, target pembangunan daerah tetap dapat dicapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain percepatan pelaksanaan kegiatan, koordinasi antarperangkat daerah juga diminta semakin diperkuat.

Menurutnya, setiap kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan program harus segera dilaporkan agar dapat diselesaikan lebih cepat.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat semester kedua menjadi periode krusial bagi penyelesaian berbagai proyek pembangunan yang dibiayai melalui APBD.

Di sisi lain, Pemkab Cilacap juga mendorong perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap penerimaan daerah agar mengoptimalkan seluruh potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Cilacap menargetkan PAD sebesar Rp1,107 triliun.

Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui peningkatan kinerja seluruh OPD pengelola pendapatan.

Dalam Rakor POK juga dipaparkan perkembangan realisasi dari sejumlah sumber pendanaan lainnya.

Untuk Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah, realisasi fisik telah mencapai 32,73 persen, sedangkan realisasi keuangannya berada di angka 32,72 persen.

Sementara itu, pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik menunjukkan capaian yang cukup baik. Realisasi fisiknya telah mencapai 96,96 persen, jauh melampaui target sebesar 80,16 persen.

Namun demikian, realisasi keuangannya masih berada di angka 24,24 persen, sehingga masih diperlukan percepatan pencairan dan administrasi pembayaran.

Adapun untuk DAK Nonfisik, realisasi fisik mencapai 49,51 persen dari target 49,63 persen, sedangkan realisasi keuangannya tercatat sebesar 43,11 persen.

Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap seluruh perangkat daerah dapat memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan anggaran secara maksimal.

Percepatan program pembangunan dinilai menjadi kunci agar seluruh target pembangunan daerah, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai hingga akhir tahun 2026.

Melalui evaluasi rutin seperti Rakor POK, Pemkab Cilacap berkomitmen terus memantau perkembangan realisasi fisik maupun keuangan setiap OPD.

Dengan pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang baik, diharapkan penyerapan APBD Cilacap 2026 dapat meningkat secara signifikan pada semester kedua sehingga seluruh program prioritas dapat diselesaikan tepat waktu. (*/stch/dda)

Iklan