Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Harga Daging Sapi di Purbalingga Tembus 150 Ribu per Kg, Penjualan Pedagang Turun Drastis
Dinkes Cilacap Temukan 3.198 Kasus TBC, Sebanyak 94 Persen Pasien Telah Menjalani Pengobatan

Dinkes Cilacap Temukan 3.198 Kasus TBC, Sebanyak 94 Persen Pasien Telah Menjalani Pengobatan

Ditemukan 3.198 Kasus TBCDitemukan 3.198 Kasus TBC
PEMERIKSAAN : Pelaksanaan skrining penyakit TB saat ini gencar dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Cilacap untuk temukan kasus-kasus baru serta tindakan penanganannya

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap terus menggencarkan upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan dan skrining di berbagai fasilitas kesehatan.

Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 3.198 kasus TBC berhasil ditemukan atau mencapai 51,08 persen dari target penemuan sebanyak 6.261 kasus sepanjang tahun ini.

Program penemuan kasus TBC tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat deteksi dini sekaligus menekan penyebaran penyakit tuberkulosis di masyarakat.

Dinkes Cilacap bekerja sama dengan puskesmas, rumah sakit, serta berbagai pihak terkait dalam melakukan pelacakan dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang memiliki gejala TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan layanan deteksi dini penyakit tuberkulosis.

“Dari hasil pemeriksaan, kami berhasil menemukan 3.198 kasus TBC atau sekitar 51 persen dari target tahun ini,” ujar Hasanuddin, Selasa (21/7).

Dari total kasus yang ditemukan, sebanyak 3.011 pasien atau sekitar 94 persen telah menjalani pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pasien yang belum memulai pengobatan terus mendapatkan pendampingan dan edukasi agar bersedia mengikuti terapi hingga tuntas.

“Kami terus memberikan edukasi agar mereka mau menjalani pengobatan,” katanya.

Menurut Hasanuddin, keberhasilan penanganan TBC sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.

Penyakit tuberkulosis dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara rutin selama minimal enam bulan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menghentikan konsumsi obat sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga medis.

Pengobatan yang terputus di tengah jalan berisiko menyebabkan infeksi semakin sulit ditangani dan meningkatkan kemungkinan terjadinya resistensi obat.

Selain pengobatan, Dinkes Cilacap juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyebaran TBC.

Menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerapkan etika batuk menjadi bagian penting dalam mencegah penularan penyakit ini.

Hasanuddin juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala tuberkulosis.

Warga yang mengalami batuk berkepanjangan selama lebih dari dua minggu, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam ringan berkepanjangan, atau sering berkeringat pada malam hari diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Warga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun, atau sering berkeringat pada malam hari juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, semakin cepat kasus TBC ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan semakin kecil risiko penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.

Karena itu, Dinkes Cilacap akan terus memperluas kegiatan skrining aktif, pelacakan kontak erat, serta edukasi kepada masyarakat agar target penemuan kasus TBC tahun 2026 dapat tercapai.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional eliminasi tuberkulosis di Indonesia.

“Kami akan terus meningkatkan pemeriksaan dan pelacakan kasus di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap,” pungkas Hasanuddin.

Melalui deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat, Dinkes Cilacap berharap angka penularan tuberkulosis dapat terus ditekan sehingga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Daging Sapi Tembus Rp 150 Ribu

Harga Daging Sapi di Purbalingga Tembus 150 Ribu per Kg, Penjualan Pedagang Turun Drastis