Iklan

Proyek Renovasi 11 Madrasah di Purbalingga Capai 82 Persen, Anggaran PHTC PUPR Tembus 25 Miliar

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menunjukkan progres positif di Kabupaten Purbalingga.

Program yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan tersebut kini telah mencapai progres fisik antara 69 hingga 82 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal pada tahun anggaran 2025–2026.

Sebanyak 11 madrasah di Kabupaten Purbalingga menjadi penerima manfaat program ini.

Kehadiran PHTC diharapkan mampu menghadirkan fasilitas belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi ribuan siswa serta tenaga pendidik, sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis madrasah di daerah.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, Wisnu Sudarman, menjelaskan bahwa bantuan pembangunan tersebut menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu sarana pendidikan.

Menurutnya, Kementerian Agama berperan sebagai penerima manfaat, sedangkan pelaksanaan pembangunan sepenuhnya dikerjakan oleh pihak ketiga yang ditunjuk melalui Kementerian PUPR.

“Bentuknya kami menerima manfaat. Pengerjaan dilakukan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan PUPR. Mayoritas berupa rehabilitasi ruang kelas, tetapi ada satu madrasah negeri dan satu MI swasta yang dibangun kembali dari awal karena kondisi bangunan sebelumnya sudah tidak layak,” ujar Wisnu, Minggu (2/8/2026).

Program pembangunan di Purbalingga dilaksanakan dalam satu paket pekerjaan bersama Kabupaten Cilacap dengan total nilai proyek mencapai Rp25 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan agar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

Wisnu menjelaskan, dari 11 madrasah penerima bantuan, delapan di antaranya merupakan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dua Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan satu Madrasah Aliyah (MA).

Madrasah penerima program tersebut meliputi MI Ma’arif NU 02 Maribaya, MI Ma’arif NU 1 Kalijaran, MI Ma’arif NU 2 Kalijaran, MI Ma’arif NU 2 Tamansari, MI Ma’arif NU 02 Bantarbarang, MI Ma’arif Selakambang, MI Ma’arif Karangsari, MI Ma’arif Karangreja, MTs Ma’arif NU Rembang, MTs Negeri 3 Purbalingga, serta MA Al Huda Tamansari.

Sebagian besar proyek berupa rehabilitasi ruang kelas agar lebih kokoh dan nyaman digunakan.

Sementara dua madrasah mendapatkan pembangunan total karena kondisi bangunan lama dinilai sudah tidak memenuhi standar keselamatan.

Seiring dengan percepatan pembangunan, Kementerian Agama juga memastikan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama.

Untuk itu, pengawasan dilakukan secara berkala melalui monitoring dan evaluasi (monev).

Tim monitoring dan evaluasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah telah melakukan peninjauan langsung ke seluruh lokasi pembangunan pada 22 hingga 23 Juli 2026.

Peninjauan dilakukan guna memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target sekaligus memantau kualitas konstruksi yang sedang dikerjakan.

Wisnu mengatakan, pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan selesai.

Pada awal Agustus, pihaknya juga berencana kembali melakukan monitoring agar perkembangan proyek dapat dipantau secara berkala.

“Rencananya awal Agustus akan kembali dilakukan monitoring dan evaluasi. Minimal kami meminta laporan dari masing-masing madrasah agar mengetahui perkembangan pembangunan serta memastikan target penyelesaian dapat tercapai,” jelasnya.

Program PHTC menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

Gedung sekolah yang layak dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

Selain meningkatkan kualitas bangunan, rehabilitasi ruang kelas juga diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.

Dengan fasilitas yang lebih baik, guru dapat mengajar secara optimal, sementara siswa memperoleh suasana belajar yang lebih nyaman.

Pemerintah berharap seluruh proyek pembangunan madrasah di Kabupaten Purbalingga dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kehadiran fasilitas pendidikan yang lebih representatif diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan madrasah sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai kisaran 69 hingga 82 persen, optimisme penyelesaian proyek sesuai target semakin besar.

Kolaborasi antara Kementerian PUPR, Kementerian Agama, kontraktor pelaksana, serta pihak madrasah diharapkan mampu memastikan seluruh pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kabupaten Purbalingga. (alw/stch/dda)

Iklan