BANYUMASEKSPRES.ID, BOGOR – Timnas Indonesia menargetkan awal yang sempurna saat menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/7) pukul 20.30 WIB itu menjadi kesempatan bagi Skuad Garuda untuk mengamankan tiga poin sekaligus membuka peluang melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Secara statistik, Indonesia lebih diunggulkan dibanding Kamboja.
Selain memiliki rekor pertemuan yang sangat dominan, performa tim asuhan John Herdman saat bermain di kandang juga menjadi modal penting menghadapi laga perdana.
Dalam delapan pertandingan kandang terakhir, Timnas Indonesia mencatatkan enam kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan.
Produktivitas gol Garuda juga cukup tinggi dengan torehan 16 gol atau rata-rata dua gol di setiap pertandingan. Catatan tersebut menjadi sinyal positif menjelang duel melawan Kamboja.
Dominasi Indonesia juga terlihat dari sejarah pertemuan kedua tim di ajang Piala AFF.
Sejak turnamen pertama pada 1996, Indonesia selalu berhasil mengalahkan Kamboja dalam lima pertemuan.
Dari lima laga tersebut, Skuad Garuda mencetak 23 gol dan hanya kebobolan empat kali, bahkan tiga di antaranya berhasil diakhiri tanpa kebobolan.
Jika dihitung dari seluruh kompetisi, Indonesia semakin unggul dengan catatan 17 kemenangan dan satu hasil imbang dari total 18 pertemuan melawan Kamboja.
Rekor tersebut menjadi modal psikologis yang menguntungkan bagi Tim Merah Putih.
Meski demikian, pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan timnya tidak akan meremehkan lawan.
Menurut pelatih asal Kanada tersebut, Kamboja memiliki keuntungan karena sudah lebih dulu menjalani pertandingan di Grup A.
“Kamboja sudah memainkan satu pertandingan di turnamen ini, yang artinya mereka akan memiliki ritme yang bagus dan mereka akan siap,” ujar Herdman.
Pada laga pembuka, Kamboja memang harus mengakui keunggulan Singapura dengan skor tipis 1-2.
Namun Herdman menilai hasil tersebut tidak mencerminkan kualitas sesungguhnya karena Kamboja tetap menunjukkan permainan yang disiplin dan terorganisasi.
Ia mengatakan fokus utama Indonesia bukan sekadar mempelajari kekuatan lawan, melainkan memastikan seluruh pemain mampu menjalankan identitas permainan yang telah dibangun selama pemusatan latihan di Bali.
“Bagi kami, fokusnya adalah pada identitas taktik kami, koneksi kami, chemistry, semangat tim, dan kemudian percaya bahwa jika kami memberikan yang terbaik yang bisa kami berikan saat ini, kami akan baik-baik saja,” katanya.
Herdman juga mengingatkan bahwa Kamboja merupakan tim yang tidak mudah ditembus.
Menurutnya, disiplin permainan lawan menjadi salah satu aspek yang harus diwaspadai sepanjang pertandingan.
“Kami sudah melihat mereka bermain. Mereka tim yang terorganisir dan sangat disiplin. Mereka akan sulit dihadapi. Tapi saat ini kami harus fokus pada Timnas, apa yang kami lakukan bersama, dan mengambil langkah pertama itu bersama-sama,” ujarnya.
Selain mengandalkan kualitas pemain, Herdman berharap dukungan suporter di Stadion Pakansari dapat menjadi energi tambahan bagi timnya.
Ia optimistis atmosfer pertandingan di Bogor akan memberikan motivasi besar kepada para pemain untuk tampil maksimal.
“Di sini suasananya berbeda dibanding Gelora Bung Karno, kami bersemangat bermain di Bogor. Kami juga akan bermain untuk masyarakat Bogor, semoga stadion penuh lawan Kamboja. Persiapan kami bagus, pemain sudah bonding di Bali, spirit tim bagus,” ucapnya.
Menjelang pertandingan, kondisi gelandang Marselino Ferdinan masih terus dipantau tim medis.
Pemain Oxford United tersebut mengalami benturan saat menjalani latihan di Bali sehingga belum dipastikan tampil sejak menit awal.
Herdman menjelaskan keputusan mengenai Marselino akan diambil setelah pemain tersebut menjalani tes kebugaran menjelang pertandingan.
“Ya, kami sedang memantau Marselino saat ini. Dia terkena sedikit benturan dalam salah satu latihan kami. Jadi ini adalah tindakan pencegahan,” kata Herdman.
Meski demikian, ia optimistis Marselino mampu segera pulih karena dikenal sebagai pemain yang memiliki mental kuat.
“Dia akan menjalani tes kebugaran untuk melihat ketersediaannya, tapi Marselino adalah anak yang tangguh. Dia secara mental sangat kuat,” tambahnya.
Sementara itu, kiper utama Timnas Indonesia Nadeo Argawinata memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi siap menghadapi pertandingan perdana.
Menurutnya, seluruh anggota tim memiliki tekad besar untuk membawa Indonesia meraih prestasi terbaik di Piala AFF 2026.
Nadeo berharap turnamen edisi ke-30 ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara Piala AFF.
“Setelah 30 tahun, pasti kita mau juara dan kita percayakan itu, semoga bisa terjadi di edisi kali ini,” ujar Nadeo.
Ia juga menegaskan persiapan tim berjalan dengan baik dan seluruh pemain siap memberikan kemampuan terbaik demi meraih kemenangan atas Kamboja.
“Saya rasa kami semua cukup yakin dan percaya diri untuk pertandingan pertama besok. Fokus kita tetap terjaga untuk pertandingan besok dan kami siap seratus persen,” tegasnya. (*/stch/dda)