BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga di Dukuh Gemiwang, Desa Giwangretno, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, pada Kamis (2/7).
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah dan satu unit sepeda motor milik warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama terhadap pohon-pohon tua atau lapuk yang berada di sekitar permukiman.
Rumah yang terdampak merupakan milik Sarmono (63). Selain merusak sebagian bangunan rumah, batang pohon yang roboh juga menimpa sepeda motor milik korban yang terparkir di sekitar lokasi.
Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, mengatakan dugaan sementara penyebab kejadian adalah kondisi pohon yang sudah lapuk sehingga tidak mampu lagi menahan beban dan akhirnya tumbang.
Meski menimbulkan kerugian material, pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Sesaat setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kebumen bersama personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kebumen langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas bekerja sama dengan warga setempat melakukan proses pemotongan batang pohon serta membersihkan material yang menimpa rumah korban agar kondisi lingkungan kembali aman.
Selain melakukan evakuasi, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik guna mendukung kegiatan kerja bakti warga selama proses pembersihan berlangsung.
Kolaborasi antara petugas dan masyarakat membuat proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga akses di sekitar lokasi kembali normal
Menyikapi kejadian tersebut, BPBD Kebumen mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Heri Purwoto meminta warga segera memangkas atau menebang pohon yang sudah tua, lapuk, maupun memiliki risiko tumbang, terutama yang berada di dekat rumah, jalan, fasilitas umum, dan jaringan listrik.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kerusakan maupun korban apabila terjadi angin kencang atau hujan dengan intensitas tinggi.
Selain mengingatkan bahaya pohon tumbang, BPBD Kebumen juga mengajak masyarakat mewaspadai ancaman kekeringan yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun 2026.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Pada periode tersebut, sedikitnya 90 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Kebumen berpotensi mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Menghadapi potensi kekeringan, BPBD Kebumen mulai menyusun berbagai langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Persiapan dilakukan dengan mengacu pada pengalaman penanganan musim kemarau sebelumnya, ketika ribuan tangki air bersih harus didistribusikan ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan data BPBD, kebutuhan bantuan air bersih pada tahun-tahun sebelumnya mencapai sekitar 2.745 tangki untuk melayani desa-desa yang mengalami krisis air.
Melalui berbagai langkah mitigasi tersebut, pemerintah daerah berharap dampak musim kemarau dapat ditekan sehingga masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan air bersih.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau petugas apabila menemukan pohon yang berpotensi tumbang maupun mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau berlangsung. (cah/stch/dda)